BNPB Lakukan OMC di Jawa Timur: Penyemaian 1 Ton NaCl untuk Hadapi Karhutla
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan operasi modifikasi cuaca (OMC) di wilayah Jawa Timur pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Operasi ini menjadi salah satu upaya intensif untuk mengatasi sejumlah titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih mengancam kawasan pegunungan dan dataran tinggi di provinsi tersebut.
Detail operasi dan sumber daya yang dikerahkan
Sesuai keterangan Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, pesawat Cessna Caravan yang dioperasikan BNPB melakukan penyemaian garam (NaCl) sebanyak 1.000 kilogram. Sorti OMC dilaksanakan dari Base Ops Lanudal Juanda dengan waktu operasi terlapor antara pukul 14.45 WIB hingga 16.45 WIB. Wilayah prioritas penyemaian meliputi Probolinggo, Pasuruan dan sekitarnya.
Mekanisme OMC dan harapan hasil
OMC bertujuan meningkatkan potensi hujan dengan menaburkan bahan tertentu (dalam hal ini NaCl) ke dalam awan yang berpotensi berkembang menjadi hujan. BNPB melaporkan bahwa pantauan BPBD Provinsi Jawa Timur menunjukkan peluang hujan ringan di sebagian besar wilayah selatan dan barat Jatim. Dengan penyemaian yang tepat pada selubung awan yang tepat, diharapkan akan terjadi hujan ringan hingga sedang yang membantu meredam dan mematikan titik api.
Faktor keamanan dan koordinasi teknis
Pelaksanaan OMC dilakukan setelah mempertimbangkan sejumlah faktor, termasuk keselamatan operasi udara. Salah satu kendala yang harus diwaspadai adalah adanya sebaran abu vulkanik dari aktivitas Gunung Semeru yang dapat memengaruhi keamanan penerbangan dan efektivitas penyemaian. Oleh karena itu, BNPB melakukan perencanaan rute sortir dan penjadwalan operasi secara hati‑hati.
Selain operasi OMC, BNPB juga mengarahkan dukungan udara lain seperti water bombing. Dalam rapat koordinasi di Jawa Timur, Kepala BNPB menyetujui penambahan satu helikopter water bombing dari Kalimantan Selatan yang akan ditugaskan di wilayah Malang. Satu pesawat OMC tambahan dari Kalimantan Barat turut dikerahkan untuk memperkuat upaya di Jatim.
Prioritas wilayah dan titik rawan
BNPB menyatakan fokus pada beberapa titik pegunungan di Jawa Timur yang rawan kebakaran, seperti kawasan Gunung Arjuno, Bromo, Semeru, Butak hingga Ijen. Kondisi topografi pegunungan dan angin kencang kerap memperparah penyebaran api sehingga intervensi udara dinilai penting untuk menekan api dari udara sambil tim darat melakukan pemadaman dan pencegahan.
Implikasi terhadap masyarakat dan himbauan BNPB
Menanggapi operasi ini, BNPB mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan, membuang puntung rokok sembarangan, atau menyalakan api terbuka di kawasan pegunungan. Tindakan pencegahan dini dianggap lebih efektif untuk mengendalikan dan mencegah meluasnya karhutla.
Selain itu, keberadaan operasi udara menggarisbawahi pentingnya dukungan masyarakat dalam menyediakan informasi cepat tentang titik api melalui saluran resmi BPBD, sehingga respons dapat dilakukan lebih cepat dan terkoordinasi.
Dukungan lintas daerah dan alokasi sumber daya
BNPB menegaskan bahwa dukungan armada udara diatur berdasarkan kebutuhan nasional dan prioritas medan. Meski beberapa alutsista udara masih diperlukan untuk penanganan karhutla di Kalimantan, penugasan tambahan dari wilayah tersebut dilakukan demi mengatasi kondisi genting di Jawa Timur. Pengiriman helikopter water bombing dan pesawat OMC lintas provinsi menjadi bukti koordinasi antar wilayah dalam penanggulangan bencana kebakaran.
Jadwal lanjutan dan evaluasi operasi
Rencana operasi OMC untuk hari berikutnya, Minggu 25 Oktober 2026, mencakup dua sortie di wilayah prioritas penyemaian awan. BNPB akan terus memantau hasil penyemaian, perkembangan cuaca, serta laporan dari BPBD setempat untuk mengevaluasi efektivitas tindakan udara dan menentukan tindakan lanjutan yang diperlukan.
Tantangan teknis dan lingkungan
Peran masyarakat dan langkah preventif
Operasi modifikasi cuaca oleh BNPB menunjukkan pendekatan multipronged dalam penanggulangan karhutla: kombinasi intervensi udara, dukungan logistik, koordinasi antar daerah, serta kampanye pencegahan kepada publik. Meski OMC bukan solusi tunggal, penyemaian 1 ton NaCl ini menjadi bagian dari langkah cepat yang diharapkan mengurangi dampak asap dan membantu pemadaman titik api di Jawa Timur.
