Kawasan wisata Taman Impian Jaya Ancol dipadati pengunjung pada H+2 Lebaran sehingga Polda Metro Jaya mengambil langkah tegas: menebalkan pengamanan dan mengerahkan ribuan personel untuk menjamin keamanan serta kelancaran arus. Inspektur Jenderal Polisi Asep Edi Suheri turun langsung melakukan pengecekan lapangan untuk memastikan kesiapan operasi dan memantau kondisi di titik‑titik rawan kerumunan.
Lonjakan kunjungan dan angka kunjungan
Data sementara menunjukkan lonjakan tajam kunjungan ke Ancol pada Minggu, 22 Maret 2026. Jumlah pengunjung tercatat mencapai 53.824 orang—kenaikan yang signifikan hingga 177 persen dibanding hari normal. Lonjakan ini menjadikan Ancol sebagai magnet utama warga DKI Jakarta dan sekitarnya untuk rekreasi keluarga selama masa libur Lebaran.
Strategi pengamanan yang diterapkan
Dalam peninjauan tersebut, Kapolda memerintahkan peningkatan pola pengamanan terutama di area bibir pantai, pintu masuk utama, dan titik‑titik yang biasa menjadi pusat kerumunan. Beberapa langkah operasional yang telah dilaksanakan antara lain:
Rekayasa lalu lintas dan antisipasi kemacetan
Selain pengamanan fisik, rekayasa arus lalu lintas menjadi fokus utama untuk mencegah antrean panjang yang dapat mengganggu kenyamanan pengunjung. Polres dan petugas lalu lintas melakukan pengaturan arus masuk dan keluar, menutup sementara jalur tertentu jika diperlukan, serta melakukan pengalihan arus ke rute alternatif. Upaya ini diharapkan dapat mengurangi potensi macet parah di Jakarta Utara, khususnya pada jam‑jam puncak kunjungan.
Pelayanan publik dan komunikasi
Polda Metro menegaskan pentingnya hadirnya layanan publik yang mudah diakses. Optimalisasi layanan 110 dan penyebaran informasi melalui kanal resmi diharapkan dapat membantu pengunjung mendapatkan bantuan secara cepat. Selain itu, manajemen Ancol bersama aparat setempat diwajibkan menyediakan jalur evakuasi yang jelas, titik medis sementara, serta fasilitas informasi bagi pengunjung untuk mengurangi kebingungan saat tempat penuh.
Risiko keselamatan di kawasan wisata laut
Dengan tingginya jumlah pengunjung di area bibir pantai, potensi gangguan keamanan dan kecelakaan air meningkat. Oleh karena itu, petugas SAR, polisi air, dan tim medis siaga di titik‑titik strategis. Pengelola juga diimbau menegakkan aturan keselamatan aktivitas air seperti penggunaan pelampung pada wahana yang berisiko tinggi serta melakukan briefing keselamatan bagi pengunjung yang mengikuti kegiatan laut.
Peran koordinasi lintas instansi
Keberhasilan pengamanan besar ini bergantung pada koordinasi lintas sektor: kepolisian, TNI, Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, dan pengelola wisata. Koordinasi tersebut mencakup pengaturan personel, logistik, penanganan darurat, sampai komunikasi publik. Panduan dan perintah dari Kapolda bertujuan memastikan sinergi agar semua pihak mengetahui fungsi dan tugas masing‑masing selama masa operasi Ketupat Jaya 2026.
Tantangan operasional di lapangan
Meski rencana pengamanan sudah matang, tantangan tetap ada. Kepadatan kendaraan menuju kawasan Ancol berpotensi menimbulkan antrean panjang yang berdampak pada lalu lintas di wilayah sekitarnya. Selain itu, kemampuan fasilitas kesehatan dan pelayanan darurat diuji ketika volume pengunjung melonjak drastis. Oleh karena itu, pemantauan real‑time dan kemampuan adaptasi petugas sangat krusial dalam merespons insiden sekecil apa pun.
Imbauan bagi pengunjung
Operasi Ketupat Jaya 2026
Kunjungan Kapolda ke Ancol merupakan bagian dari kesiapan Polda Metro Jaya dalam menggelar Operasi Ketupat Jaya 2026, operasi besar yang fokus pada pengamanan periode libur Lebaran. Dengan menyiagakan ribuan personel dan puluhan pos, tujuan utama operasi ini adalah memastikan keamanan, ketertiban, dan kelancaran mobilitas masyarakat selama masa libur nasional.
Pengamanan intensif di Ancol menjadi indikator kesiagaan aparat dalam menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat. Pengunjung diimbau tetap tenang, mematuhi aturan, dan memanfaatkan fasilitas pelayanan untuk memastikan liburan yang aman dan tertib bagi semua pihak.
