Universal Tennis Rating (UTR) Pro Tennis Tour Bali 2025 menorehkan kisah pahit bagi tunggal putra Indonesia. Hingga hari kelima turnamen di kompleks Lapangan A Nusa Dua, belum ada wakil Merah Putih yang mampu melaju ke babak semifinal. Hasil ini mencerminkan tantangan berat yang dihadapi para petenis Indonesia saat bersaing di level internasional.
Perlawanan Sengit Anthony Susanto di Grup B
Anthony Susanto menjadi andalan Indonesia di Grup B. Pada laga Kamis (28/8) melawan Stefan Storch asal Australia, Anthony sempat memimpin 4-2 pada set pertama. Namun momentum ini gagal dipertahankan dan Storch membalikkan keadaan dengan kemenangan 6-4.
Selepas tertinggal satu set, Anthony menunjukkan mental juara dengan bangkit dan memenangkan set kedua melalui tiebreak 7-6 (1). Kemenangan ini seolah menegaskan bahwa pengembalian servis dan ketepatan pukulan Anthony berada di level yang kompetitif.
Sayangnya, pada set penentuan konsistensi permainan Anthony kembali goyah. Storch memanfaatkan momen krusial untuk merebut poin-poin penting, lalu menutup pertandingan dengan skor 6-4 pada set ketiga setelah bertanding selama 1 jam 40 menit.
Klasemen Akhir Grup B dan Catatan Peluang
- Anthony Susanto menutup Grup B di peringkat keempat dari lima peserta.
- Stefan Storch melaju sebagai juara grup, diikuti oleh petenis peringkat selanjutnya.
- Indonesia pun pasti kehilangan satu slot di babak semifinal tunggal putra.
Faktor yang paling mencolok adalah fluktuasi konsentrasi saat mengawali dan menutup set. Penghitungan angka kunci dan pengambilan keputusan dalam tekanan menjadi aspek yang perlu diasah lebih dalam.
Nasib Rinaldi Aqila Salim di Grup A
Di kelompok lain, debutan 19 tahun Rinaldi Aqila Salim turun di Grup A. Rinaldi menampilkan permainan variatif, namun gagal merebut kemenangan atas Eric Tripati dari Australia. Setelah kalah 2-6 pada set pertama, Rinaldi sempat bangkit menahan pressure dengan kemenangan 6-2 di set kedua.
Pada set penentu, Rinaldi menyerah 3-6. Kekalahan ini menempatkannya sebagai juru kunci Grup A. Meskipun kalah, Rinaldi mencuri perhatian melalui kualitas slice forehand dan pergerakan kaki yang luwes.
Penampilan Tegar Abdi Satrio Wibowo
Petenis ketiga yang mewakili, Tegar Abdi Satrio Wibowo, juga harus menerima kenyataan pahit. Bertemu Alexander Klincharov, Tegar tak mampu menunjukkan kelincahan optimal dan kalah straight sets 2-6, 2-6.
Statistik poin Tegar menunjukkan persentase kemenangan rally bawah 40%, menandakan perlunya peningkatan pada konsistensi groundstroke dan penyesuaian strategi saat rally panjang.
Analisis Kegagalan dan Pelajaran untuk Ke depannya
- Kondisi Mental: Fluktuasi fokus di momen krusial memengaruhi pengambilan keputusan pada break point dan tiebreak.
- Strategi Permainan: Terlalu pasif pada rally dasar, kurang agresif menutup poin di net sehingga membuat lawan leluasa menekan.
- Pengelolaan Energi: Durasi rally panjang menguras stamina, sehingga pukulan kehilangan kecepatan akhir pertandingan.
- Pengalaman Turnamen: Kurangnya exposure internasional menyebabkan adaptasi lambat pada kondisi lapangan dan gaya lawan beragam.
Peningkatan oleh tim pelatih dapat fokus pada latihan mental (match simulation pressure), peningkatan first serve percentage, serta drill rally intensitas tinggi untuk memperkuat ketahanan fisik dan mental.
Harapan dan Agenda Turnamen Selanjutnya
Walau tanpa wakil di semifinal Bali, pelajaran berharga didapat. Tim tenis Indonesia diharapkan membenahi program latihan menjelang turnamen grass-court dan hard-court berikutnya. Beberapa langkah yang bisa dipertimbangkan:
Dengan persiapan matang dan pembenahan aspek teknis serta mental, petenis Indonesia memiliki peluang kembali bangkit di turnamen internasional selanjutnya. Semoga langkah evaluasi ini membawa kejutan positif untuk Merah Putih pada ajang berikutnya.