WartaExpress

Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Pulau Doi Halmahera: Ini Alasan BMKG Jamin Tanpa Tsunami!

Pada Minggu malam, warga Halmahera Utara dikejutkan oleh gempa berkekuatan magnitudo 5,0 yang mengguncang wilayah Pulau Doi. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat peristiwa ini terjadi tepat pada pukul 22.03 WIB, menandai satu lagi momen penting dalam catatan kegempaan Maluku Utara.

Detil Teknis Gempa

Data ini dipublikasikan oleh BMKG melalui laman resmi mereka untuk memastikan transparansi informasi kegempaan kepada publik.

Potensi Tsunami dan Pernyataan BMKG

Segera setelah mengguncang, BMKG menegaskan bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan gelombang tsunami. Pernyataan resminya menyebutkan:

Masyarakat di pesisir diminta tidak panik, namun tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan yang sering terjadi setelah gempa utama.

Imbauan Kesiapsiagaan Masyarakat

Walaupun tidak berpotensi tsunami, BMKG mengimbau warga untuk melakukan langkah-langkah kesiapsiagaan:

Kemungkinan Gempa Susulan

Gempa susulan (aftershock) kerap muncul dalam 24 hingga 72 jam setelah kejadian utama. BMKG merekomendasikan:

Dampak Awal dan Kondisi Terkini

Hingga saat ini belum ada laporan kerusakan bangunan maupun korban jiwa. Beberapa warga melaporkan getaran dirasakan kuat di tepi pantai, namun kondisi infrastrukturnya masih utuh. Fasilitas seperti sekolah dan kantor desa verifikasi kerusakan ringan, beberapa plafon retak dan keramik bergeser.

Peran BMKG dan Instansi Terkait

BMKG terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan instansi terkait lainnya untuk:

Tips Menghadapi Gempa di Wilayah Pesisir

Bagi warga pesisir utara Halmahera Utara, beberapa tips praktis dapat meningkatkan kesiapsiagaan:

Karena wilayah Halmahera Utara masuk dalam Cincin Api Pasifik, potensi gempa tetap ada. Warga diimbau memanfaatkan informasi resmi dan menjalankan prosedur tanggap darurat secara disiplin. Semoga langkah-langkah antisipatif ini membantu menjaga keselamatan dan meminimalkan dampak bencana di masa mendatang.

Exit mobile version