WartaExpress

Dramatis! Warga NTT Ditembak Brengsek Saat Bela Garis Perbatasan RI–Timor Leste – Simak Kronologinya

Situasi di perbatasan antara Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, dengan Distrik Oecusse, Timor Leste, kembali memanas setelah terjadi insiden penembakan yang menimpa seorang warga. Peristiwa ini terjadi pada Senin malam, 25 Agustus 2025, saat korban berupaya mempertahankan patok batas negara yang diduga telah mengalami pergeseran.

Kronologi Penembakan

Berdasarkan keterangan awal dari Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda NTT, Komisaris Besar Polisi Henry Novika Chandra, peristiwa tersebut benar-benar terjadi. Seorang warga Desa Inbate, Kecamatan Bikomi Nilulat, TTU, tiba-tiba ditembak oleh orang tak dikenal di kawasan yang berbatasan langsung dengan Distrik Oecusse.

Diduga Penyebab Pergeseran Patok

Menurut data yang beredar, insiden ini dipicu oleh dugaan pergeseran patok batas wilayah RI–Timor Leste sejauh 200 meter ke dalam wilayah Indonesia. Pergeseran ini diduga dilakukan oleh oknum warga Timor Leste, sehingga memicu ketegangan dan protes dari pihak Indonesia yang berusaha mempertahankan kedaulatan.

Pergeseran patok semacam ini bukan kali pertama terjadi, tetapi biasanya dapat diselesaikan melalui jalur diplomasi. Namun, tindakan penembakan menandai eskalasi serius yang mengancam stabilitas di kawasan perbatasan.

Respon Aparat Gabungan

Sejak laporan penembakan diterima, aparat gabungan TNI-Polri di NTT langsung dikerahkan untuk melakukan pengamanan area perbatasan. Mereka :

Meski demikian, hingga saat ini identitas korban belum dipublikasikan oleh aparat, untuk menghormati proses penyelidikan dan kondisi keluarga.

Ancaman Terhadap Rakyat dan Kedaulatan

Penembakan terhadap warga desa yang berani terlibat dalam pengukuhan batas wilayah menjadi peringatan bahwa sengketa perbatasan dapat berkembang menjadi aksi kekerasan. Beberapa hal yang menjadi sorotan :

Himbauan kepada Masyarakat

Polda NTT mengimbau agar warga di kawasan perbatasan tetap tenang dan tidak melakukan aksi sepihak yang dapat memancing emosi. Beberapa langkah pencegahan yang disarankan :

Langkah Diplomasi dan Penyelidikan

Sambil menunggu hasil penyelidikan, pemerintah daerah dan Kementerian Luar Negeri diminta untuk memperkuat jalur diplomasi dengan Timor Leste. Diplomasi bilateral diperlukan untuk :

Insiden ini menegaskan bahwa sengketa perbatasan bukan sekadar persoalan administrasi, melainkan juga soal nyawa dan keamanan warga. Penguatan pengamanan, sosialisasi hukum perbatasan, dan diplomasi konstruktif menjadi kunci mencegah ketegangan lebih lanjut di wilayah NTT–Timor Leste.

Exit mobile version