Heboh! Bitcoin Tembus $119.000, Altcoin Meledak 12% – Rahasia Rally Ini Terungkap!

Pasca rilis data inflasi AS (CPI) untuk Juli 2025 yang menunjukkan kenaikan tahunan 2,7% (lebih rendah dari ekspektasi 2,8%), pasar kripto dan saham di Amerika Serikat langsung merespons positif. Bitcoin (BTC) melesat dari sekitar US$118.000 ke US$119.000, sementara sejumlah altcoin mencatat lonjakan harga dua digit. Di sisi lain, indeks saham S&P 500 dan Nasdaq bahkan menorehkan rekor penutupan tertinggi, mengisyaratkan optimisme investor terhadap prospek pemangkasan suku bunga The Fed di September mendatang.

Kinerja Bitcoin setelah CPI AS

Bitcoin, aset kripto pionir, berhasil menembus level psikologis US$119.000 dalam 24 jam terakhir. Pergerakan ini menunjukkan:

  • Kenaikan dari US$118.000 ke US$119.000 (naik sekitar 0,8%);
  • Volume perdagangan harian yang meningkat 15%, menandakan minat beli agresif;
  • Dominasi pasar Bitcoin (market cap) yang membaik, dari 49% menjadi 50,5% dalam semalam.
  • Meski fluktuasi harian biasanya berkisar antara 1–2%, reli kali ini dipicu langsung oleh ekspektasi penurunan suku bunga The Fed, yang membuat aset berisiko (risk-on assets) kembali diminati.

    Altcoin “Ngamuk”: Ethereum, Solana, dan Chainlink Naik Pesat

    Tidak hanya Bitcoin yang menguat, beberapa altcoin unggulan mencatat lonjakan signifikan dalam 24 jam terakhir:

  • Ethereum (ETH) melonjak 7%, menembus bursa US$4.600 per koin;
  • Solana (SOL) menguat lebih dari 12%, didorong oleh optimisme terhadap ekosistem DeFi dan NFT;
  • Chainlink (LINK) naik 12–13%, seiring peningkatan adopsi oracle di berbagai proyek smart contract.
  • Kenaikan altcoin ini menandakan perbaikan sentimen pasar kripto secara luas: investor tidak hanya mengincar safe haven seperti Bitcoin, tetapi juga potensi pertumbuhan di token-token berkapitalisasi menengah.

    Rekor Baru di Bursa Saham AS

    Sentimen positif tidak hanya terbatas pada kripto. Data CPI yang lebih baik mendorong indeks saham utama AS untuk mencetak rekor tertinggi:

  • S&P 500 naik 1,1%, kembali menembus level psikologis penting;
  • Nasdaq Composite menguat 1,4%, ditopang lonjakan harga saham Big Tech;
  • Dow Jones Industrial Average (DJIA) menanjak 1,1%, mendekati puncak tertinggi sejak Desember tahun lalu.
  • Penguatan bursa ini diperkuat oleh pelemahan dolar AS, yang memberikan ruang bagi arus modal masuk ke aset ekuitas dan kripto.

    Prospek Pemangkasan Suku Bunga The Fed

    Berdasarkan data CME FedWatch, probabilitas The Fed akan memangkas suku bunga Fed Funds Rate pada pertemuan September 2025 melonjak menjadi 90% (sebelumnya 84%). Faktor utama yang memengaruhi ekspektasi ini antara lain:

  • Inflasi headline CPI yang terkendali (2,7% YoY);
  • Keyakinan bahwa penurunan suku bunga akan menjaga momentum pemulihan ekonomi;
  • Dukungan kebijakan moneter longgar di tengah potensi pelemahan ekonomi global.
  • Kebijakan suku bunga lebih rendah biasanya berdampak positif pada aset berisiko, karena biaya pinjaman turun dan likuiditas di pasar meningkat.

    Detail Inflasi AS: Headline vs Core CPI

    Meskipun headline CPI menunjukkan tren penurunan, data inflasi inti (Core CPI) justru mengindikasikan tekanan yang masih persisten:

  • Core CPI naik 3,1% YoY (di atas ekspektasi 3,0% dan naik dari 2,9% pada Juni);
  • Inflasi bulanan CPI tercatat +0,2%;
  • Core CPI bulanan meningkat +0,3%, sedikit di atas bulan sebelumnya.
  • Kondisi ini menimbulkan dualitas sentimen: meski harga konsumen secara umum melambat, tekanan inti di sektor non-pangan dan non-energi masih memerlukan pengawasan ketat oleh The Fed.

    Pendorong Rally: Big Tech dan Investasi di AI

    Di tengah optimisme suku bunga, sektor teknologi memegang peran kunci:

  • Investasi besar perusahaan seperti Nvidia, Microsoft, dan Apple di AI, cloud computing, dan data center terus menarik aliran dana investor;
  • Kinerja saham teknologi yang memimpin kenaikan Nasdaq, mencerminkan harapan akan pertumbuhan jangka panjang di sektor ini;
  • Sentimen positif di kripto, khususnya pada token yang berkaitan dengan Web3 dan decentralized finance (DeFi).
  • Rekomendasi Strategi Portofolio

    Para analis menganjurkan diversifikasi antara aset kripto dan saham AS, mempertimbangkan profil risiko masing-masing investor. Beberapa strategi praktis:

  • Manfaatkan platform terintegrasi (seperti Reku) yang menyediakan akses ke kripto dan saham AS dalam satu akun;
  • Gunakan fitur “Packs” untuk diversifikasi portofolio secara otomatis, mengalokasikan dana ke aset dengan performa terbaik;
  • Perhatikan risk management: sesuaikan porsi alokasi antara aset berisiko (kripto) dan saham blue-chip;
  • Ikuti rebalancing berkala untuk menjaga komposisi portofolio sejalan dengan pergerakan pasar.
  • Dengan mekanisme otomatisasi dan diversifikasi, investor dapat memanfaatkan momentum risk-on sekaligus membatasi potensi kerugian jika pasar berbalik arah.