Jakarta Dikepung Banjir: Brimob, Lantas & Polair Turun Tangan — Lihat Area Terparah dan Saran Evakuasi Sekarang

Jakarta — Hujan lebat yang mengguyur Ibu Kota pada Kamis (22/1) memicu banjir di sejumlah ruas jalan strategis. Polda Metro Jaya merespons cepat dengan mengerahkan personel gabungan dari Satuan Brimob, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas), dan Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Polair) untuk memastikan keselamatan warga serta menjaga kelancaran aktivitas publik. Kehadiran aparat secara terpadu menegaskan peran negara dalam menanggulangi bencana di perkotaan yang padat penduduk.

Situasi lapangan: titik-titik terdampak dan respons polisi

Beberapa lokasi yang mendapat perhatian khusus petugas antara lain Jalan Letjen Suprapto di Cempaka Putih (Jakarta Pusat) dan kawasan Kampung Melayu (Jakarta Timur) sekitar kantor lurah. Di titik-titik ini, genangan air dilaporkan mencapai kedalaman yang mengganggu arus lalu lintas dan mempersulit mobilitas publik. Polda Metro mencatat hingga malam hari terdapat puluhan RT dan ruas jalan yang masih terendam.

Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, menyatakan bahwa pengerahan Brimob, Lantas, dan Polair dilakukan untuk tiga tugas utama: kesiapsiagaan evakuasi dan penyelamatan, pengaturan serta pengalihan arus lalu lintas, dan dukungan operasi kemanusiaan di wilayah rawan genangan atau akses perairan. Sinergi antar-satuan itu dijalankan di bawah satu komando agar penanganan lebih terkoordinasi.

Peran masing‑masing satuan dalam operasi

Dalam upaya darurat seperti ini, masing‑masing satuan memainkan peran spesifik:

  • Brimob: siaga evakuasi dan penanganan darurat; mampu mengevakuasi warga terdampak dan membantu akses kendaraan berat atau ponton bila diperlukan.
  • Ditlantas: mengatur lalu lintas, menutup ruas berbahaya, melakukan pengalihan jalur secara terukur untuk menghindari kemacetan panjang dan potensi kecelakaan.
  • Polair: beroperasi di titik genangan besar yang berhubungan dengan aliran air, membantu evakuasi di area yang sulit dijangkau via jalan darat, serta melaksanakan patroli pengamanan pada area sungai atau aliran yang meluap.
  • Kehadiran ketiga unsur ini dimaksudkan tidak sekadar menutup lubang operasional, tetapi memberikan jaminan kehadiran negara di tengah warga yang terdampak — baik secara fisik maupun psikologis.

    Tata kelola arus lalu lintas dan anjuran keselamatan

    Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan pengalihan arus dan penutupan ruas bila diperlukan. Pengaturan lalu lintas dilakukan secara proaktif untuk mencegah back-up panjang yang sering berujung pada situasi berbahaya ketika genangan tiba-tiba naik. Masyarakat diimbau untuk mengikuti rambu sementara dan petunjuk petugas agar evakuasi dan akses darurat bisa berjalan lancar.

    Polda juga mengingatkan warga agar tidak memaksakan melintasi jalan yang tergenang. Mobil kecil dan sepeda motor memiliki risiko mogok yang lebih besar di air dalam; arus deras juga dapat menyeret kendaraan. Dalam kondisi darurat, panggilan darurat dapat dilakukan melalui nomor layanan kepolisian (110) untuk mendapatkan respons cepat dari petugas terdekat.

    Dampak sosial dan logistik: pasar, angkutan dan layanan publik

    Banjir berdampak tidak hanya pada mobilitas sehari-hari, tetapi juga pada rantai pasokan dan layanan publik. Pedagang pasar dan pengemudi angkutan umum menghadapi gangguan distribusi bahan pangan dan bahan bakar. Untuk pelajar dan pekerja, waktu tempuh menjadi tidak dapat diprediksi sehingga aktivitas harian terganggu.

    Pemerintah daerah bersama instansi terkait biasanya menyiapkan titik pengungsian sementara dan posko bantuan. Namun koordinasi ini menuntut dukungan logistik cepat: perahu karet, pompa air untuk penyedotan genangan, serta pasokan makanan dan obat-obatan untuk warga terdampak.

    Kondisi terkini dan data resmi

    Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan perkembangan area terdampak. Per pukul 20.00 WIB, tercatat ratusan RT dan puluhan ruas jalan tergenang. Angka ini berfluktuasi seiring curah hujan yang masih berlangsung atau pola aliran sungai dan saluran air yang membawa limpasan dari hulu.

    Polda Metro menegaskan bahwa meskipun petugas bekerja maksimal, peran aktif masyarakat tetap krusial. Warga diminta mengurangi aktivitas di luar rumah bila tidak mendesak, mengamankan barang berharga, dan membantu tetangga yang rentan seperti lansia dan anak-anak.

    Langkah mitigasi jangka pendek dan peringatan dini

    Dalam jangka pendek, upaya mitigasi fokus pada penyedotan genangan, membuka saluran air, dan penutupan sementara akses di titik kritis. Polda juga berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air, Satuan Polisi Pamong Praja, dan BPBD untuk tindakan teknis seperti pengurasan saluran serta distribusi pompa air.

    Peringatan dini dan komunikasi risiko terus diintensifkan melalui kanal resmi: media sosial Polda Metro, aplikasi peringatan cuaca, serta posko-posko lapangan. Informasi yang cepat dan akurat menjadi kunci agar masyarakat dapat mengambil keputusan aman terkait rute perjalanan dan kebutuhan prioritas.

    Rekomendasi praktis untuk warga Jakarta

  • Hindari berkendara melalui genangan lebih dari 30 cm; risiko mogok dan arus deras meningkat tajam di atas kedalaman ini.
  • Siapkan tas darurat berisi obat‑obatan dasar, makanan tahan lama, pakaian ganti, dan dokumen penting dalam wadah kedap air.
  • Bantu lingkungan sekitar melakukan penjagaan sudut rumah: amankan instalasi listrik dan naikkan barang elektronik dari lantai.
  • Ikuti instruksi evakuasi dari petugas dan laporkan kondisi kritis melalui nomor gawat darurat resmi.
  • Polda Metro Jaya menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai garda terdepan dalam penanganan bencana di Jakarta. Operasi terpadu Brimob, Lantas, dan Polair merupakan bentuk kesiapsiagaan yang diharapkan mampu menekan risiko korban serta memastikan keberlangsungan layanan publik di tengah kondisi ekstrim cuaca yang semakin sering terjadi.