Satu Prajurit TNI Gugur dalam Penembakan KKB di Mile 50 Mimika
Pada Rabu malam, 11 Februari 2026, terjadi insiden penembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di area Mile 50, Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua. Dari laporan resmi Kodam XVII/Cenderawasih yang diterima, tiga orang menjadi korban dalam peristiwa tersebut, termasuk dua anggota TNI dan seorang karyawan perusahaan setempat.
Kronologi singkat insiden
Menurut keterangan Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol Inf Tri Purwanto, insiden berlangsung ketika kendaraan melintas di wilayah yang sempat menjadi sasaran kontak tembak. Personel Koramil 1710-04/Tembagapura, Kodim 1710/Mimika, diketahui sedang menjalankan tugas di lokasi saat kejadian. Tiga orang tertembak: dua di antaranya adalah anggota TNI, sedangkan satu lainnya merupakan karyawan PT. Freeport Indonesia.
Korban dan kondisi medis
Seluruh korban telah dievakuasi dan menerima penanganan medis sesuai prosedur. Informasi lebih rinci mengenai kondisi terakhir para korban masih menunggu konfirmasi lanjutan dari pihak rumah sakit dan satuan terkait.
Tindakan pihak keamanan
Instansi militer dan aparat keamanan setempat segera bergerak melakukan pengejaran terhadap pelaku penembakan. Kapendam menyatakan koordinasi intensif berlangsung antara Kodam XVII/Cenderawasih dan satuan-satuan terkait untuk menjamin stabilitas keamanan di wilayah Mimika. Upaya penyisiran dan penindakan terhadap KKB terus diprioritaskan guna mencegah eskalasi insiden lebih lanjut.
Dampak terhadap aktivitas dan masyarakat setempat
Kejadian kontak tembak seperti ini selalu menimbulkan kecemasan di kalangan masyarakat dan pekerja yang beraktivitas di area pertambangan maupun wilayah sekitarnya. Selain potensi gangguan terhadap mobilitas dan operasi perusahaan, insiden tersebut mengingatkan kembali risiko yang masih mengintai di beberapa wilayah pedalaman Papua. Keamanan menjadi prioritas utama agar aktivitas ekonomi dan layanan publik dapat berlangsung normal.
Respons institusi dan langkah selanjutnya
Kapendam XVII/Cenderawasih menegaskan bahwa seluruh aparat keamanan akan terus melakukan patroli intensif dan meningkatkan langkah pencegahan di titik-titik rawan. Koordinasi dengan kepolisian, satuan TNI lain, serta otoritas perusahaan swasta diperlukan untuk pertukaran informasi intelijen dan perlindungan sipil.
Pihak berwenang juga akan menindaklanjuti insiden ini dengan penyelidikan lebih mendalam untuk mengidentifikasi kelompok pelaku, motif serangan, serta jalur logistik yang memungkinkan terjadinya aksi tersebut. Langkah hukum dan operasi gabungan kemungkinan akan dijalankan untuk menangkap pelaku dan mengembalikan rasa aman di wilayah terdampak.
Imbauan bagi masyarakat dan pekerja
Sorotan nasional
Insiden ini kembali menempatkan isu keamanan di Papua pada perhatian nasional. Kasus penembakan terhadap personel keamanan maupun warga sipil kerap menimbulkan sorotan publik dan politik, memacu perdebatan mengenai pendekatan penegakan hukum dan penanganan akar penyebab konflik. Pemerintah pusat, aparat keamanan, dan pemangku kepentingan di daerah perlu memperkuat strategi yang menjadikan perlindungan warga sipil dan pemulihan stabilitas sebagai prioritas.
