Dramatis! Persis Solo Selamatkan Diri di Menit Akhir — Penalti Gagal yang Menggema di Manahan

Drama di Manahan: Persis Solo Dipaksa Imbang Madura United 2-2

Solo — Laga pekan ini di Stadion Manahan menghadirkan drama sengit antara Persis Solo dan Madura United yang berakhir imbang 2-2, Jumat (13/2/2026). Pertandingan yang berlangsung penuh intensitas itu menyuguhkan momen penalti gagal, peluang sang algojo yang membentur tiang, dan gol penyeimbang dramatis di masa injury time yang menyelamatkan tuan rumah dari kekalahan.

Babak pertama: peluang terbuang dan penalti yang menentukan

Persis Solo memulai pertandingan dengan inisiatif menyerang, mendapat beberapa peluang emas—termasuk satu pemberian hadiah penalti—namun momentum awal itu gagal dikonversi menjadi keunggulan. Roman Paparyga yang maju sebagai eksekutor penalti melihat tendangannya ditepis oleh kiper Madura United, Dicky Indrayana.

Nasib kurang beruntung seolah menaungi Paparyga: tak lama setelah kegagalan penalti, ia kembali mengancam dengan tendangan mendatar yang sudah melewati kiper namun menghantam tiang gawang. Peluang demi peluang itu menjadi tanda bahwa Persis menguasai jalannya permainan, tetapi belum mampu menuntaskannya menjadi gol.

Madura United unggul lebih dulu

Pada menit ke-33, Madura United berhasil memecah kebuntuan. Dari titik putih, Junior Brandao mengambil tanggung jawab dan dengan tenang menaklukkan kiper Persis, Vukasin Vranes, untuk mengubah skor menjadi 1-0 bagi tim tamu. Gol ini menunjukkan efektivitas Madura United di momen krusial meski Persis lebih dominan dalam penguasaan bola.

Persis bangkit sebelum turun minum

Persis tidak menyerah. Sebelum jeda, skema sepak pojok yang dikirim Andrei Alba membuahkan hasil: Roman Paparyga menebus kesalahannya dengan sundulan tajam yang menggetarkan jala lawan. Gol itu menyamakan kedudukan menjadi 1-1 dan menutup babak pertama dengan harapan baru bagi Laskar Sambernyawa.

Babak kedua: Madura kembali memimpin

Pada paruh kedua, intensitas tetap tinggi. Madura United kembali unggul pada menit ke-66 melalui Jorge Mendonca, yang memanfaatkan bola liar di muka gawang untuk menyambar dan membawa timnya memimpin 2-1. Gol ini menambah tekanan bagi Persis, yang harus menggali tenaga dan strategi lebih untuk membalas.

Gol penyeimbang di injury time: Dusan Mijic jadi pahlawan

Ketika waktu hampir habis, Persis Solo mendapat peluang terakhir. Pada menit 90+2, terjadi kemelut di mulut gawang Madura United dan Dusan Mijic muncul sebagai penyelamat dengan memanfaatkan situasi tersebut menjadi gol penyeimbang. Tendangan Mijic memecah kebuntuan di menit-menit akhir dan memastikan laga ditutup dengan skor 2-2.

Implikasi klasemen dan analisis singkat

  • Persis Solo tetap berada di dasar klasemen dengan 12 poin dari 21 laga — hasil imbang ini tidak cukup untuk mengangkat posisi mereka.
  • Madura United ada di peringkat ke-14 dengan 19 poin — gagal meraih kemenangan di Manahan menahan laju mereka untuk naik ke zona aman lebih cepat.
  • Dari sisi permainan, Persis menunjukkan karakter pantang menyerah: mendominasi penguasaan bola dan terus mencipta peluang meski sempat kehilangan momentum akibat penalti yang gagal. Madura United, di sisi lain, tampil efisien pada momen krusial lewat eksekusi penalti dan penyelesaian peluang yang muncul dari bola mati atau situasi tak terduga.

    Pemain kunci dan faktor penentu

  • Roman Paparyga: dua momen berbanding — kegagalan penalti namun menebusnya dengan sundulan gol. Menunjukkan mentalitas yang tetap percaya diri setelah kesalahan.
  • Dicky Indrayana (kiper Madura): penyelamatan penalti yang penting untuk menjaga peluang tim tamu.
  • Dusan Mijic: gol penyelamat di injury time yang mengubah hasil akhir dan membawa satu poin berharga bagi Persis di kandang sendiri.
  • Catatan taktis singkat untuk pelatih

  • Persis perlu memperbaiki penyelesaian akhir di area kotak penalti—banyak peluang tercipta namun konversi minim.
  • Madura United efektif dengan skema pemanfaatan bola mati dan respons cepat terhadap bola liar; mempertahankan disiplin dalam transisi bertahan menjadi kuncinya.
  • Manajemen tekanan psikologis pasca-kegagalan penalti penting — Paparyga mampu bangkit, namun tim wajib mempunyai alternatif serangan untuk mengurangi ketergantungan pada satu eksekutor.
  • Agenda berikutnya

    Persis Solo akan mengincar perbaikan performa di laga – laga selanjutnya untuk keluar dari zona bawah klasemen. Sementara Madura United harus segera mengambil pelajaran dari hasil tanpa kemenangan ini agar tidak kehilangan momentum dalam perburuan poin di sisa musim.

    Suasana di Stadion Manahan malam itu penuh emosi: dari cemoohan hingga sorak sorai, semua mengiringi pertandingan yang tampil sebagai potret dramatisnya sepak bola Indonesia. Bagi suporter, satu poin kadang berubah menjadi kemenangan moral—sebuah titik pijakan untuk laga-laga berikutnya.