Sate dan Keripik Singkong Bikin Bintang Korea Jatuh Cinta: Cerita Kuliner Kim Seon Ho dan Go Youn Jung di Jakarta
Jakarta semalam dipenuhi sorak-sorai ketika Kim Seon Ho dan Go Youn Jung turun panggung dalam fan event drama “Can This Love Be Translated?” di The Hall, Kasablanka. Selain chemistry mereka yang memikat penggemar, momen paling hangat justru datang ketika kedua bintang itu membagikan pengalaman kuliner mereka di Indonesia. Kesan mereka? Sangat bersahabat — dan sangat mengangkat kebanggaan kuliner lokal.
Kim Seon Ho: “Saya makan 10 tusuk sate”
Pernyataan sederhana namun menggemparkan: Kim Seon Ho mengaku mencicipi sate di Indonesia dan langsung tergila-gila. “Yang pertama saya coba sate. Saya makan 10 tusuk,” ujarnya sambil disambut gelak tawa dan sorakan penonton. Bagi banyak penggemar, momen ini terasa spesial bukan sekadar karena angka 10 tusuk, tetapi karena aktor itu menunjukkan apresiasi nyata terhadap hidangan lokal — sesuatu yang selalu diterima hangat oleh publik Indonesia.
Secara tak langsung, pengakuan semacam ini berfungsi sebagai endorsement kuat bagi kuliner Nusantara — khususnya bagi generasi muda dan turis Asia yang sering mengikuti tren selebritas Korea.
Go Youn Jung: cinta pada keripik singkong Bali
Tidak kalah manis, Go Youn Jung mengungkapkan kegemarannya pada camilan khas Indonesia: keripik singkong. Ia bercerita bahwa saat berkunjung ke Bali, ia sempat mencicipi keripik singkong yang menurutnya renyah dan lezat. Pengakuan ini menambah nuansa hangat dalam event, menunjukkan bahwa apresiasi mereka pada Indonesia tidak hanya sebatas formalitas promosi, tetapi juga pengalaman pribadi yang tulus.
Fan event: lebih dari sekadar promosi drama
Acara yang diinisiasi oleh Netflix ini dirancang untuk mempererat hubungan antara artis dan penggemar, sekaligus memperkenalkan konten baru. Saat Kim Seon Ho dan Go Youn Jung membahas makanan favorit mereka, suasana jadi lebih akrab dan personal. Mereka juga membahas karakter masing-masing dalam drama: Kim sebagai penerjemah jenius yang canggung soal cinta, Go Youn Jung sebagai aktris yang tampak kuat di luar namun rapuh di dalam — gambaran karakter yang makin membuat penonton terhubung secara emosional.
Apa arti momen ini bagi pariwisata kuliner Indonesia?
Momen dua pemain Korea ini menyukai makanan Indonesia punya beberapa implikasi nyata. Pertama, exposure internasional — tiap kali selebritas besar memuji kuliner lokal, kesempatan promosi negara meningkat tanpa biaya besar. Kedua, dorongan wisata kuliner: penggemar yang ingin ‘mengikuti jejak’ idolanya cenderung memasukkan destinasi kuliner ke dalam itinerary mereka. Ketiga, peluang bisnis: produsen makanan ringan lokal atau penjual sate bisa memanfaatkan momentum untuk memperluas pasar, bahkan mencoba strategi ekspor atau kolaborasi merek.
Reaksi penggemar dan media sosial
Sesaat setelah pernyataan keduanya, tagar terkait event langsung ramai di media sosial. Fans membagikan video reaksi, meme lucu tentang “10 tusuk sate”, dan foto-foto momen manis mereka. Reaksi ini memperpanjang umur berita, menjadikannya bahan konsumsi yang terus beredar di jagat maya — suatu hal yang bernilai bagi promosi jangka panjang.
Tindakan yang bisa diambil pelaku kuliner lokal
Di luar gemerlap lampu panggung, momen sederhana seperti dua selebritas asing menyukai makanan kita menunjukkan kekuatan soft power kuliner. Bagi Indonesia, itu bukan sekadar kebanggaan — itu adalah peluang ekonomi dan budaya yang nyata. Bagi penggemar, itu bukti bahwa makanan adalah bahasa universal yang bisa menyatukan orang lintas negara dan budaya.
