WartaExpress

Meninggal di Usia 26: Intip Jejak Karier Lula Lahfah, Si Selebgram yang Bikin Heboh Ibu Kota

Jejak Karier Lula Lahfah: Dari Single Debut hingga Dunia Akting yang Multitalenta

Berita duka tentang meninggalnya Lula Lahfah pada 23 Januari 2026 mengejutkan publik dan industri hiburan Tanah Air. Sosok yang dikenal sebagai selebgram, penyanyi, sekaligus aktris ini meninggalkan warisan karya yang cukup beragam untuk usianya yang baru 26 tahun. Dalam artikel ini, kita menelusuri langkah-langkah penting dalam perjalanan karier Lula—dari awal mula bermusik hingga kiprahnya di layar lebar dan serial web.

Awal Karier: Langkah pertama di dunia musik

Lula lahir di Jakarta pada 17 Juli 1999 dan menapaki dunia hiburan sejak usia remaja. Tonggak awalnya adalah rilis single perdana berjudul “Pergi” pada 2013. Single ini membuka peluang baginya untuk berkarya lebih jauh di industri musik. Dalam beberapa tahun berikutnya, Lula memperlihatkan evolusi gaya musikalitasnya dengan meluncurkan lagu-lagu yang cukup dikenal di kalangan kaum muda.

Beberapa rilisan yang menonjol antara lain “Pusing Pala Barbie” (2015), lagu bernuansa riang dan ritmis yang mudah diterima khalayak muda, serta “Panjat Sosial” (2016), kolaborasi bersama Roy Ricardo dan Gaga Muhammad. Pada 2019, ia merilis “Jangan Dulu Cinta-cinta” yang juga menjadi bagian dari soundtrack serial yang dibintanginya, menunjukkan kemampuan Lula untuk menyelaraskan karya musik dan peran akting.

Transisi ke dunia akting: sinetron, FTV dan film

Selain bermusik, Lula aktif menjajal dunia peran. Debut aktingnya tercatat pada 2015 lewat sinetron populer “High School Love Story”. Perannya dalam sinetron ini menjadi pijakan penting karena format televisi menuntut konsistensi dan ketahanan di lokasi syuting yang panjang.

Pada tahun yang sama, Lula juga membintangi FTV berjudul “Kepepet Cinta di Atas Ojek”, memperluas portofolionya ke produksi yang lebih singkat namun padat. Peralihan ke layar lebar mulai terlihat di 2017 ketika ia tampil sebagai cameo dalam film “The Underdogs” dan mendapatkan peran utama dalam film “Total Chaos”. Langkah ini membuktikan fleksibilitas Lula antara layar televisi, FTV, dan film bioskop.

Eksperimen dengan platform digital: serial web dan film pendek

Seiring perkembangan platform digital, Lula ikut merambah serial web. Pada 2019, ia tampil dalam serial web “Mimpiku Jadi Nyata”, menghadapi dinamika akting yang berbeda dibandingkan produksi televisi konvensional. Selain itu, pada 2023 Lula membintangi film pendek “Langkah Renjana”, sebuah karya yang menunjukkan sisi dramatik dan kedalaman emosi yang mampu ia bangun dalam durasi singkat.

Keputusan untuk aktif di berbagai format—single, sinetron, FTV, film, serial web, dan film pendek—menggambarkan ambisinya menjadikan karier yang multiaspek. Pendekatan ini juga memperluas basis penggemarnya, dari pendengar musik hingga penonton layar kaca dan streaming.

Pengaruh di media sosial dan gaya publik

Sebagai selebgram, Lula memiliki kemampuan membangun kedekatan dengan audiens lewat konten visual dan interaksi daring. Aktivitasnya di media sosial menjadikannya figur terkenal di kalangan netizen muda; postingan tentang musik, aktivitas sehari-hari, hingga hubungan asmara dengan figur publik turut mendapat perhatian publik. Keterbukaan di ranah pribadi sekaligus profesional memperkuat persona publiknya, namun juga membuatnya terpapar sorotan dan komentar netizen.

Reaksi publik dan duka dari rekan selebriti

Kabar kepergian Lula disampaikan pertama kali melalui unggahan media sosial dan langsung memicu gelombang duka dari penggemar serta rekan-rekan artis. Tokoh-tokoh publik menyampaikan belasungkawa; di antaranya Rey Mbayang yang menulis ungkapan dukanya di kolom komentar unggahan terakhir Lula. Reaksi ini menunjukkan bahwa Lula membangun hubungan yang hangat dengan kolega sejawatnya di industri hiburan.

Warisan karya dan potensi yang belum terealisasi

Meski usianya masih muda, katalog karya Lula sudah cukup beragam: beberapa single yang populer, peran di sinetron, FTV, film layar lebar, serial web dan film pendek. Potensi yang tersisa—yang kini tak lagi bisa diwujudkan—membuat kepergiannya dirasakan sebagai kehilangan bukan hanya bagi keluarga dan teman, tetapi juga industri yang sedang berkembang.

Pertanyaan dan langkah selanjutnya

  • Penyelidikan resmi: Masyarakat menanti hasil keterbukaan pihak kepolisian mengenai penyebab kematian.
  • Peran komunitas hiburan: Dukungan dan penghormatan terhadap keluarga serta upaya menghimpun kontribusi karya Lula sebagai bagian dari kenangan publik.
  • Refleksi publik: Bagaimana ketenaran di era digital memengaruhi tekanan psikologis para kreator muda?
  • Kasus ini juga membuka diskusi lebih luas tentang bagaimana industri hiburan dan audiens dapat memberikan dukungan yang lebih baik kepada talenta muda—termasuk perlindungan, manajemen eksposur media sosial, dan perhatian terhadap kesehatan mental para kreator konten dan artis.

    Kenangan bagi penggemar

  • Arsip lagu-lagu Lula yang masih bisa didengarkan ulang oleh penggemar.
  • Kompilasi peran akting yang menunjukkan spektrum kemampuan artistiknya.
  • Penghormatan publik dan doa di media sosial sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi yang ditinggalkannya.
  • Kepergian Lula Lahfah meninggalkan ruang kosong di panggung hiburan muda Indonesia. Ia akan diingat melalui karya-karyanya dan interaksi yang telah dibagikan kepada publik. Bagi banyak penggemar, musik dan film yang dibintanginya menjadi cara untuk terus mengingat jejak kariernya.

    Exit mobile version