WartaExpress

Harga TBS Sawit Kaltim Ambruk Januari 2026 — Petani Muda Jadi Korban Terbesar, Begini Dampaknya

Harga TBS Kelapa Sawit di Kaltim Anjlok pada Januari 2026: Petani Muda Paling Terkena Dampak

Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Kalimantan Timur mengalami penurunan tajam pada periode 1–15 Januari 2026. Koreksi ini selaras dengan turunnya harga crude palm oil (CPO) global yang tercatat melemah 1,18% sehingga mendorong harga jual TBS terkoreksi hingga Rp 3.175,54 per kilogram untuk kelompok umur tertentu. Tekanan paling besar dirasakan oleh TBS yang dipanen dari pohon berusia muda, yang kini mencatat penurunan paling signifikan dibandingkan kelompok umur lainnya.

Data harga dan perbandingan periode sebelumnya

Berdasarkan penetapan yang dilakukan tim penetapan harga TBS Provinsi Kaltim — yang melibatkan Dinas Perkebunan, perwakilan kelompok pekebun, serta perusahaan sawit — harga CPO pada 1–15 Januari 2026 tercatat sebesar Rp 13.886,58/kg. Angka ini turun dari periode 16–31 Desember 2025 yang berada di Rp 13.921,45/kg. Dampak koreksi CPO ini tercermin langsung pada penurunan harga TBS yang rata‑rata menurun beberapa puluh hingga ratus rupiah per kilogram tergantung umur tanaman.

Rincian penurunan menurut umur pohon

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perkebunan Kaltim, Ahmad Muzakkir, merinci harga TBS berdasarkan umur tanaman sebagai berikut:

  • TBS umur 3 tahun: Rp 2.796,53/kg (turun dari Rp 2.828,62/kg)
  • TBS umur 4 tahun: Rp 2.982,31/kg (turun dari Rp 3.017,16/kg)
  • TBS umur 5 tahun: Rp 3.000,36/kg (turun dari Rp 3.035,81/kg)
  • TBS umur 6 tahun: Rp 3.032,69/kg (turun dari Rp 3.068,35/kg)
  • TBS umur 7 tahun: Rp 3.051,54/kg (turun dari Rp 3.087,25/kg)
  • TBS umur 8 tahun: Rp 3.073,93/kg (turun dari Rp 3.110,35/kg)
  • TBS umur 9 tahun: Rp 3.138,69/kg (turun dari Rp 3.176,20/kg)
  • Sementara itu, harga Rp 3.175,54/kg disebutkan untuk TBS dari pohon umur 10 tahun ke atas, dan harga untuk kelompok umur di bawahnya cenderung lebih rendah. Perlu dicatat bahwa daftar harga yang diumumkan berlaku khusus untuk kebun plasma, kebun kemitraan, dan kebun swadaya yang bermitra dengan pabrik sesuai ketentuan Permentan.

    Mengapa TBS usia muda paling terpukul?

    TBS dari pohon berumur muda umumnya memiliki produktivitas per tandan dan kualitas buah yang berbeda dibandingkan pohon produktif usia dewasa. Saat harga CPO turun, margin keuntungan bagi pabrik dan pembeli TBS ikut tertekan sehingga mereka cenderung menawar dengan harga lebih rendah untuk buah—terutama yang kualitasnya belum optimal. Selain itu, biaya logistik dan pengolahan yang relatif tetap membuat penurunan harga lebih terasa pada kelompok TBS berumur muda.

    Dampak ekonomi bagi petani plasma dan masyarakat

    Penurunan harga TBS berpengaruh langsung pada pendapatan petani plasma dan petani kecil yang menggantungkan hidup pada hasil panen sawit. Pendapatan yang turun dapat menekan likuiditas petani untuk memenuhi kebutuhan operasional kebun seperti pupuk, perawatan, hingga tenaga kerja. Jika kondisi ini berlangsung berkepanjangan, ada risiko penurunan intensitas pemeliharaan kebun yang justru menekan produktivitas di masa mendatang.

    Peran tim penetapan harga dan mekanisme pengaturan

    Tim penetapan harga yang melibatkan lintas sektor dibentuk untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan pekebun dan pabrik. Tujuannya adalah mencegah penetapan harga yang merugikan salah satu pihak secara signifikan. Mekanisme ini juga mengacu pada regulasi yang berlaku dan mempertimbangkan fluktuasi pasar CPO, biaya produksi, serta kondisi pasar lokal agar hasil akhir harga TBS tetap dapat diterima oleh semua pihak terkait.

    Strategi mitigasi yang bisa dilakukan

  • Optimalisasi proses panen dan pengolahan untuk meningkatkan mutu tandan sehingga mendapat harga lebih baik.
  • Peningkatan efisiensi logistik dan kolaborasi antarpekebun untuk menekan biaya transportasi.
  • Diversifikasi pendapatan petani melalui tanaman sela atau usaha agribisnis untuk mengurangi ketergantungan penuh pada TBS.
  • Peningkatan akses pembiayaan lunak agar petani tetap dapat melakukan pemeliharaan kebun meski pendapatan menurun sementara.
  • Apa arti penetapan harga bagi industri sawit Kaltim?

    Penetapan harga yang transparan dan berbasis lintas sektor penting agar dinamika pasar tidak menimbulkan konflik sosial. Di tingkat provinsi seperti Kaltim, kebijakan harga TBS menjadi indikator kesehatan pasar sawit lokal. Penurunan sementara harus dikelola agar tidak memicu dampak sosial ekonomi yang meluas, terutama di kawasan yang sangat bergantung pada komoditas ini.

    Catatan untuk pembaca dan pelaku usaha

  • Bagi petani: pantau terus pengumuman harga TBS dan lakukan pencatatan biaya produksi untuk mengetahui titik impas.
  • Bagi pembeli/pabrik: pertimbangkan program kemitraan yang berkelanjutan untuk menjaga kualitas pasokan dan stabilitas sosial.
  • Bagi pembuat kebijakan: dukung skema bantuan dan kredit mikro saat terjadi koreksi harga agar rantai pasokan tetap sehat.
  • Situasi ke depan

    Pendekatan kolektif antara pemerintah daerah, asosiasi pekebun, dan pihak industri diperlukan untuk merespons fluktuasi harga CPO global. Monitoring ketat dan intervensi yang tepat dapat membantu menstabilkan pasar lokal sehingga petani—terutama pemilik kebun plasma dan swadaya—tidak tertekan berlebihan oleh gejolak harga internasional.

    Exit mobile version