Laporan terbaru menunjukkan bahwa penipuan online telah mencapai tingkat darurat di Indonesia. Menurut data yang dikutip, hampir dua pertiga masyarakat pernah menghadapi upaya penipuan, dan Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) mencatat kerugian konsumen mencapai triliunan rupiah. Menanggapi ancaman ini, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) meluncurkan fitur perlindungan berbasis kecerdasan buatan (AI) bekerja sama dengan platform Wisely AI dari Tanla. Teknologi ini dirancang untuk mendeteksi panggilan, SMS, serta tautan berisiko sebelum menjangkau pelanggan. Sebagai jurnalis yang setiap hari mengikuti perkembangan digital di tanah air, saya mencoba menjabarkan apa yang dilakukan Indosat, bagaimana fitur ini bekerja, dan apa arti langkah tersebut bagi jutaan pelanggan di Indonesia.
Skala masalah: mengapa ini darurat nasional
Data yang dipaparkan menunjukkan gambaran mengkhawatirkan: dari laporan Global Anti-Scam Alliance hingga pengaduan yang tercatat di IASC sejak akhir 2024, penipuan online bukan lagi kasus sebaran kecil — ini telah tumbuh menjadi industri kejahatan siber. Modus yang paling sering terlihat ialah penipuan OTP, phishing melalui tautan palsu, dan undian fiktif yang menyasar lewat SMS dan panggilan suara. Aktor jahat memanfaatkan momen-momen tertentu seperti musim belanja, hari raya atau saat pencairan bantuan sosial, ketika masyarakat lebih rentan dan komunikasi meningkat.
Bagaimana AI Indosat bekerja: gambaran teknis dan operasional
Fitur baru Indosat dibangun di atas teknologi Wisely AI yang mampu menganalisis pola panggilan, isi pesan, dan tautan dalam skala besar. Secara garis besar, langkah-langkah yang diambil meliputi:
Untuk pelanggan IM3, layanan tersebut diintegrasikan ke SATSPAM (Satuan Anti Scam dan Spam). Pelanggan Tri mendapat solusi TRI AI: Anti-Spam/Scam dengan identifikasi visual berbasis kode warna, memudahkan pengguna mengenali tingkat risiko panggilan secara langsung.
Dampak awal: adopsi dan hasil statistik
Sejak diluncurkan enam bulan lalu, lebih dari 2,5 juta pelanggan telah mengaktifkan fitur perlindungan Indosat. Platform mencatat lebih dari 124 ribu nomor yang teridentifikasi terkait aktivitas penipuan. Angka-angka ini menunjukkan dua hal: pertama, kebutuhan masyarakat akan perlindungan efektif sangat besar; kedua, solusi berbasis jaringan dapat memetakan ancaman dalam skala yang belum pernah dicapai oleh tindakan manual semata.
Kelebihan dan keterbatasan pendekatan AI
Penerapan AI di jaringan operator punya keuntungan nyata:
Namun demikian, ada juga batasan yang perlu diwaspadai:
Peran bersama: operator, pengguna, dan otoritas
Teknologi operator hanyalah salah satu bagian dari solusi. Penanggulangan penipuan online efektif memerlukan kolaborasi multipihak:
Apa yang bisa dilakukan pelanggan sekarang
Untuk pengguna Indosat dan pelanggan seluler lainnya, langkah praktis ini penting dilakukan segera:
Catatan akhir: langkah maju, tetapi bukan solusi tunggal
Inisiatif Indosat menandai langkah maju penting dalam perang melawan penipuan online di Indonesia. Implementasi AI di tingkat jaringan mampu menyaring ancaman secara proaktif dan memberikan lapisan perlindungan yang dibutuhkan jutaan pengguna. Namun, teknologi ini harus disertai kebijakan transparan, kolaborasi lintas sektor, dan edukasi masif kepada publik agar dampaknya optimal. Ancaman siber berkembang cepat; respons kita harus sama cepatnya—gabungan teknologi, regulasi, dan literasi publik menjadi kunci untuk memutus rantai industri penipuan yang merugikan negara dan masyarakat.
