BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) menegaskan akan melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dengan tiga strategi berbeda untuk mempercepat turunnya hujan dan membantu meluruhkan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Upaya ini ditargetkan untuk empat provinsi terdampak: Lampung, Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat. Pernyataan ini disampaikan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dalam Rapat Terbatas bersama Presiden pada Senin malam, 7 September 2026.
Tiga strategi OMC yang direncanakan
Faktor penentu pelaksanaan
BNPB menegaskan bahwa keputusan untuk menerbangkan pesawat OMC sangat bergantung pada kondisi ruang udara (NOTAM), status abu vulkanik, dan aspek keselamatan penerbangan. Meski upaya OMC telah diupayakan sejak sehari sebelumnya, pesawat belum bisa diterbangkan karena kondisi udara yang masih tertutup. Oleh sebab itu, BNPB terus memantau dinamika atmosfer dan info dari otoritas penerbangan.
Dua teknik OMC yang akan dipakai
Posisi lapangan udara dan peran strategisnya
Pondok Cabe dipilih sebagai titik antisipasi untuk wilayah Jabodetabek karena kedekatannya dengan pusat ibu kota dan fleksibilitas operasional. Sementara Bandara Kertajati di Majalengka dipandang potensial bila ruang udara Jawa Barat memungkinkan; pilihan Semarang muncul sebagai solusi cadangan bila Pulau Jawa bagian barat masih tertutup.
Hambatan yang dihadapi
Koordinasi antar-institusi
Pelaksanaan OMC ini membutuhkan koordinasi erat antara BNPB, Kementerian Perhubungan (otoritas penerbangan), BMKG (data atmosfer), serta otoritas bandara setempat. Selain itu, komunikasi dengan instansi terkait di provinsi terdampak diperlukan untuk memaksimalkan efektivitas penyemaian dan meminimalkan gangguan terhadap aktivitas masyarakat.
Pengaruh terhadap pemulihan transportasi udara
Operasi modifikasi cuaca memiliki potensi membantu percepatan pemulihan layanan penerbangan dengan mereduksi konsentrasi abu di rute kritis. Namun efektivitasnya akan sangat bergantung pada kondisi atmosfer dan waktu pelaksanaan. Hingga OMC dapat dijalankan secara aman, sejumlah bandara masih harus menunda penerbangan atau mengarahkan rute alternatif.
Penegasan BNPB dan langkah selanjutnya
Kepala BNPB menegaskan komitmen untuk terus memantau dan menyesuaikan strategi OMC sesuai dinamika atmosfer serta notifikasi keselamatan penerbangan. Opsi penggeseran armada dan penggunaan bandara alternatif akan terus dipertimbangkan sampai kondisi memungkinkan untuk penerbangan OMC yang aman dan efektif.
Apa yang perlu diketahui publik
BNPB menegaskan bahwa semua langkah diambil dengan mempertimbangkan keselamatan publik dan operasional, dengan harapan OMC dapat mempercepat meredanya dampak abu vulkanik sehingga aktivitas publik, termasuk penerbangan, dapat kembali pulih.
