Anda Tidak Akan Percaya, Jembatan Nusantara Angkut 1,3 Juta Kendaraan di Paruh Pertama 2025!

Jembatan Nusantara Angkut 1,3 Juta Kendaraan di Semester I-2025

Pada periode Januari–Juli 2025, PT Jembatan Nusantara (JN), anak usaha PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), berhasil mengangkut total 1.305. .

Rincian Volume Kendaraan dan Penumpang

Berdasarkan data resmi Corporate Secretary PT ASDP, Shelvy Arifin, dari total 1,3 juta kendaraan yang menyeberang melalui 19 lintasan strategis, rincian per jenis adalah sebagai berikut:

  • 805.501 unit sepeda motor
  • 173.714 unit mobil penumpang
  • 405.333 unit kendaraan barang (truk logistik, kendaraan niaga)

Selain kendaraan, JN juga mencatat 463.700 penumpang yang memanfaatkan layanan penyeberangan, menegaskan pentingnya peran armada feri dalam mobilitas warga lintas pulau.

Struktur Layanan: 18 SDF dan 1 LDF

JN mengoperasikan 53 kapal untuk melayani 19 lintasan aktif, terdiri dari:

  • 18 lintasan short distance ferry (SDF), jarak relatif pendek dan waktu tempuh rata-rata 30–90 menit.
  • 1 lintasan long distance ferry (LDF), jarak jauh hingga 250 mil laut dengan waktu tempuh sekitar 22 jam.

Kedua jenis lintasan ini melayani kebutuhan berbeda: SDF memudahkan arus harian kendaraan dan penumpang di pulau-pulau terdekat, sedangkan LDF menghubungkan provinsi lintas wilayah besar seperti Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi.

Lintasan LDF Utama: Balikpapan–Parepare

Lintasan Balikpapan (Kaltim)–Parepare (Sulsel) menjadi rute LDF paling vital. Dengan panjang 250 mil laut dan waktu tempuh ±22 jam, rute ini menopang arus logistik besar:

  • 2024: 38.883 penumpang dan 10.124 unit kendaraan dilayani.
  • Semester I-2025: 29.235 penumpang dan 7.569 unit kendaraan (termasuk truk golongan II dan kendaraan pribadi).

Frekuensi pelayaran empat kali seminggu dijalankan oleh KMP Swarna Bahtera dan KM Madani Nusantara, dengan penyesuaian jadwal berdasarkan cuaca dan kondisi operasional lapangan.

Rute LDF Tambahan: Patimban–Pontianak & Patimban–Banjarmasin

Menjawab kebutuhan distribusi dari Pulau Jawa ke Kalimantan, JN menambah dua rute LDF baru dari Pelabuhan Patimban (Jabar):

  • Patimban–Pontianak: jarak 420 mil laut, waktu tempuh ±38 jam.
  • Patimban–Banjarmasin: jarak 444 mil laut, waktu tempuh ±40 jam.

Rute-rute tersebut dioperasikan oleh KMP Ferrindo V dengan kapasitas 145 unit kendaraan campuran. Langkah ini bertujuan menekan biaya logistik dan mempersingkat rantai pasok barang besar dari Jawa menuju Kalimantan.

19 Lintasan SDF Strategis Mendukung Konektivitas

Sebanyak 18 lintasan short distance ferry (SDF) menambah kecepatan distribusi dan mobilitas sosial:

  • Ketapang–Gilimanuk
  • Lembar–Padang Bai
  • Lembar–Jangkar
  • Bajoe–Kolaka
  • Merak–Bakauheni
  • Kayangan–Pototano
  • Batulicin–Kota Baru (Tg. Serdang)
  • Tanjung Api-api–Muntok
  • Kariangau–Panajam
  • Kariangau–Mamuju
  • Kariangau–Taipa
  • Air Putih–Sei Selari
  • Telaga Punggur–Tanjung Uban
  • Telaga Punggur–Kuala Tungkal
  • Telaga Punggur–Sei Selari
  • Dumai–Rupat
  • Bardan–Siantan
  • Amolengo–Labuan

Lintasan-lintasan ini melayani arus harian kendaraan penumpang dan niaga, menjembatani daerah terpencil dan memperkuat ekonomi lokal.

Peran Logistik sebagai Growth Engine ASDP

Shelvy Arifin menekankan, “Layanan Jembatan Nusantara terbukti menjadi sumber pendapatan tumbuh dan growth engine perusahaan di masa depan.” Integrasi rute yang luas dan peningkatan kapasitas armada mendukung target ASDP sebagai perusahaan transportasi terintegrasi.

Dengan digitalisasi layanan tiket, manajemen manifest online, dan ekspansi rute, ASDP optimis meningkatkan kontribusi pendapatan sekaligus memperkuat ketahanan rantai pasok nasional.