KAI Properti menegaskan komitmennya untuk memperkuat pengamanan di perlintasan sebidang selama masa Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Lonjakan frekuensi perjalanan kereta api dan mobilitas masyarakat pada periode libur meningkatkan risiko insiden di titik pertemuan antara rel dan jalan raya. Untuk itu, peran Petugas Jaga Lintasan (PJL) menjadi sangat krusial sebagai garda terdepan keselamatan, memastikan perlintasan steril saat kereta melintas dan mengurangi potensi kecelakaan.
Fokus utama: kesiapsiagaan PJL di lapangan
Menurut keterangan resmi yang dirilis KAI Properti, pihaknya menempatkan kesiapsiagaan petugas sebagai prioritas. PJL dituntut untuk menjaga disiplin operasional tinggi: memantau sinyal secara ketat, mengoperasikan palang pintu dengan tepat, dan waspada terhadap kondisi lintasan yang bisa berubah cepat akibat kondisi cuaca atau aktivitas pengguna jalan. Petugas seperti Rangga, yang bertugas di wilayah Andir, Bandung sejak Januari 2020, menjadi contoh penerapan disiplin ini dengan konsistensi selama bertugas.
Risiko meningkat selama Nataru
Periode Nataru ditandai oleh kepadatan jadwal kereta api dan volume kendaraan yang tinggi di jalan-jalan sekitar perlintasan. Kondisi ini meningkatkan kemungkinan pelanggaran pada rambu perlintasan, menerobos palang pintu, atau kecelakaan akibat kelalaian pengguna jalan. Oleh karena itu, selain kesiapan PJL, edukasi dan kepatuhan pengguna jalan menjadi elemen penting untuk mencegah insiden.
Imbauan kepada pengguna jalan
KAI Properti mengimbau seluruh pengguna jalan untuk berperan aktif dalam menjaga keselamatan di perlintasan sebidang. Pesan kunci yang disampaikan adalah:
Sinergi antara petugas dan masyarakat
KAI Properti menekankan bahwa keselamatan perjalanan kereta api adalah tanggung jawab bersama. Sinergi antara kesiapsiagaan petugas di lapangan dan kepatuhan masyarakat diharapkan mampu menjaga kelancaran operasi kereta selama periode libur. Dengan kombinasi itu, perjalanan kereta dapat berlangsung aman, tertib, dan tepat waktu—melindungi penumpang kereta dan pengguna jalan sekaligus mengurangi gangguan layanan transportasi publik.
Langkah operasional dan teknis tambahan
Selain penugasan PJL yang lebih intensif, KAI Properti juga disebutkan melakukan beberapa langkah teknis dan operasional untuk mendukung keselamatan perlintasan, antara lain:
Peran edukasi dan penegakan aturan
KAI Properti juga menyoroti pentingnya edukasi berkala bagi pengguna jalan, terutama di wilayah yang kerap terjadi pelanggaran perlintasan. Penegakan aturan lalu lintas oleh aparat terkait menjadi pelengkap dari upaya preventif ini, sehingga pesan keselamatan tidak hanya berupa himbauan tetapi juga diikuti oleh tindakan penindakan terhadap pelanggaran yang berbahaya.
Harapan KAI Properti untuk Nataru
Dengan langkah-langkah yang telah diambil, KAI Properti berharap rangkaian perjalanan kereta selama Angkutan Natal dan Tahun Baru dapat berjalan lancar tanpa insiden berarti. Keberhasilan operasional ini bergantung pada kedisiplinan semua pihak—dari petugas lapangan hingga pengendara yang melintasi perlintasan. Keselamatan bersama menjadi tujuan utama demi melindungi nyawa penumpang dan pengguna jalan di momen mobilitas tinggi seperti Nataru.
