PUBG Mobile kembali menorehkan sejarah dengan memecahkan rekor dunia Guinness melalui aksi kolektif yang berlangsung dalam rangka Friend Fest. Acara global ini memperlihatkan betapa kuatnya ekosistem esports dan komunitas pemain dalam menyatukan orang lintas benua — dari Jakarta hingga Istanbul, Kairo, dan Islamabad. Saya merangkum detail acara, arti rekor bagi industri gim seluler, dan implikasi jangka panjangnya bagi ekosistem esports di Indonesia.
Rekor Guinness: apa yang terjadi di lapangan?
Pemecahan rekor berlangsung pada 25 Januari, saat 392 peserta secara serentak melakukan koreografi berjabat tangan di empat lokasi publik ikonik: Taman Lapangan Banteng (Jakarta), Fişekhane (Istanbul), Guzeria Youth Center (Kairo), dan Fatima Jinnah Park (Islamabad). Kategori yang dicatat adalah “Most Pairs Performing a Choreographed Handshake (Multiple Venues)”. Momentum ini bukan sekadar aksi simbolis — ia bagian dari rangkaian Friend Fest yang berlangsung hybrid sejak 23 Januari hingga 16 Februari, menggabungkan aktivitas in‑game dengan pertemuan offline komunitas.
Friend Fest: konsep yang menghubungkan dunia virtual dan nyata
Friend Fest dirancang untuk memberi pengalaman kolektif kepada pemain. Di dalam permainan, event ini memunculkan Bonding Tree di peta Erangel dan Livik yang berubah warna, menandai momen komunitas. Pemain juga dapat saling memberi item tematik seperti Fated Dance Bouquet dan Surprise Bouquet untuk memperkuat nilai solidaritas dan identitas skuad. Di dunia nyata, festival menghadirkan flower shop dan pengaktifan komunitas di ruang publik agar pengalaman digital berujung pada interaksi sosial nyata.
Makna rekor untuk esports dan komunitas
Dampak di Jakarta: ruang publik sebagai panggung esports
Di Indonesia, Taman Lapangan Banteng menjadi saksi perhelatan berskala besar pertama untuk brand gim seluler di lokasi tersebut. Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Uus Kuswanto, menyambut baik acara ini karena dinilai menghidupkan ruang publik sekaligus memperkuat posisi Jakarta sebagai kota yang ramah industri kreatif dan teknologi. Bagi kota, event seperti ini memberi nilai tambah ekonomi — dari footfall ke UMKM sekitar lokasi hingga promosi pariwisata kota.
Peran komunitas lokal dan pemberdayaan pemain
Friend Fest menaruh fokus pada komunitas: pengorganisasian event lokal, kolaborasi dengan komunitas penggemar, dan mekanik in‑game yang memicu interaksi. Model ini memberi kesempatan bagi group lokal untuk menunjukkan kapabilitas, memobilisasi peserta, dan membangun jejaring dengan penyelenggara. Bagi pemain amatir dan kreator konten, aktivitas semacam ini membuka peluang monetisasi, eksposur, dan kerja sama jangka panjang dengan brand serta event organizer.
Aspek monetisasi dan peluang bisnis
Tantangan dan hal yang perlu diantisipasi
Walaupun Friend Fest berhasil, ada beberapa tantangan yang patut dicermati:
Apa artinya bagi masa depan esports Indonesia?
Kasus ini memperlihatkan kapasitas ekosistem lokal untuk menjadi tuan rumah kegiatan bertaraf internasional. Untuk Indonesia, Friend Fest adalah kesempatan untuk memperkuat ekosistem: pengembangan talenta, peningkatan kapabilitas event organizer, dan perluasan ekosistem bisnis di sekitar esports. Pemerintah daerah yang proaktif dalam memfasilitasi acara kreatif semacam ini dapat menuai manfaat ekonomi dan citra kota yang progresif.
Saran bagi pemangku kepentingan
Rekor Guinness yang dicatat PUBG Mobile lewat Friend Fest bukan sekadar catatan statistik: ia mencerminkan evolusi industri gim seluler menuju pengalaman kolektif, penggabungan dunia digital dan fisik, serta potensi ekonomi yang besar bila dikelola dengan baik. Bagi Indonesia, ini peluang sekaligus tanggung jawab untuk memperkuat ekosistem esports yang inklusif dan berkelanjutan.
