Domino Kini Profesional: Sulsel dan Bangka Belitung Raih Juara Kejurnas ORADO 2026 — Hadiah Miliaran Mengagetkan!

Domino Kini Jadi Cabang Olahraga Profesional: Sulsel dan Bangka Belitung Juara Kejurnas ORADO 2026

Bogor — Kejuaraan Nasional Turnamen Olahraga Domino Indonesia (ORADO) 2026 yang berlangsung di JSI Resort Megamendung berakhir pada Minggu (26/4) dengan suasana penuh tensi dan kebanggaan. Ajang yang diikuti perwakilan dari 38 provinsi ini menegaskan bahwa domino telah bertransformasi dari permainan tradisional menjadi olahraga prestasi yang terstruktur dan profesional.

Hasil akhir dan hadiah besar

Di kategori Junior, Provinsi Sulawesi Selatan tampil sebagai juara setelah melalui pertandingan ketat, dan berhak atas hadiah sebesar Rp130 juta. Posisi runner‑up ditempati Sumatera Selatan B (Rp65 juta), disusul Kalimantan Selatan (Rp45 juta) dan Sumatera Selatan berada di posisi keempat.

Sementara itu, kejutan paling mencuri perhatian datang dari kategori Senior: tim Bangka Belitung keluar sebagai juara dan membawa pulang hadiah utama sebesar Rp220 juta. Total hadiah yang disediakan panitia untuk turnamen ini mencapai angka fantastis—menegaskan ambisi ORADO menjadikan domino sebagai industri olahraga yang serius.

Profesionalisasi: dari meja warung ke panggung nasional

Ketua Umum PB ORADO, Yooky Tjahrial, menegaskan bahwa Kejurnas ORADO kali ini merupakan bukti bahwa domino “naik kelas”. Penyelenggara merancang event dengan standar profesional: sistem seleksi berjenjang dari kabupaten hingga provinsi, fasilitas kompetisi setara acara olahraga besar, hingga nominal hadiah yang layak menghargai atlet.

“Kami ingin domino tidak lagi dipahami sebagai permainan keberuntungan, melainkan cabang olahraga yang membutuhkan fokus, strategi, dan kerja sama tim. Atlet yang konsisten berlatih layak mendapatkan penghargaan finansial dan fasilitas yang profesional,” kata Yooky.

Bagaimana domino menjadi olahraga serius?

Perubahan paradigma ini bukan terjadi dalam semalam. Beberapa faktor yang mendorong domino menjadi olahraga prestasi:

  • Standarisasi aturan dan kompetisi: PB ORADO menetapkan regulasi yang jelas sehingga pertandingan bisa diukur secara objektif.
  • Pembinaan berjenjang: jalur seleksi dari tingkat kabupaten sampai nasional menumbuhkan kultur latihan dan pengembangan talenta.
  • Peningkatan fasilitas dan media exposure: penyelenggaraan di venue representatif dan liputan media membuat domino mendapat perhatian publik dan sponsor.
  • Profesionalisasi atlet: pola latihan terstruktur, taktikal, dan manajemen tim yang menerapkan pendekatan layaknya tim olahraga lain.
  • Suara para pemenang: dedikasi dan harapan

    Kebahagiaan terpancar di wajah para pemenang. Robi, anggota tim Sulawesi Selatan yang meraih gelar junior, mengaku latihan rutin sejak kecil membuahkan hasil. Rekannya, Riski, menyatakan target besar timnya adalah membawa nama provinsi ke level internasional.

    Dari sisi senior, Afidy mewakili Bangka Belitung menuturkan bahwa kemenangan datang meski persiapan singkat. Ia menyebut keberhasilan ini sebagai modal untuk melangkah ke kompetisi yang lebih besar, termasuk target jangka panjang tampil di SEA Games.

    PB ORADO: menjadikan domino sebagai sport industry

    PB ORADO secara terbuka menyatakan ambisi mengembangkan domino menjadi sport industry. Istilah ini mencakup upaya membangun ekosistem: pembinaan atlet, kompetisi reguler, monetisasi lewat sponsorship dan hak siar, serta pengelolaan event yang profesional.

    Yooky menekankan bahwa paket penghargaan harus mengikuti peningkatan kualitas. “Dengan jumlah hadiah dan fasilitas seperti atlet internasional, kami menghargai atlet domino. Domino sudah naik kelas,” ujarnya.

    Dampak sosial dan ekonomi bagi daerah

    Transformasi domino menjadi olahraga resmi juga membuka peluang ekonomi lokal. Turnamen besar menyedot kunjungan peserta dan pendukung, menggerakkan sektor perhotelan, transportasi, dan UMKM setempat. Selain itu, pembinaan atlet dapat menjadi jalur bagi anak muda untuk berprestasi tanpa harus terjerumus pada praktik judi.

    Tantangan ke depan: dari peningkatan kualitas hingga pengakuan internasional

    Meskipun banyak kemajuan, beberapa tantangan masih harus dijawab PB ORADO dan stakeholder terkait:

  • Standarisasi pelatihan dan sertifikasi pelatih untuk menaikkan level teknis permainan;
  • Peningkatan kualitas wasit dan sistem penilaian agar kompetisi lebih adil dan transparan;
  • Pengembangan liga atau kalender kompetisi yang konsisten untuk membangun eksposur dan kontinuitas;
  • Upaya masuk ke kancah internasional dan meyakinkan federasi multi‑cabang olahraga di level regional agar domino mendapat pengakuan lebih luas.
  • Pesan untuk generasi muda

    Turnamen ORADO 2026 menunjukkan bahwa kegiatan budaya tradisional bisa berevolusi menjadi jalur prestasi. Bagi generasi muda yang ingin serius menekuni domino, kunci keberhasilan adalah latihan terstruktur, pemahaman taktik, disiplin, dan profesionalisme dalam pendekatan tim. Kesempatan untuk menjadi atlet domino profesional kini nyata—bukan lagi sekadar impian.

    Apa yang akan terjadi selanjutnya?

    Dengan keberhasilan Kejurnas ORADO 2026, fokus selanjutnya adalah memperkuat ekosistem: pembentukan liga, pelatihan berkelanjutan, dan pencarian sponsor jangka panjang. Jika momentum ini terjaga, bukan tidak mungkin domino Indonesia akan tampil sebagai kekuatan regional, bahkan menyumbang cabang olahraga baru di multi‑event internasional.