Pertamina Pastikan Pasokan BBM Kepri Aman: Kunjungan Komisaris Ungkap Rahasia Terminal Tanjung Uban yang Siap Hadapi 200 Kapal/Bulan

Dewan Komisaris Pastikan Distribusi BBM di Kepri Aman: Tinjauan Operasional dan Keamanan Terminal Tanjung Uban

Dewan Komisaris PT Pertamina Patra Niaga baru‑baru ini melakukan kunjungan lapangan ke Kepulauan Riau untuk memastikan kesiapan operasi dan kelancaran distribusi bahan bakar minyak (BBM) di wilayah tersebut. Kunjungan yang dipimpin oleh Komisaris Utama Sabar Yudo Suroso ini menegaskan peran strategis Integrated Terminal Tanjung Uban sebagai tulang punggung penyaluran energi di pesisir timur Sumatera hingga sebagian Kalimantan Barat.

Komposisi rombongan dan tujuan kunjungan

Rombongan Dewan Komisaris terdiri dari Sabar Yudo Suroso, Komisaris Bambang Suswantono, Wanti Waranei F. Mamahit, Komisaris Independen Siti Zahra Aghnia, dan Direktur Kepatuhan dan Kelembagaan Kadek Ambara Jaya. Mereka meninjau langsung fasilitas terminal, satdik (satuan pendidikan) TNI AL Tanjung Uban, serta program community involvement and development (CID) bertajuk “Kampung Bahari Si Pelaut” yang dibina oleh Aviation Fuel Terminal Hang Nadim di Batam.

Peran Integrated Terminal Tanjung Uban dalam rantai pasok energi

Terminal Tanjung Uban memiliki sejarah panjang dan kapasitas signifikan: berdiri di lahan seluas 247 hektare, terminal ini menampung kapasitas tangki hingga 401.000 kiloliter BBM dan 93.500 metrik ton LPG. Sepanjang 2025, terminal melayani sekitar 2.900 pergerakan kapal—rata‑rata lebih dari 200 kapal per bulan—menandakan tingginya intensitas aktivitas logistik yang harus dijaga keandalan operasionalnya.

  • Wilayah distribusi: pesisir timur Sumatera (bagian utara dan selatan tertentu) serta rute ke Kalimantan Barat.
  • Fungsi utama: penerimaan, penyimpanan, dan penyaluran BBM dan LPG dalam skala regional.
  • Isu operasional yang menjadi fokus pengawasan

    Dalam peninjauan, Dewan Komisaris menekankan beberapa aspek operasional yang harus selalu terjaga untuk menjamin ketersediaan BBM:

  • Keandalan fasilitas dan infrastruktur tangki penyimpanan terkait kebocoran, korosi, dan pemeliharaan rutin.
  • Efisiensi proses bongkar‑muat dan manajemen pergerakan kapal untuk menghindari backlog dan keterlambatan suplai.
  • Koordinasi logistik dengan operator pelabuhan dan pihak kepelabuhanan agar arus komoditas tetap lancar.
  • Pengamanan objek vital nasional dan sinergi dengan TNI AL

    Salah satu agenda penting adalah pembahasan pengamanan objek vital nasional bersama TNI Angkatan Laut setempat. Mengingat intensitas pergerakan kapal yang tinggi, sinergi antara Pertamina Patra Niaga dan aparat keamanan menjadi krusial untuk mencegah ancaman keamanan, mulai dari gangguan operasional hingga potensi tindakan kriminal di laut.

  • Peran Satdik 1 Tanjung Uban: koordinasi aspek keamanan dan kesiapsiagaan operasi laut.
  • Agenda pengamanan: patroli, otorisasi kapal, hingga prosedur tanggap darurat bila terjadi insiden di terminal atau jalur distribusi.
  • Permasalahan lapangan yang disuarakan pekerja

    Kunjungan juga menjadi momentum bagi manajemen untuk mendengar langsung tantangan yang dihadapi pekerja lapangan. Keluhan dan masukan mengenai prosedur kerja, kebutuhan peralatan, hingga aspek keselamatan kerja dicatat untuk ditindaklanjuti sehingga operasional tetap aman dan berkelanjutan.

    Signifikansi operasional untuk ketahanan energi regional

    Integrated Terminal Tanjung Uban bukan sekadar fasilitas logistik; keberadaannya menentukan ketersediaan energi di sejumlah wilayah pesisir. Jika terminal mengalami gangguan besar, dampaknya akan terasa pada distribusi BBM ke daerah yang bergantung pada pasokan laut. Oleh karena itu, pengawasan komisaris berperan vital untuk memastikan kontinuitas pasokan.

    Program pemberdayaan masyarakat: Kampung Bahari Si Pelaut

    Selain aspek teknis, rombongan juga memantau program CID Kampung Bahari Si Pelaut di Batam. Program ini menunjukkan komitmen Pertamina Patra Niaga dalam memberdayakan komunitas pesisir—misalnya melalui pelatihan keterampilan, dukungan UMKM, dan inisiatif kesejahteraan yang memperkuat hubungan perusahaan dengan pemangku kepentingan lokal.

  • Tujuan CID: meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir sekaligus membangun goodwill yang mendukung operasi perusahaan.
  • Manfaat sosio‑ekonomi: peningkatan kapasitas lokal, penciptaan lapangan kerja, serta mitigasi sosial atas kegiatan industri.
  • Pernyataan pejabat dan tindak lanjut

    Komisaris Utama Sabar menegaskan bahwa peninjauan adalah bagian dari fungsi pengawasan Dewan Komisaris untuk memastikan operasional dan distribusi energi berjalan baik. Direktur Kepatuhan Kadek Ambara menekankan bahwa tingginya aktivitas kapal dan luas wilayah penyaluran menuntut kesiapan fasilitas dan ketahanan sistem distribusi.

    Catatan penting untuk pengamanan dan kesinambungan

  • Perlu terus ditingkatkan program pemeliharaan preventif untuk menjaga integritas tangki dan pipa distribusi.
  • Penguatan sistem keamanan pelabuhan serta prosedur darurat harus menjadi prioritas, mengingat volume pergerakan kapal yang tinggi.
  • Monitoring lingkungan dan mitigasi risiko pencemaran harus diperkuat sebagai bagian dari tanggung jawab operasional.
  • Kunjungan Dewan Komisaris Pertamina Patra Niaga ke Kepri menegaskan bahwa pengawasan top‑down, kolaborasi dengan TNI AL, serta keterlibatan masyarakat merupakan pilar penting untuk menjaga keamanan dan kelancaran distribusi BBM di kawasan strategis ini. Upaya tindak lanjut dari temuan lapangan akan menentukan seberapa kuat kesiapan terminal dalam menghadapi dinamika kebutuhan energi regional.