Dacia kembali menggerakkan strategi harga agresif di pasar Eropa dengan menghadirkan mobil listrik murah yang dirakit di Eropa — target harganya sekitar €18.000 (sekitar Rp 280 jutaan). Langkah ini jelas ditujukan untuk menantang gelombang EV murah asal China yang selama beberapa tahun terakhir menekan pasar dengan harga sangat kompetitif. Dari perspektif pengguna di Indonesia yang memantau dinamika global, peluncuran ini penting karena menunjukkan bagaimana strategi produksi lokal dan platform modular bisa menurunkan biaya tanpa mengorbankan fitur penting untuk mobilitas perkotaan.
Kenapa Dacia ambil langkah ini sekarang?
Tekanan kompetitif dari produsen China yang menawarkan EV murah memaksa grup Renault — yang menaungi Dacia — untuk berpikir ulang soal rantai pasok dan lokasi produksi. Berbeda dengan Dacia Spring yang sempat diproduksi di China, model EV baru ini akan diproduksi di pabrik Renault di Novo Mesto, Slovenia. Produksi lokal menghindarkan biaya tarif impor Uni Eropa dan mempermudah akses terhadap insentif subsidi di berbagai negara Eropa. Strategi manufaktur ini dirancang untuk menekan harga akhir tanpa mengorbankan kepatuhan standar lokal.
Platform dan spesifikasi teknis yang masuk akal
Dacia membangun model baru ini di atas basis Renault Twingo E-Tech generasi terbaru (arsitektur AmpR Small) — platform EV kecil yang sudah dirancang untuk mobil perkotaan. Informasi awal menyebut mobil akan memiliki motor listrik tunggal sekitar 81 hp, konfigurasi yang masuk akal untuk mobil kota yang menekankan efisiensi, radius putar kecil, dan biaya operasional rendah. Targetnya bukan performa tinggi, melainkan mobilitas sehari-hari yang praktis dan terjangkau.
Perbedaan dibandingkan Dacia Spring
Walau segmennya sama (EV murah), Dacia menegaskan bahwa model baru ini bukan sekadar “relabel” dari Spring. Ada upaya menciptakan identitas tersendiri melalui desain eksterior, pilihan warna, interior yang ditingkatkan, dan susunan fitur yang lebih relevan bagi konsumen Eropa modern. Produksi di Slovenia juga memberi peluang kualitas rakitan yang lebih konsisten dibanding impor masif dari luar benua.
Keuntungan produksi di Eropa
Beberapa manfaat utama produksi lokal antara lain:
Untuk konsumen Eropa, ini berarti harga akhir yang lebih kompetitif sekaligus kepastian dukungan purna jual yang lebih baik.
Dampak terhadap persaingan EV murah di Eropa
Harga target €18.000 menempatkan Dacia sangat kompetitif, masih sedikit di atas beberapa penawaran China yang kadang berada di bawah €15.000, namun keunggulan Dacia adalah kombinasi produksi Eropa, akses subsidi, dan jaringan servis yang sudah ada. Ini akan memberi pilihan menarik bagi konsumen yang ragu membeli EV impor dari pasar non-UE karena masalah garansi, suku cadang, atau kompatibilitas regulasi.
Untuk siapa mobil ini paling cocok?
Target utamanya adalah pengguna perkotaan yang membutuhkan kendaraan harian sederhana: perjalanan kerja singkat, belanja, antar-jemput keluarga, dan mobilitas tanpa biaya tinggi. Spesifikasi seperti motor tunggal 81 hp dan platform kecil cocok untuk manuver di jalan sempit dan parkir urban. Ini bukan mobil untuk perjalanan jauh rutin atau pemakaian beban berat — melainkan solusi mobilitas ekonomi yang ramah lingkungan.
Implikasi bagi pasar otomotif Indonesia
Meskipun mobil ini terutama ditujukan untuk Eropa, dinamika harga dan strategi produksi Dacia penting untuk diamati oleh pelaku pasar Indonesia. Beberapa implikasi yang patut dicermati:
Tantangan yang harus dihadapi
Tidak semua tantangan akan hilang dengan harga rendah. Beberapa hal yang perlu diperhatikan:
Kesimpulan sementara bagi pembaca Warta Express
Lahirnya mobil listrik murah baru dari Dacia, dirakit di Eropa dengan basis Renault Twingo, menegaskan bagaimana pemain besar beradaptasi menghadapi gelombang EV murah asal China. Untuk pembaca di Indonesia, ini adalah sinyal bahwa harga EV bisa terus ditekan melalui skema produksi lokal, platform modular, dan strategi manufaktur terintegrasi. Bagi calon pemilik kendaraan listrik di kota-kota besar Indonesia, perkembangan ini patut diikuti: semakin kompetitif pasar global, semakin besar kemungkinan pilihan EV terjangkau juga semakin hadir di pasar domestik — asalkan ekosistem pengisian dan regulasi mendukung.
