WartaExpress

Bimasakti UGM bongkar BM‑15H: mobil hybrid mahasiswa yang siap guncang Formula SAE Italy 2026

Bimasakti UGM Siapkan BM‑15H: Senjata Baru Mahasiswa Indonesia di Formula SAE Italy 2026

Tim balap Bimasakti Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menunjukkan ambisi besar untuk membawa nama Indonesia di ajang Formula Student internasional. Untuk gelaran Formula SAE Italy 2026, mereka menyiapkan mobil generasi ke‑15 bernama BM‑15H, sebuah prototype Formula Student hybrid yang mencerminkan perkembangan teknologi dan kolaborasi antara kampus dan industri.

Desain dan filosofi kendaraan

BM‑15H bukan sekadar facelift dari model sebelumnya: kendaraan ini dirancang untuk mengakomodasi konsep hybrid, dengan fokus pada efisiensi daya, bobot, dan performa dinamis. Model generasi ke‑15 ini menggabungkan paket sasis ringan, tata letak komponen yang dioptimalkan, serta integrasi unit penggerak listrik yang dirancang untuk membantu akselerasi dan regenerasi energi saat perlombaan. Filosofi tim jelas: memaksimalkan kecepatan dalam lomba dinamik seperti acceleration dan skidpad sambil tetap menjaga efisiensi di lap‑lap endurance dan noise/emission test.

Dukungan industri: peran Diton Premium

Dukungan mitra industri menjadi unsur kunci dalam persiapan Bimasakti. PT Difan Prima Paint, lewat merek Diton Premium, menjadi partner resmi pengecatan tim. Bantuan ini lebih dari sekadar estetika: produk‑produk yang disuplai (putty primer, chassis black, Diton Premium/Diton Platinum 2K) didesain untuk menambah daya tahan permukaan bodi terhadap kondisi kompetisi dan juga memberikan perlindungan pada bagian rangka.

Selain fungsi protektif, sentuhan pengecatan custom pada helm dan bodi membantu memperkuat identitas tim di paddock internasional. Kolaborasi ini juga memperlihatkan sinergi penting antara akademia dan sektor manufaktur lokal dalam mematangkan produk riset ke tingkat kompetisi dunia.

Teknologi hybrid dan implikasinya

Penerapan sistem hybrid pada BM‑15H menghadirkan tantangan teknis dan manajerial. Integrasi motor listrik, inverter, dan sistem baterai harus harmonis dengan unit pembakaran kecil (jika ada) atau dengan sistem distribusi energi yang dimaksudkan. Keuntungan hybrid untuk tim Formula Student biasanya berupa :

  • peningkatan torsi instan saat start yang membantu pada tes akselerasi,
  • kemampuan regeneratif untuk memperpanjang jarak tempuh pada tes endurance,
  • peluang skor lebih tinggi pada aspek inovasi dan efisiensi energi di mata juri.
  • Namun tantangan utama mencakup manajemen thermal, bobot tambahan dari sistem elektrifikasi, serta kebutuhan pengujian dan kalibrasi yang intensif agar sistem andal saat kompetisi.

    Persiapan tim dan aspek human capital

    Tim Bimasakti tidak hanya fokus pada mesin dan bodi; persiapan manusia adalah modal penting. Para anggota tim — yang mayoritas mahasiswa teknik — menjalani fase intensif mulai dari simulasi dinamika kendaraan, pengujian durability, hingga latihan pit stop dan manajemen lomba. Kepemimpinan tim yang solid, koordinasi antar divisi (chassis, powertrain, electronics, aerodynamics, marketing) serta kerja sama dengan dosen pembimbing meningkatkan peluang sukses di Italia.

    Strategi lomba dan target performa

    Dalam Formula SAE, hasil ditentukan oleh kombinasi performa dinamika (acceleration, skidpad, autocross) dan skor statis (design, cost, business plan). Bimasakti menargetkan :

  • penampilan kompetitif pada tes dinamis dengan tujuan masuk grup atas di acceleration dan skidpad,
  • nilai tinggi pada presentasi desain dengan menonjolkan solusi hybrid dan integrasi material ringan,
  • eksploitasi dukungan sponsor untuk menunjang biaya logistik dan kesiapan spare parts selama event.
  • Strategi ini seimbang antara ambisi teknis dan kebutuhan administratif untuk menghadapi kompleksitas ajang internasional.

    Manfaat nasional dari keberhasilan tim

    Keberhasilan tim mahasiswa di panggung Formula SAE punya efek berganda untuk Indonesia. Selain membuktikan kapasitas teknik generasi muda, hal ini :

  • memperkuat ekosistem inovasi perguruan tinggi‑industri,
  • mendorong transfer teknologi dan praktik manufaktur skala kecil,
  • menjadi magnet bagi sponsor dan investor yang mencari talenta teknik berbasis riset terapan.
  • Bimasakti dapat menjadi contoh bagaimana program pendidikan teknik yang intensif dan kolaboratif mampu menghasilkan produk kompetitif skala internasional.

    Tantangan logistik dan administrasi

    Mengirim satu tim ke Eropa bukan sekadar mengemas mobil: ada tantangan transportasi, kepabeanan, persiapan suku cadang, dan akomodasi. Biaya pengiriman, kebutuhan suku cadang cadangan, serta kepastian regulasi homologasi kendaraan Formula Student menuntut perencanaan matang. Dukungan sponsor, baik finansial maupun material, serta koordinasi dengan pihak universitas menjadi pembeda antara tim yang tiba dengan kesiapan penuh dan yang terkendala masalah administrasi.

    Langkah berikutnya dan harapan

    Dengan peluncuran BM‑15H dan dukungan mitra seperti Diton Premium, Bimasakti UGM memasuki fase akhir persiapan menuju Formula SAE Italy 2026. Harapannya, selain prestasi kompetitif, tim mampu menunjukkan kapasitas rekayasa hybrid dan membangun jejaring industri yang berkelanjutan. Untuk publik Indonesia, perjalanan tim ini menjadi cerita kebanggaan dan inspirasi bahwa inovasi mahasiswa lokal mampu bersaing di panggung dunia.

    Exit mobile version