Duet Maut Jepang Gagalkan Indonesia di Semifinal M25 Bali, Ternyata Ini Senjata Rahasianya!

Performa Gemilang Isomura/Nakagawa di Semifinal M25 Bali

Pada Jumat malam, 15 Agustus 2025, pasangan gado-gado Anthony Susanto (Indonesia) dan Alexander Chang (Amerika Serikat) harus mengakui keunggulan unggulan kedua dari Jepang, Kokoro Isomura dan Shunsuke Nakagawa, dalam semifinal turnamen Amman Men’s World Tennis Championship seri keempat M25 Bali. Laga yang digelar di Lapangan A, Nusa Dua, Bali, berakhir dua set langsung bagi pasangan Negeri Sakura dengan skor 6-3, 6-1.

Kekuatan Ganda “Maut” Kokoro Isomura–Shunsuke Nakagawa

Isomura dan Nakagawa menunjukkan kekompakan dan konsistensi sejak bola pertama. Beberapa faktor kunci kesuksesan mereka :

  • Kekuatan servis : Nakagawa kerap mematahkan ritme Anthony/Chang berkat servis keras yang terukur, memaksa lawan bermain dari posisi bertahan.
  • Variasi net play : Isomura mahir menekan volley di depan net, memanfaatkan setiap kesempatan reli pendek untuk mengakhiri rally.
  • Kedisiplinan taktis : Pasangan Jepang menjaga persentase unforced error di bawah 15%, menunjukkan mental tangguh di momen krusial.

Di set pertama, mereka mampu membalikkan tekanan Anthony/Chang pada game ke-4 dan membangun keunggulan 3-1. Penutupan set pertama 6-3 memperlihatkan dominasi mereka dalam penguasaan baseline dan transisi ke net.

Analisis Set Kedua: 6-1 untuk Jepang

Memasuki set kedua, momentum benar-benar berpihak kepada Isomura/Nakagawa. Sedikit demi sedikit, mereka membungkam strategi Anthony/Chang :

  • Service return agresif : Anthony dan Chang hanya mampu merebut satu game berkat return ciamik yang membuat lawan kehilangan ritme.
  • Kesalahan pasangan tuan rumah : Tingginya tekanan rally panjang membuat Anthony melakukan 10 unforced error, 4 di antaranya terjadi pada game-game penting.
  • Pengelolaan tekanan : Nakagawa menutup set kedua dengan break pada game ke-5, lalu memetik game penutup 6-1 melalui passing shot yang sulit dijangkau Anthony.

Hasil akhir set kedua menegaskan kesenjangan performa, sekaligus mematahkan peluang duo Merah Putih untuk memasuki final.

Strategi Anthony Susanto dan Alexander Chang

Anthony Susanto dan Alexander Chang sebenarnya sudah menyiapkan rencana permainan agresif:

  • Chang: Mengandalkan servis slice dan flat, berusaha meredam pengembalian bola cepat dari Jepang.
  • Susanto: Memanfaatkan kemampuan net play, sering melakukan poach (perpindahan cepat ke net) untuk mengejutkan lawan.
  • Rotasi posisi agresif: Bolak-balik bertukar posisi forehand/backhand untuk mengacaukan pola pertahanan lawan.

Namun kenyataannya, agresi tersebut gagal menembus garis pertahanan Isomura/Nakagawa yang konsisten menutup sudut lapangan, memaksa Anthony/Chang melakukan reli panjang hingga kelelahan.

Dampak Hasil Ini bagi Pasangan Indonesia

Meski gagal ke final, pencapaian semifinal M25 Bali tetap menjadi bukti kemajuan ganda campuran Indonesia di tingkat internasional. Keberhasilan mencapai empat besar menegaskan :

  • Peningkatan peringkat ATP/WTA bagi Anthony dan Chang.
  • Penambahan pengalaman tanding melawan pemain top Jepang.
  • Peluang undangan ke turnamen level Challenger atau ATP 250 untuk Susanto dan Chang.

Gayung bersambut, PSSI Tenis Meja Indonesia dan PB Pelti tampaknya perlu mempertimbangkan anggaran tambahan untuk pelatnas ganda Putra, mengingat potensi pengembangan juri net play dan kekuatan servis di level internasional.

Final M25 Bali: Duel Jepang vs Selandia Baru

Dengan kemenangan ini, Kokoro Isomura dan Shunsuke Nakagawa melaju ke final M25 Bali untuk menantang pasangan Alexander Klintcharov dan Ajeet Rai dari Selandia Baru. Klintcharov/Rai melaju ke final setelah menyingkirkan unggulan pertama, Lucca Castelnuovo (Swiss) dan Kaichi Uchida (Jepang), dengan skor straight set 6-4, 6-4.

Beberapa catatan sebelum final :

  • Rekor head-to-head : Belum ada pertemuan resmi antara kedua pasangan.
  • Faktor servis : Rai memiliki servis slice efektif, sementara Isomura/Nakagawa unggul di net play.
  • Prediksi atmosfer final : Lapangan A di Nusa Dua diprediksi penuh penonton, mayoritas mendukung Jepang karena kedekatan jadwal dengan Asian Games.

Harapan Indonesia untuk Turnamen Berikutnya

Kegagalan Anthony/Chang ke final menjadi bahan evaluasi tim pelatih Indonesia dalam mempersiapkan mental dan taktik ganda campuran. Berikut beberapa rekomendasi Warta Express :

  • Peningkatan sesi sparing melawan pasangan ganda top Asia dan Eropa.
  • Fokus penguatan core strength untuk mengurangi kelelahan pada rally panjang.
  • Simulasi comeback mental melalui kasus down 0-1 set di kompetisi latih internal.
  • Analisis video lebih mendalam terhadap pola servis dan pola net play Isomura/Nakagawa.

Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan pasangan gado-gado Indonesia bisa memperbaiki performa dan kembali meroket di turnamen M25 berikutnya.