Garuda Indonesia Perkuat Persiapan Haji 2026: Mockup Pesawat Diserahkan untuk Simulasi Manasik di Aceh
Garuda Indonesia Group menegaskan kembali peran strategisnya dalam mendukung pelaksanaan ibadah haji nasional dengan menyerahkan mockup pesawat Boeing 737-500 registrasi PK-GGD kepada Kementerian Agama untuk ditempatkan di Asrama Haji Kelas I Banda Aceh. Inisiatif ini dilakukan bersama Citilink dan GMF AeroAsia, sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem manasik di Aceh dan meningkatkan kualitas pembelajaran calon jamaah haji.
Fungsi mockup: simulasi perjalanan udara end-to-end
Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan, menjelaskan bahwa mockup pesawat akan dimanfaatkan sebagai sarana pelatihan manasik realistis yang mencakup seluruh rangkaian pengalaman perjalanan udara. Simulasi mencakup proses boarding, pengenalan kabin dan fasilitas pesawat, hingga prosedur pendaratan dan disembark di bandara tujuan. Dengan demikian, calon jamaah dapat memperoleh gambaran praktis tentang alur perjalanan, tata cara di dalam pesawat, dan prosedur operasional yang perlu dipahami sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Nilai tambah untuk calon jamaah Aceh
Kehadiran mockup di Asrama Haji Banda Aceh dianggap strategis mengingat kedekatan historis dan emosional antara masyarakat Aceh dan Garuda Indonesia. Glenny menyatakan bahwa fasilitas ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapan mental dan teknis calon jamaah, memberikan rasa percaya diri, serta mengurangi kecemasan yang kerap muncul menjelang perjalanan ibadah yang panjang dan kompleks.
Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menyampaikan apresiasi atas sumbangan Garuda dan Kementerian Agama. Menurutnya, mockup tidak hanya menjadi simbol hubungan historis tetapi juga sarana nyata yang dapat dimanfaatkan masyarakat Aceh untuk persiapan haji yang lebih baik.
Sejarah singkat pesawat PK-GGD dan nilai simbolisnya
Pesawat PK-GGD memiliki riwayat operasional yang panjang, dengan akumulasi jam terbang lebih dari 30 ribu jam sejak pertama kali beroperasi pada 1997. Pesawat ini sempat dioptimalkan oleh Citilink pada 2015, sehingga selain menjadi alat bantu pendidikan, PK-GGD juga membawa muatan historis yang memperkaya nilai simbolis penyerahan kepada Asrama Haji.
Peran Kementerian Agama dan dukungan operasional
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, meresmikan penempatan mockup di Asrama Haji Kelas I Aceh. Ia menilai fasilitas ini akan memperkaya rangkaian pembelajaran manasik dengan pendekatan yang lebih komprehensif, sehingga calon jamaah bisa berlatih prosedur perjalanan secara langsung dan lebih siap saat menghadapi situasi nyata di bandara maupun di atas pesawat.
Manfaat praktis bagi pelaksanaan manasik
Implikasi sosial dan budaya
Bagi masyarakat Aceh, program ini mempertegas hubungan historis dengan maskapai nasional dan menjadikan Asrama Haji sebagai pusat pendidikan haji yang lebih lengkap. Kehadiran fasilitas semacam ini juga dapat memperkuat kepercayaan publik terhadap proses pembinaan jamaah yang dilakukan pemerintah dan mitra sektor swasta.
Aspek teknis dan kelayakan penggunaan
Koordinasi lintas instansi
Kegiatan ini menyoroti pentingnya sinergi antara Garuda Indonesia, Kementerian Agama, pemerintah daerah (provinsi Aceh), dan pemangku kepentingan lainnya. Koordinasi yang baik akan memastikan mockup dimanfaatkan secara optimal, program pelatihan manasik terintegrasi, serta hasilnya berdampak positif pada kesiapan jamaah di lapangan.
Rekomendasi implementasi pelatihan manasik menggunakan mockup
Pantauan ke depan
Kehadiran mockup pesawat PK-GGD di Asrama Haji Aceh merupakan langkah nyata menuju peningkatan kualitas pembinaan calon jamaah haji. Pemantauan efektivitas pemanfaatannya akan menjadi indikator penting untuk menentukan perluasan program serupa ke daerah lain, serta bagaimana kolaborasi antara Garuda Indonesia dan pihak berwenang dapat terus ditingkatkan demi kenyamanan dan keselamatan jamaah.
