WartaExpress

Istana Wapres IKN Rampung 100%: Fakta Mengejutkan soal Biaya, Luas, dan Fitur Hemat Energi yang Perlu Anda Tahu

Pembangunan fisik Istana Wakil Presiden (Wapres) di Kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, kini telah mencapai 100 persen. Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, yang memaparkan detail progres, skala proyek, hingga konsep arsitektural yang diusung. Sebagai wartawan yang sering memantau perkembangan proyek nasional, saya menyajikan rangkuman teknis dan implikasi praktis dari pencapaian ini untuk pembaca Warta Express.

Angka‑angka proyek: luasan, nilai, dan cakupan

Istana Wapres menempati lahan seluas 148.417 meter persegi dengan luasan bangunan mencapai 32.061 meter persegi. Nilai kontrak pengerjaan yang dilaporkan berada di kisaran Rp1,457 triliun. Angka‑angka ini menggambarkan skala konstruksi yang bukan sekadar bangunan representatif, tetapi juga kompleksitas teknis dan logistik yang tinggi, mulai dari struktur, mekanikal elektrikal (MEP), hingga finishing interior yang kini sedang dipacu.

Fokus pekerjaan kini: furnitur dan interior

Menurut Basuki, setelah rampungnya struktur fisik, tahap saat ini berfokus pada pengadaan mebel dan penyempurnaan interior. Penanggung jawab pengadaan perabot untuk Istana Presiden dan Wakil Presiden adalah Sekretariat Negara. Tahap interior krusial karena menentukan fungsi ruang kerja, protokol tamu kenegaraan, keamanan, hingga kenyamanan penggunaan harian. Keberhasilan tahap ini bergantung pada koordinasi logistik, standar keamanan, serta kesiapan sumber daya manusia untuk instalasi sistem canggih seperti kontrol akses dan jaringan komunikasi aman.

Konsep arsitektur: ‘huma betang umai’ dan kearifan lokal

Istana Wapres mengusung konsep “huma betang umai”, istilah Dayak yang menggambarkan rumah panggung panjang khas Kalimantan. Konsep ini bukan sekadar estetika; ia mengintegrasikan nilai budaya lokal sekaligus prinsip arsitektur pasif yang menyesuaikan dengan iklim tropis. Penggunaan orientasi bangunan terhadap sumbu barat‑timur, sistem ventilasi silang, serta pendingin hibrida menunjukkan upaya mengurangi beban pendinginan mekanis dan meningkatkan kenyamanan termal alami.

Teknologi hemat energi dan desain pasif

Beberapa fitur teknis yang diaplikasikan antara lain:

  • Pendingin hibrida: kombinasi ventilasi alami dan sistem pendingin mekanis yang bekerja secara efisien, sehingga konsumsi energi dapat diminimalkan.
  • Orientasi sumbu barat‑timur: meminimalkan paparan matahari langsung pada permukaan fasad utama untuk mengurangi panas masuk.
  • Isolasi dan material lokal: penggunaan material dan teknik konstruksi yang memperhatikan sifat termal serta pengaruh lingkungan setempat.
  • Manfaat lingkungan dan kesehatan pengguna

    Basuki menekankan bahwa bangunan didesain hemat energi dan tidak konsumtif demi lingkungan dan kesehatan penghuni. Desain yang baik akan mengurangi kebutuhan pendinginan aktif, menurunkan emisi akibat konsumsi listrik, serta meningkatkan kualitas udara dalam ruangan—terutama dengan sistem Air Quality dan filtrasi yang tepat pada ruang‑ruang protokol.

    Peran lokal dan produksi in‑house

    Pembangunan infrastruktur IKN, termasuk Istana‑istana, melibatkan integrasi sumber daya lokal dan nasional. Produksi beberapa komponen dilakukan di fasilitas yang terorganisir untuk mempercepat pasokan. Hal ini sekaligus mendukung peningkatan kapasitas tenaga kerja lokal serta transfer teknologi kontruksi berskala besar, meski untuk mebel dan detail interior tetap melibatkan vendor khusus yang memenuhi standar protokol negara.

    Jadwal lanjutan dan target penyelesaian ekosistem pemerintahan

    Meski pembangunan fisik Istana Wapres selesai, Basuki menyampaikan bahwa penyempurnaan interior dan pengadaan mebel masih berlanjut. Skala IKN lebih luas: seluruh infrastruktur, sarana hunian dan perkantoran, serta infrastruktur inti ekosistem pemerintahan—termasuk fasilitas legislatif dan yudikatif—diharapkan rampung pada 2028. Target ini menuntut manajemen proyek yang ketat pada rantai pasok, kualitas pengerjaan, dan mitigasi risiko cuaca serta logistik di wilayah Kalimantan.

    Aspek keamanan, kebijakan, dan tata kelola

    Istana yang representatif juga harus memenuhi standar keamanan tinggi: perlindungan struktural, jaringan komunikasi aman, sistem monitoring, serta kontrol akses berlapis. Dari sisi tata kelola, integrasi protokol negara dengan pengelolaan aset dan pemeliharaan rutin menjadi kunci agar fasilitas bisa beroperasi sesuai fungsi jangka panjang tanpa menimbulkan beban biaya pemeliharaan yang tidak proporsional.

    Dampak ekonomi lokal dan peluang lapangan kerja

    Proyek IKN menyebarkan efek ekonomi ke daerah sekitar: tenaga kerja konstruksi, penyedia material, logistik, dan jasa pendukung mengalami peningkatan permintaan. Setelah fase konstruksi, muncul peluang sektor jasa, perawatan fasilitas, hospitality pemerintahan, dan UMKM lokal yang dapat menjadi bagian dari rantai nilai baru di Penajam Paser Utara dan sekitarnya.

    Hal‑hal yang perlu diawasi publik

  • Transparansi pengadaan dan penggunaan anggaran, khususnya pada tahap finishing dan pengadaan perabotan skala tinggi.
  • Kualitas pekerjaan interior dan integrasi sistem teknis yang berpengaruh pada kenyamanan dan keamanan operasional jangka panjang.
  • Kelanjutan program pengembangan infrastruktur pendukung yang memastikan aksesibilitas IKN dan kehidupan sosial ekonomi warga lokal.
  • Pencapaian 100 persen pembangunan fisik Istana Wapres adalah tonggak awal yang penting, namun bukan akhir. Proses berikutnya—penyempurnaan interior, pengadaan perabot protokoler, instalasi sistem teknologi, hingga uji fungsi operasional—yang akan menentukan kesiapan Istana sebagai pusat kegiatan pemerintahan. Warta Express akan terus memantau perkembangan implementasi teknis dan kebijakan terkait IKN, termasuk fase serah terima, uji kelayakan, dan kesiapan operasional yang akan diumumkan Sekretariat Negara dan Otorita IKN dalam waktu dekat.

    Exit mobile version