Latar Belakang Pemulihan Penerbangan di Bandung
Bandung sempat kehilangan sebagian besar penerbangan komersial sejak sebagian rute dipindahkan ke Bandara Internasional Kertajati mulai akhir 2019. Bandara Husein Sastranegara yang biasa melayani jutaan penumpang tiap tahun, melihat tren penurunan hingga 40 % volume penumpang pada 2023. Kondisi ini berdampak langsung pada sektor pariwisata, hotel, transportasi, dan UMKM di Kawasan Kota Kembang.
Pemerintah Daerah Jawa Barat dan manajemen Angkasa Pura II kini bergerak cepat untuk membangkitkan kembali Bandara Husein. Salah satu upayanya adalah membuka kembali jalur-rute yang menghubungkan Bandung dengan kota-kota strategis di Pulau Jawa dan Sumatra melalui jenis pesawat propeller berkapasitas 70–90 penumpang.
Kelima Rute Baru yang Diusulkan
General Manager Bandara Husein Sastranegara, Indra Crisna Seputra, mengonfirmasi bahwa salah satu maskapai telah mengajukan permohonan izin pembukaan rute berikut:
- Bandung–Semarang
- Frekuensi: 4 penerbangan mingguan.
- Alasan: High demand wisatawan Jawa Tengah ke Bandung dan sebaliknya, terutama untuk acara budaya dan kuliner.
- Bandung–Yogyakarta
- Frekuensi: 3 penerbangan mingguan.
- Alasan: Rute ini penting bagi pelajar dan wisatawan yang hendak menikmati Malioboro serta destinasi Candi Prambanan.
- Bandung–Surabaya
- Frekuensi: 5 penerbangan mingguan.
- Alasan: Konektivitas antara pusat bisnis Jawa Barat dan Jawa Timur, dipakai oleh pelaku usaha dan eksekutif perusahaan.
- Bandung–Lampung
- Frekuensi: 2 penerbangan mingguan.
- Alasan: Dibuka untuk memfasilitasi distribusi komoditas hortikultura dan wisatawan ke Provinsi Lampung.
- Bandung–Palembang
- Frekuensi: 2 penerbangan mingguan.
- Alasan: Meningkatkan potensi kerjasama ekonomi, terutama di sektor migas dan perkebunan karet.
Proses Perizinan dan Koordinasi
Permintaan pembukaan lima rute baru tersebut telah diajukan secara resmi oleh maskapai ke otoritas penerbangan sipil. Saat ini, manajemen Bandara Husein tinggal menunggu persetujuan dari Kementerian Perhubungan dan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.
- Surat Izin Rute: Sudah diterima manajemen, kini dalam proses verifikasi teknis.
- Slot Penerbangan: Koordinasi dengan AirNav Indonesia dan pengaturan slot waktu (slot time) sedang dilakukan untuk menghindari bentrokan jadwal dengan penerbangan existing.
- Kesepakatan Keamanan dan Inspeksi: Audit keselamatan dan pemenuhan standar Safety Management System (SMS) Bandara harus diperbarui sesuai regulasi terbaru Dirjen Perhubungan Udara.
Dukungan Pemerintah Daerah dan Pariwisata
Wali Kota Bandung, M. Farhan, aktif memfasilitasi komunikasi lintas lembaga guna mempercepat proses perizinan. Ia menilai pembukaan rute baru ini kunci untuk membangkitkan kembali kunjungan wisatawan:
- Wisata Domestik: Rute Surabaya, Semarang, dan Yogyakarta menyediakan akses mudah bagi ribuan pelancong Jawa untuk berlibur di Lembang, Ciwidey, dan kawasan Dago.
- Ekonomi Lokal: Penginapan, kuliner, hingga suvenir di pusat kota akan meraup peluang bisnis lebih tinggi.
- Kerjasama Antardaerah: Pemprov Jabar bersepakat dengan Pemprov Lampung dan Sumsel menyiapkan paket-paket wisata terintegrasi.
“Kami harap surat rekomendasi segera diresmikan sehingga penerbangan intra-Jawa dan rute Sumatra dapat beroperasi sebelum akhir 2025,” ungkap Farhan pada konferensi pers di Balai Kota Bandung.
Dampak Ekonomi dan Sosial
Pengaktifan kembali rute-rute ini diperkirakan akan membawa dampak positif bagi:
- Penumpang: Waktu tempuh dan biaya perjalanan dapat ditekan hingga 30 % dibandingkan moda darat.
- Maskapai: Kesempatan membuka potensi pasar baru dengan model propeller yang efisien bahan bakar, menguntungkan dari sisi biaya operasional.
- Ukuran Jawab Pajak: Peningkatan frekuensi penerbangan akan menambah penerimaan negara melalui PNBP Bandara dan biaya parkir pesawat.
- Tenaga Kerja: Penambahan staf ground handling, keamanan, dan layanan bandara untuk mendukung operasi rute baru.
- UMKM Lokal: Peluang bekerja sama dengan retailer di dalam area bandara untuk menampilkan produk kerajinan khas Bandung dan Jawa Barat.
Dengan kondisi permintaan penumpang yang terus meningkat pasca-pandemi, kelima rute baru ini tidak hanya berfungsi sebagai gerbang pintu udara, tetapi juga sebagai pemicu kebangkitan ekonomi Bandung dan wilayah sekitarnya.
Langkah Selanjutnya
Manajemen Angkasa Pura II dan Pemda Jawa Barat akan terus memantau progres perizinan hingga penerbangan perdana. Sosialisasi jadwal, promosi tarif perkenalan, dan koordinasi keamanan menjadi prioritas berikutnya. Jika semua berjalan lancar, rute Bandung–Semarang dan Bandung–Yogyakarta diprediksi sudah bisa on schedule pada kuartal IV 2025, diikuti empat rute lainnya secara bertahap.
Pembukaan lima rute baru ini diharapkan tidak hanya memajukan sektor penerbangan, tetapi juga menguatkan posisi Bandung sebagai kota destinasi unggulan di Indonesia bagian barat.