WartaExpress

Modifikasi Indonesia Bikin Heboh di Jepang: Produk Aftermarket Lokal Siap Go Internasional (Ini Mobil & Aksesori yang Bikin Kagum)

Modifikasi Indonesia ke panggung global: bagaimana aftermarket lokal unjuk taji di Osaka

Industri modifikasi dan aftermarket Indonesia semakin menunjukkan taringnya di kancah internasional. Kehadiran delegasi Indonesia melalui National Modificator & Aftermarket Association (NMAA) pada Osaka Auto Messe (Intex Osaka, 13–15 Februari 2026) bukan sekadar pameran biasa: itu adalah deklarasi bahwa karya kreatif dan kemampuan teknis pelaku lokal mulai mendapat pengakuan di pasar Jepang, salah satu pasar modifikasi paling ketat dan berprestise di dunia.

Strategi ekspansi: bukan hanya pamer mobil, tapi membangun narasi budaya

Partisipasi NMAA di Osaka Auto Messe menjadi bagian dari strategi yang lebih besar menuju IMX 2026 di ICE BSD. Andre Mulyadi, Project Director IMX sekaligus Direktur Modifikasi & Kendaraan Listrik IMI Pusat, menegaskan tujuan kegiatan ini bukan sekedar pamer produk, melainkan memperkuat positioning dan branding industri modifikasi Indonesia di luar negeri. Salah satu langkah kunci adalah menggabungkan elemen budaya dalam karya modifikasi—sebagai contoh, Toyota 86 bertema “Harmony of Waves” bernama Milly memadukan estetika ukiyo‑e Jepang dengan motif Mega Mendung Cirebon. Pendekatan storytelling seperti ini membedakan produk Indonesia di mata internasional.

Produk lokal yang dibawa: lebih dari sekadar visual

Tidak hanya mobil bermutu tinggi yang ditampilkan, NMAA juga memamerkan lini produk aftermarket buatan lokal—cat khusus, lampu custom, pelek, hingga komponen pendukung lainnya. Pengunjung Osaka Auto Messe melihat bahwa produk Indonesia kini siap bersaing dari sisi desain, kualitas finishing, dan diferensiasi konsep. Menurut catatan acara, NMAA juga menyerahkan dua penghargaan: NMAA Favourite Built To Perfection untuk Mazda RX‑7 modifikasi Miyoshi dan NMAA Favourite Proper Modified Car untuk Toyota GR 86 versi Kuhl Outroad.

Kolaborasi lintas sektor: kunci memperbesar nilai tambah

Salah satu kekuatan delegasi Indonesia adalah kolaborasi antar‑pelaku kreatif: desainer grafis, pembuat bodykit, bengkel tuning, hingga pemasok komponen. Pendekatan ekosistem ini memperkuat narasi bahwa modifikasi bukan sekadar hobi, tetapi bagian dari industri kreatif yang dapat memicu pertumbuhan ekonomi—termasuk peluang ekspor produk aftermarket dan jasa kustomisasi.

Respons pasar Jepang dan pengakuan internasional

Ketua Komite Eksekutif Osaka Auto Messe, Toshiya Miyaki, memberi apresiasi terhadap booth NMAA yang dianggap “proper dan menarik”. Pengakuan semacam ini penting: pasar Jepang dikenal sangat selektif—standar kualitas tinggi dan preferensi konsumen yang detail membuatnya menjadi tolok ukur. Dapatnya perhatian di Osaka membuka jalan bagi penetrasi produk Indonesia ke negara yang selama ini kurang mudah dimasuki oleh produsen luar.

Dampak bagi pelaku lokal dan roadmap menuju IMX 2026

Partisipasi di Osaka menjadi bagian dari persiapan lebih besar menuju IMX di Indonesia. Dampaknya berlapis:

  • Eksposur merek dan produk lokal ke audiens internasional yang relevan.
  • Kesempatan benchmarking terhadap standar kualitas global.
  • Jaringan bisnis baru untuk distribusi dan kolaborasi lintas negara.
  • Untuk pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) dalam rantai aftermarket, pengalaman ini memberi insight tentang bagaimana menaikkan level produksi dan packaging agar sesuai ekspektasi pasar ekspor.

    Tantangan yang harus diatasi

    Meskipun momentum positif terlihat nyata, ada beberapa tantangan yang perlu ditangani agar ekspansi berkelanjutan:

  • Standarisasi kualitas: memastikan konsistensi produk dalam jumlah besar agar memenuhi regulasi dan selera pasar asing.
  • Peningkatan kapasitas produksi: UKM butuh dukungan untuk skala produksi tanpa mengorbankan kualitas.
  • Pengemasan nilai budaya: bukan sekadar motif estetika, tapi juga cerita yang dipasarkan secara strategis agar resonan dengan konsumen global.
  • Hak kekayaan intelektual dan sertifikasi: perlindungan desain dan kepemilikan merek harus diperkuat untuk mencegah peniruan di pasar luar.
  • Apa arti langkah ini bagi ekosistem otomotif Indonesia?

    Jejak Indonesia di Osaka menandakan perubahan peran: dari pasar konsumsi menjadi pemain kreatif dan pemasok komponen aftermarket. Langkah selanjutnya adalah memanfaatkan momentum tersebut untuk membangun ekosistem yang lebih matang—dari riset & pengembangan, peningkatan kualitas bahan baku, hingga jaringan distribusi internasional. Pemerintah, asosiasi industri, dan pelaku swasta perlu berkoneksi erat untuk memfasilitasi sertifikasi, akses pembiayaan, dan program pelatihan teknis.

    Rekomendasi praktis untuk pelaku aftermarket

  • Standarkan proses produksi dan quality control sesuai standar internasional sebelum melakukan penetrasi pasar ekspor.
  • Gunakan pameran internasional sebagai laboratorium pasar—uji konsep, kumpulkan feedback, lalu iterasi produk.
  • Bangun narasi budaya yang kuat dan terukur untuk diferensiasi produk; storytelling efektif di pasar global.
  • Jalin kemitraan strategis dengan distributor dan bengkel lokal di negara tujuan untuk mempercepat adopsi.
  • Kesimpulan sementara: dari jago kandang ke pemain global

    Partisipasi NMAA di Osaka Auto Messe adalah tanda nyata bahwa industri modifikasi Indonesia mulai “menjajal” panggung global dengan gagah. Bukan langkah instan, tetapi hasil dari akumulasi kreativitas, ketekunan teknis, dan keberanian mengambil peluang. Jika konsistensi kualitas dijaga dan dukungan ekosistem diperkuat, bukan mustahil nama Indonesia akan semakin sering muncul sebagai salah satu sumber aftermarket dan modifikasi yang diminati di seluruh dunia.

    Exit mobile version