Jumlah wisatawan asing yang diselamatkan pasca-banjir bandang di Nepal terus bertambah. Berdasarkan data terbaru Dewan Pariwisata Nepal yang dirilis Jumat sore, 28 Agustus 2026, sebanyak 121 wisatawan asing berhasil dievakuasi dari zona terdampak. Operasi penyelamatan ini berlangsung di tengah kondisi medan yang ekstrem dan keluarnya informasi baru tentang penyebab banjir yang mengguncang wilayah perbatasan Nepal–Tibet.
Siapa saja yang diselamatkan?
Menurut dokumen resmi Dewan Pariwisata Nepal yang diunggah pada Jumat pukul 15.30 waktu setempat (09.45 GMT), daftar penyintas mencakup warga dari berbagai negara. Identitas yang tercatat antara lain warga negara India, China, Korea Selatan, Amerika Serikat, Rusia, Italia, Bulgaria, dan Swiss. Namun dari total 121 penyintas itu, tiga kewarganegaraan masih belum dikonfirmasi secara rinci.
Kronologi singkat peristiwa
Arus air deras mulai memasuki lembah dan sungai pegunungan pada Rabu, 26 Agustus 2026, saat gelombang air besar turun ke lembah Bhote Koshi dan area sekitarnya. Awalnya peristiwa ini dilaporkan sebagai dampak gempa bumi dan longsor susulan, namun update dari lembaga survei menambahkan fakta baru.
Penyebab banjir: runtuhnya gletser
Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) menyebutkan pada Kamis, 27 Agustus, bahwa aktivitas seismik yang dicatat di daerah itu disebabkan oleh runtuhnya gletser, bukan getaran dari sumber bawah tanah. Runtuhan gletser dapat memicu lonjakan volume air yang tiba-tiba, menghanyutkan material dan menimbulkan banjir bandang yang berdaya hancur tinggi.
Korban jiwa dan hilang
Data terakhir yang tersedia pada saat publikasi menunjukkan jumlah korban tewas sudah mencapai ratusan. Sementara itu, ribuan orang dilaporkan hilang atau belum dapat dihubungi, termasuk banyak wisatawan yang tengah berada di rute trekking atau di area perbatasan. Angka kematian yang beredar pada laporan-laporan awal mencapai ratusan, dan jumlah itu diperkirakan dapat bertambah seiring berjalannya operasi pencarian dan evakuasi.
Operasi penyelamatan dan hambatan lapangan
Tim penyelamat terdiri dari personel militer Nepal, tim SAR lokal, serta dukungan internasional yang datang dari beberapa negara. Misi penyelamatan sempat terhambat oleh kondisi lapangan: derasnya arus, material longsor yang menutup akses, serta cuaca yang tidak menentu. Operasi kemudian dilanjutkan setelah air surut di beberapa titik, namun sejumlah area tetap sulit dijangkau dan masih memerlukan logistik khusus untuk mengevakuasi korban.
Dampak terhadap pariwisata dan respons pemerintah
Peristiwa ini berdampak langsung pada sektor pariwisata Nepal, khususnya rute trekking dan layanan hospitality di daerah pegunungan yang selama ini menjadi daya tarik utama wisatawan mancanegara. Dewan Pariwisata Nepal dan otoritas nasional mengkoordinasikan penginformasian kepada konsulat asing dan agen perjalanan untuk membantu penelusuran dan perlindungan bagi warga negara mereka yang terdampak.
Apa yang perlu diperhatikan oleh wisatawan dan keluarga?
Bagi keluarga yang masih menunggu kabar, penting untuk terus mengikuti informasi resmi dari Kedutaan atau Konsulat negara terkait, serta update dari Dewan Pariwisata Nepal. Selain itu, wisatawan yang sedang merencanakan perjalanan ke wilayah pegunungan disarankan menunda trip hingga kondisi dinyatakan aman oleh otoritas setempat.
Situasi di lapangan bersifat dinamis. Data tentang korban, jumlah penyintas, dan kondisi infrastruktur kemungkinan akan terus diperbarui dalam jam dan hari mendatang. Warta Express akan memantau perkembangan dan menyajikan informasi terbaru untuk pembaca yang membutuhkan kabar tentang evakuasi, pusat penampungan, dan langkah-langkah keselamatan bagi wisatawan serta keluarga mereka.
