WartaExpress

Garuda Muda Tumbang 0-7 vs China: Apa Saja Kesalahan Fatal yang Bikin Indonesia Dibantai?

Timnas Indonesia U-17 Dibantai China 7-0 di Indomilk Arena

Timnas Indonesia U-17 menelan kekalahan telak saat menjalani laga uji coba internasional melawan China di Indomilk Arena, Tangerang, Minggu malam 8 Februari 2026. Garuda Muda kalah 0-7 dalam sebuah pertandingan yang menampilkan dominasi teknis dan fisik tim tamu sejak menit-menit awal.

Babak pertama: China langsung tekan dan jauh unggul

China menunjukkan agresivitas yang tinggi sejak kick-off. Tekanan intens mereka langsung membuahkan gol pada menit ke-15 ketika Zhou Songyuan berhasil melewati barisan pertahanan Indonesia lalu menaklukkan kiper Noah Leo. Gol itu menjadi pembuka pesta bagi tim tamu.

Tak sampai sepuluh menit kemudian, pada menit ke-24, Wang Heyi menggandakan keunggulan setelah memanfaatkan celah di lini belakang Indonesia. Tekanan China tidak mereda; mereka terus menguasai tempo permainan dan mereduksi ruang gerak para pemain Indonesia.

Pada menit ke-42, Zhou Songyuan kembali mencetak gol setelah lolos dari tiga pemain bertahan — sebuah indikasi masalah organisasi pertahanan yang belum terselesaikan pada Garuda Muda. Dua menit setelahnya, Shuai Weihao menambah pundi gol lewat situasi kemelut di depan gawang, menutup babak pertama dengan skor 4-0 untuk China.

Babak kedua: rotasi, namun kebobolan tetap berlanjut

Memasuki babak kedua pelatih sementara Nova Arianto melakukan beberapa pergantian dengan tujuan meredam tekanan lawan dan memberi kesempatan pemain lain untuk menunjukkan kapasitasnya. Namun, pergantian tersebut belum mampu mengubah arah pertandingan.

Delapan menit memasuki babak kedua, Weigou memanfaatkan blunder lini belakang Indonesia untuk memperbesar keunggulan menjadi 5-0. Dominasi China makin kentara dan mereka terus menekan hingga menit-menit akhir.

Pemain pengganti Zhang Bolin menambah gol keenam pada menit ke-74, sebelum Ailikamu Yilihong menutup pesta gol China dengan sontekan mendatar pada injury time menit ke-92, menuntaskan kemenangan 7-0.

Analisis kelemahan Garuda Muda

  • Organisasi pertahanan rapuh: sering terjadi kehilangan marking dan kesalahan komunikasi antarbek yang dimanfaatkan pemain China untuk menembus barisan terakhir.
  • Kurang efektivitas penyelesaian akhir: meski sempat tercipta beberapa peluang dari sisi Indonesia, penyelesaian yang buruk membuat skor tidak mencerminkan usaha tim di beberapa fase.
  • Kematangan taktis: perbedaan tempo dan pemahaman game plan tampak jelas; China lebih matang dalam pengelolaan bola dan transisi serangan-bertahan.
  • Catatan performa individu

    Di kubu Indonesia, kiper Noah Leo beberapa kali dipaksa bekerja keras dan berulang kali kebobolan akibat situasi kemelut serta penetrasi berlapis dari pemain China. Sementara itu, beberapa pemain muda Indonesia menunjukkan inisiatif menyerang namun belum konsisten dalam penyelesaian akhir.

    Bagi China, nama-nama seperti Zhou Songyuan dan Wang Heyi menonjol lewat kemampuan dribel, kecepatan penetrasi, serta ketajaman di area penalti—mereka menjadi momok bagi pertahanan Garuda Muda sepanjang laga.

    Implikasi bagi persiapan Piala AFF U-17 2026

    Kekalahan telak ini harus menjadi alarm serius jelang Piala AFF U-17 2026. Tim pelatih perlu mengevaluasi sejumlah aspek teknis dan taktis, antara lain:

  • Rekonstruksi struktur pertahanan dan komunikasi lini belakang.
  • Peningkatan latihan finishing dan situasi bola mati untuk meningkatkan rasio konversi peluang menjadi gol.
  • Program fisik untuk meningkatkan daya tahan, kecepatan, dan kemampuan duel satu lawan satu sehingga mampu menahan tekanan dari tim yang lebih kuat secara fisik dan teknis.
  • Susunan pemain yang dimainkan

    Indonesia U-17 (start): Noah Leo; Putu Eka Yana, Shoyyo Himawan, Zidane Raditya; Dava Yunna, Fardan Farras, Farrel Luckyta, Handri Dimas, Miraj Rizky, Peres Akwila; Mierza Firjatullah.

    China U-17 (start): Qin Ziniu; Bian Weihao, Li Junpeng, Zhang Xuyou; Kuang Zhaolei, Nan Zixun, Pan Chaowei, Wang Heyi, Zhao Songyuan, Zhou Yunuo; Shuai Weihao.

    Rekomendasi langkah cepat dari sudut pandang pembinaan

  • Evaluasi intensif tim pelatih terhadap sistem pertahanan dan fase transisi; perbaikan pola pressing dan recovery run harus menjadi prioritas latihan.
  • Meningkatkan jumlah uji coba melawan tim dengan profil permainan cepat dan fisikal tinggi untuk membiasakan pemain menghadapi intensitas tinggi.
  • Program peningkatan mental dan ketangguhan kompetitif, termasuk simulasi tekanan pertandingan untuk mengurangi keputusan terburu-buru.
  • Ringkasan

    Hasil 0-7 ini menyakitkan, namun juga memberi gambaran jelas tentang gap kualitas yang harus diatasi. Garuda Muda tengah dalam fase pembangunan; kekalahan ini seharusnya menjadi titik evaluasi untuk memperbaiki aspek teknis, fisik, dan mental agar lebih siap menghadapi kompetisi resmi seperti Piala AFF U-17.

    Exit mobile version