Petugas kebersihan menemukan mayat wanita yang sudah membusuk di aliran Kali Pesanggrahan, Jalan Pilar Raya, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pada Minggu, 25 Januari 2026 sekitar pukul 10.00 WIB. Penemuan ini mengejutkan warga sekitar dan langsung memicu tindakan cepat dari pihak kepolisian setempat. Berikut kronologi temuan, kondisi jenazah, hingga langkah awal yang dilakukan aparat.
Kronologi penemuan
Mayat pertama kali ditemukan oleh seorang petugas kebersihan bernama Feri Hartono yang hendak melakukan pembersihan kali. Menurut keterangan Feri, saat tiba di lokasi ia sempat melihat sekilas berupa bagian kaki yang menonjol di antara tumpukan sampah, sehingga sempat mengira bukan mayat. Setelah memanggil rekannya dan memastikan kondisi tersebut, Feri melaporkan penemuan itu kepada Komandan Regu (Danru) yang kemudian menghubungi pihak kepolisian.
Kondisi jenazah saat ditemukan
Ketika dievakuasi dan diidentifikasi oleh petugas, kondisi jenazah dalam keadaan membengkak dan berwarna kebiruan — tanda jenazah sudah berada di air dalam kurun waktu beberapa hari. Tubuh korban masih berpakaian lengkap dan wajah nyaris tak dapat dikenali akibat pembengkakan. Lokasi mayat berada di bawah tumpukan sampah yang mengapung, sehingga bagian tubuh awalnya tertutup material organik dan limbah.
Tindakan polisi di lokasi
Unit Kepolisian setempat tiba di lokasi setelah menerima laporan. Personel melakukan sterilisasi area, pemeriksaan awal tempat kejadian, dan evakuasi jenazah menggunakan ambulans. Satu orang pria yang mengaku sebagai suami korban diamankan sementara oleh polisi untuk dimintai keterangan. Pria tersebut tampak syok dan beberapa kali menangis saat berada di lokasi, serta menghubungi anggota keluarga lainnya untuk memberi kabar.
Hipotesis penyebab dan penyelidikan awal
Petugas kepolisian awalnya tidak dapat memastikan penyebab kematian di lokasi. Mengingat kondisi jenazah yang membusuk dan berada di aliran sungai, diduga korban telah berada di air selama beberapa hari sehingga jejak‑jejak penting untuk identifikasi wajah dan tanda luar terhapus atau sulit dikenali.
Beberapa kemungkinan yang sedang ditelisik oleh penyidik antara lain:
Langkah forensik dan identifikasi
Penyidik dari Polres setempat dan tim forensik telah membawa jenazah ke rumah sakit forensik untuk pemeriksaan lanjutan. Proses identifikasi akan melibatkan beberapa metode, antara lain pemeriksaan dokumen, sidik jari bila masih memungkinkan, pemeriksaan pakaian dan barang bawaan, serta pemeriksaan tanda fisik lain. Jika keluarga tak dapat segera dikenali, proses pemeriksaan lebih mendalam seperti pemeriksaan forensik tambahan dapat dilakukan.
Keterangan saksi dan bukti di lapangan
Saksi utama adalah petugas kebersihan yang menemukan jenazah. Keterangan awalnya penting untuk menetapkan waktu penemuan dan kondisi lokasi. Polisi juga memeriksa CCTV di sekitar Jalan Pilar Raya dan jalur masuk ke Kali Pesanggrahan untuk melacak pergerakan orang atau kendaraan yang mencurigakan sebelum jenazah ditemukan. Selain itu, petugas mengambil sampel dan bukti di sekitar tumpukan sampah yang menutupi tubuh untuk dianalisis apakah terdapat unsur yang bisa mengarahkan pada motif atau pelaku.
Respons masyarakat dan imbauan petugas
Penemuan mayat di aliran sungai kembali menimbulkan keprihatinan warga sekitar tentang masalah keamanan dan kebersihan kali. Warga mengeluhkan sampah yang menumpuk di sungai dan kekhawatiran terhadap kejadian serupa. Kepolisian menghimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta memberikan ruang bagi proses penyelidikan.
Isu lingkungan dan manajemen sampah
Kasus ini sekaligus menyoroti peran sampah yang menutupi mayat saat ditemukan — fenomena yang kerap terjadi di sungai perkotaan. Penumpukan sampah tidak hanya mengganggu ekosistem sungai, tetapi juga menyulitkan upaya evakuasi dan identifikasi korban. Upaya pembersihan berkala serta edukasi pengelolaan sampah oleh pemerintah daerah dan masyarakat diperlukan untuk mengurangi risiko insiden serupa.
Langkah selanjutnya yang diharapkan
Pihak kepolisian akan melanjutkan pemeriksaan forensik dan menggali keterangan saksi tambahan untuk memperjelas kronologi kejadian. Publik diminta bersabar menunggu hasil identifikasi resmi dan penyelidikan. Bila ditemukan bukti yang mengarah pada tindakan kriminal, kasus ini akan ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum yang berlaku.
Peristiwa penemuan mayat ini mengingatkan pentingnya sinergi antara petugas kebersihan, masyarakat, dan aparat penegak hukum dalam menjaga lingkungan perkotaan dan merespon cepat setiap indikasi tindak pidana atau kecelakaan yang menimpa warga.
