Terungkap! Anak Usaha Digital Telkom Ini Bakal Bikin Pendapatan Meledak – Simak Faktanya!

Anak Usaha Infrastruktur Digital Jadi Motor Pertumbuhan Telkom

PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) tengah menyiapkan akselerasi bisnis melalui anak usaha yang fokus pada infrastruktur digital. Menurut analis Mandiri Sekuritas, Henry Tedja, lini bisnis ini meliputi pusat data (data center), jaringan telekomunikasi last-mile dan backbone, serta kabel bawah laut. Ketiga pilar infrastruktur digital tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan pendapatan dan laba perusahaan.

Rincian Lini Infrastruktur Digital

  • Data Center

    Pembangunan pusat data di berbagai kota besar Indonesia meningkat pesat. Permintaan layanan cloud dan penyimpanan data mendorong kapasitas baru dalam dua tahun terakhir.

  • Jaringan Last-mile dan Backbone

    Jaringan last-mile menghubungkan pelanggan rumahan dan usaha kecil ke internet, sedangkan jaringan backbone menangani arus data utama antarprovinsi dan antarpulau.

  • Kabel Bawah Laut

    Konektivitas internasional semakin vital untuk mendukung koneksi global. Telkom terlibat dalam proyek kabel bawah laut bersama operator asing.

Dinamika B2C vs B2B di Telkom Group

Selama ini, lini konsumen (B2C) melalui anak usaha Telkomsel mendominasi pendapatan dengan pertumbuhan low-to-mid single digit. “Segment consumer, terutama mobile, hanya bisa memberikan pertumbuhan satu digit di level rendah hingga menengah,” jelas Henry. Sebaliknya, lini bisnis enterprise (B2B) masih terbuka lebar dan menawarkan mid-to-high single digit growth rate.

Driver Utama untuk Semester II-2025

  • Peningkatan Permintaan Layanan IT

    Sektor korporasi dan pemerintahan butuh solusi keamanan siber, layanan managed services, dan infrastruktur cloud.

  • Digitalisasi Usaha

    UMKM dan perusahaan besar beralih ke sistem digital untuk efisiensi operasional, memicu kebutuhan backbone dan integrasi data center.

  • Konsolidasi dan Open Access

    Jika Telkom membuka akses infrastruktur ke pihak ketiga, aset return dapat dioptimalkan jangka panjang.

Strategi Konsolidasi Aset

Henry menekankan pentingnya konsolidasi aset dan kolaborasi dengan mitra eksternal. Dengan membuka akses jaringan dan fasilitas data center kepada perusahaan lain, Telkom dapat meningkatkan rasio pengembalian atas aset (asset return) dan menurunkan biaya pengoperasian per unit. Model semacam ini juga mendorong adopsi layanan digital di berbagai sektor industri.

Kinerja Keuangan Kuartal II-2025

Pada laporan keuangan semester I-2025, Telkom mencatat pendapatan konsolidasi senilai Rp 73 triliun dan EBITDA konsolidasi sebesar Rp 36,1 triliun (margin 49,5 %). Laba bersih perusahaan mencapai Rp 11 triliun dengan margin 15 %. Kontribusi terbesar berasal dari bisnis data, internet, dan layanan IT senilai Rp 42,5 triliun.

Proyeksi Pertumbuhan dan Tantangan

Dengan fokus pada infrastruktur digital, Telkom diprediksi dapat merealisasikan pertumbuhan pendapatan dua digit di semester II-2025. Namun, perusahaan perlu mengatasi beberapa tantangan:

  • Regulasi dan Perizinan

    Perizinan pembangunan data center dan jalur kabel bawah laut membutuhkan waktu dan koordinasi lintas lembaga.

  • Persaingan Ekosistem Digital

    Operator telekomunikasi lain dan penyedia cloud global terus berekspansi di Indonesia, memicu tekanan kompetitif.

  • Skalabilitas Infrastruktur

    Meningkatnya traffic data memerlukan investasi berkelanjutan untuk menaikkan kapasitas dan menjaga kualitas layanan.

Titik Balik dalam Perjalanan Digital Telkom

Keberhasilan transformasi bisnis Telkom tidak hanya diukur dari pertumbuhan angka, tetapi juga dari efektivitas layanan yang ditawarkan. Kepercayaan pelanggan korporat pada kualitas data center, stabilitas jaringan backbone, dan kemudahan akses kabel bawah laut menjadi penentu posisi Telkom di era ekonomi digital.

Langkah Berikutnya

Ke depan, Telkom akan menggenjot sinergi antara anak usaha digital dengan divisi konsumer dan wholesale. Pemetaan kebutuhan klien korporat, penyelenggaraan event teknologi, serta kerja sama strategis dengan penyedia solusi global akan menjadi agenda utama. Dengan arah strategi yang tepat, lini infrastruktur digital diyakini mampu menjadi tulang punggung pertumbuhan berkualitas Telkom Indonesia.