WartaExpress

Kabut Asap Parah di Jambi: 2 Pesawat Dialihkan, Bandara Nyaris Tutup — Ini Imbauan Darurat untuk Penumpang

Kabut asap ganggu penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi: situasi, dampak, dan imbauan penting

Pada Selasa sore, 25 Agustus 2026, operasional Bandara Sultan Thaha Jambi terganggu akibat kabut asap yang menurunkan jarak pandang di area bandaranya. Informasi ini disampaikan oleh General Manager Bandara, Ardon Marbun, setelah pemantauan menunjukkan fluktuasi jarak pandang signifikan antara pukul 14.00 hingga 15.00 WIB. Peristiwa ini bukan sekadar gangguan lokal: ia berimplikasi langsung pada jadwal penerbangan dan keselamatan operasional, sehingga penumpang dan pihak terkait perlu mengikuti perkembangan secara ketat.

Perkembangan jarak pandang selama insiden

Berdasarkan pengamatan petugas bandara, kondisi jarak pandang mengalami perubahan cepat pada rentang waktu tersebut. Data yang dicatat adalah sebagai berikut:

  • Pukul 14.00 WIB: jarak pandang sekitar 1.500 meter;
  • Pukul 14.30 WIB: turun menjadi 1.000 meter;
  • Pukul 15.00 WIB: turun lagi hingga 800 meter;
  • Setelah periode penurunan ini, jarak pandang sempat membaik menjadi sekitar 1.200 meter. Perubahan cepat semacam ini menunjukkan karakter fluktuatif dari kabut asap, yang bergantung pada arah angin, intensitas sumber api, dan kondisi atmosfer lokal.

    Dampak pada jadwal penerbangan

    Penurunan jarak pandang mengakibatkan pengalihan dua penerbangan yang seharusnya mendarat di Bandara Sultan Thaha Jambi. Rinciannya:

  • Penerbangan Garuda Indonesia GA 128 rute Jakarta (CGK) – Jambi (DJB), dijadwalkan tiba pukul 13.40 WIB, dialihkan ke Bandara Hang Nadim Batam;
  • Penerbangan Citilink QG 966 rute Jakarta – Jambi, dijadwalkan tiba pukul 15.20 WIB, dialihkan ke Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang.
  • Meski ada pengalihan kedatangan, Ardon Marbun menyatakan tidak tercatat keterlambatan signifikan pada penerbangan yang berangkat dari Bandara Sultan Thaha Jambi hingga laporan disampaikan. Namun pengalihan rute tentu berdampak pada operasional maskapai, biaya logistik, dan kenyamanan penumpang.

    Penyebab dan konteks karhutla

    Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Provinsi Jambi beberapa hari belakangan berkaitan erat dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih berlangsung di beberapa area. Penyebab utama karhutla sering mencakup pembukaan lahan dengan api, kondisi kemarau, dan kombinasi faktor angin yang membawa asap ke wilayah permukiman dan infrastruktur transportasi. Dalam kondisi seperti ini, bandara berada pada posisi rentan karena kriteria keselamatan penerbangan sangat bergantung pada jarak pandang dan kualitas udara.

    Konsekuensi keselamatan penerbangan

    Jarak pandang merupakan parameter kritis terutama saat fase pendekatan dan pendaratan pesawat. Ketika jarak pandang turun di bawah ambang tertentu, prosedur keselamatan memaksa pilot dan otoritas penerbangan untuk mengalihkan pendaratan ke bandara alternatif atau menunda operasi. Keputusan tersebut bertujuan melindungi keselamatan penumpang dan awak pesawat, meski menimbulkan gangguan jadwal.

    Imbauan kepada penumpang dan masyarakat

  • Calon penumpang diminta memantau status penerbangan melalui maskapai masing-masing sebelum berangkat ke bandara;
  • Siapkan kemungkinan pengalihan rute atau perubahan jadwal—persiapkan kontak darurat dan rencana alternatif;
  • Bagi warga sekitar yang terdampak kabut asap, disarankan menggunakan masker, mengurangi aktivitas luar ruangan, dan mengikuti imbauan kesehatan setempat;
  • Jika terpaksa bepergian udara, periksa kesiapan asuransi perjalanan terkait penundaan atau pembatalan penerbangan.
  • Langkah otoritas dan koordinasi

    Pihak bandara terus memantau kondisi meteo dan jarak pandang, serta menjaga komunikasi intens dengan otoritas penerbangan, maskapai, dan instansi penanggulangan karhutla. Langkah-langkah yang biasanya diambil meliputi pemantauan terus-menerus, penyiapan bandara alternatif, dan koordinasi evakuasi atau penanganan medis jika diperlukan. Di tingkat wilayah, penanganan karhutla melibatkan sejumlah instansi mulai dari pemerintah daerah, dinas kehutanan, hingga tim pemadam kebakaran dan satuan tugas darurat lainnya.

    Apa yang perlu diperhatikan ke depan

    Frekuensi kejadian kabut asap yang mempengaruhi operasi publik menunjukkan kebutuhan perbaikan jangka panjang: pencegahan dan penegakan hukum terhadap praktik pembukaan lahan dengan api, peningkatan kapasitas deteksi dini, serta rencana mitigasi yang terintegrasi antara sektor kesehatan, transportasi, dan lingkungan. Sementara itu, untuk situasi operasional, fleksibilitas dalam penjadwalan penerbangan dan kesiapan bandara cadangan tetap menjadi kunci untuk menjaga keselamatan dan meminimalkan gangguan layanan.

    Informasi resmi dan kontak

    Pihak Bandara Sultan Thaha Jambi mengimbau semua pihak untuk mengikuti informasi resmi melalui website bandara, akun media sosial resmi, dan notifikasi dari maskapai penerbangan. Untuk keadaan darurat atau informasi lebih lanjut, penumpang dianjurkan menghubungi layanan pelanggan maskapai atau call center bandara.

    Exit mobile version