WartaExpress

Ditemukan Potongan Tubuh Korban ke-3 di Lokasi Jatuhnya ATR 42‑500: Evakuasi Sulit, Tim SAR Siapkan Evakuasi Udara

Tim SAR Temukan Korban Ketiga Kecelakaan Pesawat ATR 42‑500 di Gunung Bulusaraung

Makassar — Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) untuk kecelakaan pesawat ATR 42‑500 milik PT Indonesia Air Transport (IAT) memasuki babak baru setelah tim gabungan menemukan potongan tubuh korban ketiga di area pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Pernyataan itu disampaikan langsung oleh Kepala Basarnas, Marsda Mohammad Syafii, dari Posko Makassar.

Detil temuan dan kondisi lokasi

Menurut laporan, temuan ketiga terjadi sekitar pukul 12.30 WITA. Tim SAR mengamankan bagian‑bagian tubuh di sektor yang letaknya cukup terpencil — di tebing dan jurang yang curam. Lokasi pencarian berada di kedalaman yang mencapai sekitar 1.000 meter dari puncak Gunung Bulusaraung, sehingga evakuasi memerlukan upaya ekstra dan koordinasi antar tim.

Syafii menjelaskan bahwa tim masih dalam proses evakuasi dan upaya memindahkan jenazah ke titik kumpul terdekat, yang sebelumnya dipakai untuk evakuasi korban lain di Dusun Lampeso (Maros). Untuk mempercepat proses, opsi penggunaan jalur udara — dengan pesawat evakuasi — dikerahkan bila kondisi lapangan memungkinkan.

Status identifikasi korban

Hingga pengumuman ini, pihak SAR belum dapat memastikan jenis kelamin atau identitas korban ketiga karena yang ditemukan berupa potongan tubuh. Proses identifikasi akan dilakukan oleh tim DVI (Disaster Victim Identification) Biddokes Polda Sulsel setelah korban dievakuasi ke posko utama.

Sebelumnya, dua jenazah telah ditemukan: korban pertama (seorang laki‑laki) ditemukan pada Minggu 18 Januari namun belum diumumkan identitasnya; korban kedua (seorang perempuan) ditemukan pada Senin 19 Januari dan telah diidentifikasi sebagai Florencia Lolita Wibisono.

Kesulitan medan dan tantangan evakuasi

Operasi pencarian dilakukan di medan yang ekstrem — tebing curam dan jurang dalam — sehingga penyisiran dilaksanakan sektor demi sektor. Tim SAR melaporkan bahwa hampir seluruh area pencarian menuntut kerja di tebing dan menggunakan teknik evakuasi khusus. Keterbatasan akses darat memaksa tim mempertimbangkan evakuasi udara sebagai prioritas untuk memindahkan jenazah dan potongan badan pesawat.

  • Lokasi pencarian: sektor 1 dan 4 serta penyisiran di sektor 2 dan 3.
  • Tantangan: medan curam, jurang dalam, risiko longsor dan akses terbatas.
  • Upaya evakuasi: kombinasi evakuasi darat dan kesiapan evakuasi udara untuk mempersingkat waktu.
  • Jumlah penumpang dan kronologi singkat kecelakaan

    Pesawat ATR 42‑500 bernomor registrasi PK‑THT yang dioperasikan PT Indonesia Air Transport tercatat membawa 10 orang pada saat kecelakaan pada siang hari Sabtu, 17 Januari 2026. Pesawat dilaporkan jatuh di wilayah pegunungan Bulusaraung, memicu respon SAR darat dan udara yang intensif untuk mencari korban dan bangkai pesawat.

    Peran Basarnas dan kolaborasi tim SAR gabungan

    Basarnas memimpin operasi bersama sejumlah unsur: TNI AU, Polri, BPBD, relawan lokal, serta tim kesehatan dan DVI. Kepala Basarnas menekankan pentingnya koordinasi lintas instansi dalam kondisi medan sulit seperti ini, termasuk penyediaan transportasi udara untuk mendukung evakuasi cepat dan aman.

    Tindakan selanjutnya dan proses identifikasi

    Setelah proses evakuasi selesai, tim DVI Biddokes Polda Sulsel akan melakukan identifikasi forensik. Proses ini biasanya melibatkan pemeriksaan DNA, rekam medis, dan perbandingan data keluarga. Sambil menunggu hasil identifikasi, pihak posko meminta keluarga dan pihak terkait untuk bersabar dan menyediakan data relevan demi proses yang cepat dan akurat.

    Dampak dan perhatian publik

    Kecelakaan ini telah menarik perhatian luas, terutama karena kondisi medan yang mempersulit operasi SAR dan fakta bahwa sejumlah bagian pesawat dan korban ditemukan dalam kondisi terfragmentasi. Warga lokal dan keluarga korban menunggu informasi resmi lebih lanjut. Pihak berwenang terus memberikan update resmi melalui posko SAR dan aparat kepolisian.

    Poin penting yang perlu dicatat

  • Temuan korban ketiga menegaskan betapa berbahayanya medan pencarian; operasi masih berlanjut dan mungkin ada temuan tambahan.
  • Evakuasi menggunakan jalur udara diupayakan untuk mempercepat proses, namun bergantung pada kondisi cuaca dan teknis lapangan.
  • Proses identifikasi korban akan memerlukan waktu dan melibatkan tim DVI untuk memastikan keakuratan data.
  • Tim SAR meminta masyarakat untuk tidak menyebarkan foto atau video yang belum diverifikasi karena dapat mengganggu proses identifikasi dan meresahkan keluarga korban. Semua informasi resmi akan disampaikan melalui posko SAR dan instansi terkait setelah data lengkap tersedia.

    Exit mobile version