WartaExpress

KONI Pusat Siapkan Strategi Rahasia: Sport Tourism, Sports Intelligence dan Mesin Prestasi yang Bisa Mengubah Wajah Olahraga Indonesia

KONI Pusat Dorong Penguatan Olahraga Nasional: Sport Tourism, Sports Intelligence dan Ketahanan Bangsa

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat semakin menegaskan perannya bukan hanya sebagai wadah pembinaan prestasi atlet, tetapi juga motor pengembangan ekosistem olahraga yang lebih luas. Dalam kunjungannya ke Universitas Pendidikan Mataram (UNDIKMA), Wakil Ketua Umum VI KONI Pusat, Dr. Drs. Josef Adrianus Nae Soi, Ph.D., memaparkan gagasan strategis yang mengaitkan olahraga dengan pembangunan nasional — mulai dari sport tourism hingga pemanfaatan sports intelligence untuk meningkatkan kualitas dan daya saing olahraga Indonesia.

Olahraga sebagai instrumen kebanggaan dan diplomasi

Josef menegaskan bahwa prestasi olahraga memiliki dampak simbolis dan praktis bagi negara. Secara simbolis, atlet yang berprestasi membawa nama bangsa dan meningkatkan martabat Indonesia di panggung internasional. Secara praktis, event olahraga dan keberhasilan atlet membuka peluang diplomasi olahraga serta memicu efek ekonomi lokal melalui wisata olahraga dan promosi daerah. Dari perspektif ini, KONI melihat investasi pada olahraga sebagai investasi strategis yang memberi manfaat berlapis.

Sport tourism: potensi NTB dan pengelolaan profesional

Salah satu fokus pembicaraan di UNDIKMA adalah pengembangan sport tourism, terutama di daerah yang memiliki potensi olahraga sekaligus nilai pariwisata, seperti Nusa Tenggara Barat (NTB). Ketua Yayasan UNDIKMA, H. Lalu Rusmiady, menyoroti kapasitas NTB untuk menjadi destinasi sport tourism apabila dikelola secara profesional. Hal ini mencakup peningkatan fasilitas, pelatihan tenaga lokal, serta penyusunan event calendar yang bisa menarik atlet dan wisatawan olahraga domestik maupun internasional.

Sports Intelligence: dari data ke keputusan strategis

KONI juga memperkenalkan pendekatan sports intelligence — pemanfaatan data dan analitik untuk pengambilan keputusan yang lebih tepat dalam pembinaan atlet dan manajemen event. Sports intelligence mencakup analisis performa atlet, perencanaan beban latihan, scouting lawan, hingga strategi kesiapan mental. Dengan memanfaatkan ilmu data, KONI berharap pembinaan menjadi lebih terukur, efisien dan mampu menghasilkan lonjakan prestasi yang berkelanjutan.

Membangun ketahanan nasional lewat olahraga

Dalam paparan yang juga menyentuh isu kedaulatan dan ketahanan nasional, Josef menempatkan olahraga sebagai salah satu pilar penguatan ipoleksosbudhankam (ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan). Ia menggarisbawahi bahwa ketahanan bangsa tidak sekadar soal kekuatan militer atau ekonomi, melainkan juga identitas bersama dan kapasitas kolektif untuk bersaing di berbagai bidang. Olahraga, menurutnya, menjadi medium efektif untuk memperkuat solidaritas sosial dan kebanggaan nasional.

Peran perguruan tinggi dan penguatan kapasitas lokal

Kerja sama dengan institusi pendidikan seperti UNDIKMA mendapat sorotan khusus karena hubungan langsungnya dengan pembangunan sumber daya atlet. UNDIKMA telah menjadi laboratorium pembinaan di NTB: sekitar 60 persen atlet PON asal NTB tercatat sebagai mahasiswa aktif UNDIKMA yang lolos seleksi provinsi. Model kolaborasi ini menunjukkan bagaimana perguruan tinggi dapat menjadi tulang punggung dalam pengembangan talenta melalui pendidikan, riset dan dukungan fasilitas.

Tantangan implementasi dan rekomendasi praktis

  • Profesionalisasi pengelolaan sport tourism: perlu standar manajemen event, sertifikasi penyelenggara, dan strategi pemasaran internasional.
  • Investasi pada infrastruktur dan SDM: fasilitas olahraga yang memadai dan pelatihan pelatih serta ofisial harus berjalan seiring.
  • Penerapan sports intelligence secara bertahap: mulai dari sistem pengumpulan data performa atlet hingga dashboard analitik untuk pengambil keputusan tim pelatih dan pengurus.
  • Sinergi antar pemangku kepentingan: pemerintah daerah, federasi olahraga, perguruan tinggi dan pelaku pariwisata harus memiliki roadmap kolaboratif.
  • Manfaat ekonomi dan sosial bagi daerah

    Pengembangan sport tourism dan event olahraga berkualitas dapat mendorong multiplier effect ekonomi lokal: akomodasi, transportasi, kuliner, usaha mikro dan talenta lokal mendapat stimulus. Selain itu, penyelenggaraan event yang melibatkan komunitas lokal membuka ruang partisipasi sosial dan peluang pengembangan keterampilan hospitality dan manajemen event bagi penduduk setempat.

    Langkah selanjutnya menurut KONI

    KONI Pusat mengusulkan pendekatan bertahap yang menggabungkan program elite performance dengan pengembangan basis massa. Di tingkat elite, sports intelligence dan peningkatan kualitas pembinaan menjadi prioritas. Di tingkat basis, penguatan olahraga sekolah, fasilitasi komunitas dan event sport tourism berskala regional akan mendorong pipeline talenta berkelanjutan. Pendekatan ini juga memperhitungkan kebutuhan kebijakan yang mendukung integrasi sektor olahraga dalam rencana pembangunan daerah.

    Pesan politik dan harapan jangka panjang

    Pesan Josef juga memuat nuansa politis: memperkuat kedaulatan dan identitas nasional lewat olahraga memerlukan komitmen lintas sektor dan kontinuitas kebijakan. Harapannya, langkah‑langkah strategis tadi tidak sekadar wacana akademis, tetapi bertransformasi menjadi program nyata yang berdampak pada prestasi internasional dan kesejahteraan lokal, sehingga olahraga menjadi kekuatan bangsa di berbagai dimensi.

    Exit mobile version