WartaExpress

ASDP Kumpulkan 13 Ton Sampah dalam Aksi Bersih Laut Nasional — Bukti Nyata Perubahan yang Bikin Kagum!

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menggelar aksi bersih‑bersih laut dan pesisir secara serentak dalam rangka Hari Laut Sedunia 2026. Gerakan bertajuk “Bridging the Nation, Protecting Our Oceans” ini melibatkan lebih dari 400 partisipan yang tersebar di 27 wilayah operasional ASDP dan berhasil mengumpulkan lebih dari 13 ton sampah dari kawasan pesisir, pelabuhan, hingga perairan di sepanjang lintasan penyeberangan.

ASDP: tanggung jawab lingkungan sebagai bagian dari operasional

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menekankan bahwa keberlanjutan lingkungan bukan sekadar slogan tetapi bagian integral dari tugas perusahaan sebagai operator transportasi penyeberangan nasional. Menurutnya, karena ASDP beroperasi di wilayah pesisir dan perairan, perusahaan memiliki kewajiban moral dan operasional untuk menjaga kebersihan dan kelestarian ekosistem laut yang menopang aktivitas ekonomi, sosial, dan pariwisata di Indonesia.

Target dan capaian aksi: 13 ton sampah dan partisipasi luas

Pada kegiatan Ocean Clean Up Day 2026, peserta dari berbagai cabang ASDP membersihkan kawasan strategis seperti dermaga, area bongkar muat, garis pantai terminal, hingga perairan di sekitar rute penyeberangan. Hasilnya lebih dari 13 ton sampah berhasil dikumpulkan — gabungan sampah plastik, sampah rumah tangga dan material lain yang biasa ditemukan di pesisir.

Jumlah partisipan yang melibatkan lebih dari 400 orang menunjukkan keterlibatan karyawan dan stakeholder lokal yang kuat. Cakupan di 27 cabang operasional memperlihatkan bahwa inisiatif ini bukan aksi sporadis, melainkan upaya terkoordinasi yang menjangkau berbagai wilayah di Indonesia.

Kolaborasi multi‑pihak: mendorong budaya peduli lingkungan

Windy Andale, Corporate Secretary ASDP, menyoroti bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan mengumpulkan sampah, melainkan juga memperkuat budaya peduli lingkungan dan mendukung agenda pembangunan berkelanjutan nasional. ASDP berharap aksi kolaboratif tersebut mendorong terciptanya pesisir dan perairan yang bersih secara berkelanjutan, sehingga layanan transportasi penyeberangan bisa berjalan lebih aman dan nyaman.

Kontribusi terhadap Sustainable Development Goals

Langkah ASDP selaras dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDG) nomor 14 tentang ekosistem laut. Dengan berfokus pada pengurangan sampah laut, perlindungan kawasan pesisir, dan peningkatan kesadaran masyarakat, program ini menjadi bagian nyata dari kontribusi korporasi terhadap target global sekaligus dukungan pada kebijakan nasional terkait pengurangan sampah plastik.

Manfaat jangka pendek dan jangka panjang

  • Manfaat jangka pendek: peningkatan kebersihan kawasan pelabuhan dan pesisir yang langsung memperbaiki kenyamanan pengguna jasa penyeberangan serta menurunkan risiko gangguan operasional akibat sampah di area dermaga.
  • Manfaat jangka panjang: data dan pengalaman kegiatan dapat dimanfaatkan untuk merancang program pencegahan sampah, sistem manajemen sampah di pelabuhan, serta kolaborasi dengan pihak pemerintah daerah untuk pengelolaan sampah terpadu.
  • Inovasi dan langkah lanjutan yang disorot

    ASDP tidak hanya berhenti pada aksi pembersihan. Dalam keterangan resminya disebutkan bahwa perusahaan terus memperkuat komitmen keberlanjutan melalui program dan inovasi lingkungan yang dilaksanakan konsisten di seluruh wilayah operasional. Upaya‑upaya tersebut meliputi edukasi masyarakat pesisir, penyediaan fasilitas pengumpulan sampah terpisah di terminal, serta potensi kerja sama untuk pengolahan sampah menjadi sumber ekonomi lokal.

    Peran pemangku kepentingan dan masyarakat

    Keberhasilan aksi ini menegaskan pentingnya keterlibatan multi‑pihak: karyawan ASDP, komunitas lokal, nelayan, pelaku usaha pelabuhan, hingga pemerintah daerah. Untuk mencapai dampak yang lebih besar, diperlukan sinergi berkelanjutan antara perusahaan operator, regulator, dan masyarakat agar perubahan perilaku (behavior change) terhadap sampah laut benar‑benar terjadi.

    Rekomendasi praktis yang muncul dari kegiatan

  • Perluasan fasilitas pengelolaan sampah di area pelabuhan agar sampah yang dikumpulkan dapat diolah dan dimanfaatkan secara lokal.
  • Pemetaan wilayah rawan sampah dan jadwal pembersihan berkala berbasis data sehingga intervensi menjadi lebih tepat sasaran.
  • Peningkatan program edukasi untuk pengguna jasa dan masyarakat pesisir tentang pengurangan sampah plastik sekali pakai.
  • Dengan langkah nyata seperti Ocean Clean Up Day 2026, ASDP menunjukkan bahwa operator transportasi penyeberangan dapat memainkan peran penting dalam pelestarian ekosistem laut Indonesia. Aksi kolektif semacam ini menjadi contoh bagaimana korporasi dapat menggabungkan tanggung jawab operasional dengan kepedulian lingkungan untuk manfaat bersama.

    Exit mobile version