Film “Pasukan 1000 Janda” Mulai Produksi: Mengangkat Kisah Perempuan Aceh yang Tangkas
Industri perfilman tanah air kembali menyuguhkan proyek berani yang menggabungkan unsur sejarah dan aksi. Film berjudul “Pasukan 1000 Janda” resmi memulai tahap produksi dan test camera pada 20 Januari 2026. Acara syukuran dan potong tumpeng yang menandai dimulainya produksi digelar di area Gudang Bulog Tambun, Kabupaten Bekasi — dihadiri sutradara, produser, pemain, dan seluruh kru.
Asal-usul cerita dan latar historis
Diproduksi oleh Manara Studios, “Pasukan 1000 Janda” diangkat dari inspirasi kisah nyata perjuangan perempuan Aceh melawan penjajah pada kurun 1550–1606. Alih-alih mengusung format biografi kaku, film ini memilih pendekatan adaptasi bebas yang menyorot sekelompok janda prajurit yang, meski kehilangan orang-orang tercinta, bangkit membentuk pasukan perlawanan. Cerita menempatkan tokoh legendaris Laksamana Malahayati sebagai figur sentral dan simbol kepemimpinan perempuan Aceh.
Genre dan pendekatan artistik
Sutradara sekaligus penulis skenario, Archy Hekagery, menegaskan bahwa tujuan utama proyek ini adalah menjembatani ketertarikan publik terhadap sejarah dengan hiburan yang bernilai komersial. Menurutnya, film sejarah yang disajikan terlalu serius sering gagal menjangkau penonton muda. Oleh sebab itu produksi ini mengusung genre action-sejarah dengan tone yang lebih dinamis, tanpa meninggalkan esensi perjuangan historis.
Pendekatan tersebut dimaksudkan sebagai pintu masuk: menarik perhatian massa lewat aksi dan visual, sehingga penonton terdorong mencari tahu lebih dalam tentang sejarah sebenarnya. Strategi ini juga diharapkan membuka ruang diskusi publik mengenai peran perempuan dalam sejarah nasional yang selama ini kurang tersorot.
Deretan pemain dan akting yang ditunggu
Untuk memerankan sosok-sosok penting dalam kisah ini, tim produksi menghadirkan aktor dan aktris ternama. Atiqah Hasiholan dipercayai memerankan Laksamana Malahayati, sementara Cut Mini akan berperan sebagai Maisaroh. Selain itu, daftar pemain melibatkan Ully Triani, Brittany Fergie, Vincent Verhaag, serta aktor internasional seperti Ron Smoorenburg dan Hans de Karker — kombinasi yang menambah dimensi internasional pada proyek lokal ini.
Produksi teknis: kapal phinisi dan detail otentik
Salah satu aspek yang menunjukkan keseriusan produksi adalah pembangunan kapal berskala 1:1 yang digunakan untuk syuting. Dibuat selama kurang lebih satu bulan dari material kayu asli, kapal ini dirancang menyerupai phinisi demi menghadirkan visual laut yang autentik dan megah. Upaya seperti ini menandakan bahwa tim produksi tidak hanya mengandalkan CGI, melainkan juga set fisik yang memberikan bobot dramatis dan realisme adegan laut.
Target rilis dan momen historis
Manara Studios menargetkan penayangan film pada Agustus 2026, bertepatan dengan perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia. Pilihan jadwal ini strategis: selain momen patriotik nasional, Agustus menjadi waktu tepat untuk menonjolkan nilai-nilai perjuangan dan semangat kebangsaan yang diangkat film. Jika berjalan sesuai rencana, “Pasukan 1000 Janda” akan menjadi salah satu rilisan nasional yang menggabungkan hiburan, edukasi sejarah, dan pesan pemberdayaan perempuan.
Signifikansi budaya dan edukatif
Proyek ini berpotensi besar dalam mengangkat narasi yang sering terpinggirkan: peran perempuan dalam perlawanan terhadap penjajahan. Dengan menempatkan figur wanita pejuang sebagai pusat cerita, film ini tidak hanya menghibur tetapi juga berfungsi sebagai medium edukasi sejarah alternatif. Terutama bagi generasi muda yang mungkin lebih akrab dengan format visual daripada teks sejarah, film ini bisa menjadi pemicu rasa ingin tahu untuk menelaah sumber-sumber historis lebih jauh.
Dampak industri dan harapan publik
Publik menaruh harap besar pada kualitas eksekusi: akurasi costuming, koreografi aksi, kualitas sinematografi laut, dan kedalaman karakterisasi tokoh-tokoh sejarah. Bila semua elemen ini terpadu dengan baik, film ini tidak hanya dapat meraup penonton domestik, tetapi juga menarik perhatian festival dan distributor internasional.
Apa yang bisa diharapkan penonton
Dengan peluncuran produksi yang kini resmi berjalan, perkembangannya pantas diikuti. Bagi penikmat film sejarah dan jaringan sinema nasional, “Pasukan 1000 Janda” menjanjikan pengalaman baru: sejarah yang dibawakan dengan cara yang mengena, relevan, dan layak dinikmati oleh berbagai lapisan penonton.
