Jakarta, 21 Agustus 2025 – Dunia musik Indonesia berduka mendalam menyusul wafatnya Adjie Soetama, sosok komposer dan produser legendaris yang mengukir nama besar lewat karya-karya hits era 1980-an. Kabar kepergian Adjie Soetama dikonfirmasi oleh sahabatnya, musisi senior Agus Wisman dari Elfa’s Singers, melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Kamis malam pukul 23.03 WIB. Menurut keterangan Agus, Adjie berpulang pada pukul 19.40 WIB di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, setelah berjuang melawan komplikasi penyakit.
Pengumuman duka via media sosial
Agus Wisman menuliskan doa dan rasa dukanya secara terbuka:
- “Innalillahi wa innailaihi rojiun… Telah meninggal dunia sahabat kita semua, musisi/komposer/singer/producer Adjie Soetama bin Soetama.”
- Ia menyertakan doa: “Allahumma ghfir lahu warhamhu wa ‘afihi wa’ fu’anhu. Semoga almarhum husnul khotimah.”
- Unggahan tersebut menyatakan kepergian Adjie pada pukul 19.40 WIB di RSCM akibat komplikasi kesehatan.
Unggahan Agus Wisman ini menjadi sumber informasi resmi pertama tentang meninggalnya Adjie Soetama, sekaligus mengundang reaksi duka dari berbagai kalangan musisi, selebritas, dan penggemar musik Indonesia.
Perjalanan hidup dan karier musik
Adjie Sasongko Soetama, lahir pada 17 September 1957, menapaki dunia musik sejak awal 1980-an. Ia dikenal luas sebagai penulis lagu dengan gaya melodi yang mudah diingat dan lirik yang mengena di hati pendengar. Beberapa momen penting dalam kariernya antara lain:
- Pencipta lagu “Hip Hip Hura” (1985) yang dinyanyikan oleh legenda Chrisye dan menjadi hits nasional.
- Karya “Aku Cinta Dia” (1986), kolaborasi bersama Chrisye yang juga meraih popularitas tinggi di era pop romantis tahun 80-an.
- Lagu “Cinta” yang dibawakan Vina Panduwinata, menegaskan keahliannya meramu komposisi bagi penyanyi wanita dengan kekuatan vokal luar biasa.
Lewat lagu-lagunya, Adjie berhasil menciptakan nuansa nostalgia sekaligus membentuk identitas pop Indonesia. Komposisinya kerap memadukan unsur melodi Barat dengan kepekaan lokal, sehingga lahir aransemen yang segar dan tak lekang oleh waktu.
Kolaborasi dengan musisi ternama
Selama lebih dari dua dekade kariernya, Adjie Soetama menjalin kerja sama dengan berbagai musisi dan penyanyi besar:
- Chrisye – Dua hits utama, “Hip Hip Hura” dan “Aku Cinta Dia”, mengakuisisi penghargaan dan penghargaan platinum untuk penjualan album.
- Vina Panduwinata – Lagu “Cinta” menempatkan Vina dalam jajaran diva pop Indonesia, serta membuktikan fleksibilitas Adjie dalam menulis untuk vokal wanita.
- Elfa’s Singers – Meski lebih dikenal sebagai rekan, Adjie terlibat dalam jajak musikalitas grup vokal ini sebagai produser dan penata aransemen.
Adjie juga menyumbang aransemen untuk album-album konsep, soundtrack film, dan kompilasi nostalgia 80-an yang kembali populer di era digital.
Pengaruh dan warisan bagi industri musik
Legacy Adjie Soetama tidak hanya terlihat dari chart hits, tetapi juga dalam munculnya generasi penulis lagu baru di era 1990-an hingga 2000-an. Beberapa dampak karyanya antara lain:
- Pembelajaran Struktur Lagu Pop: Banyak komponis pemula mempelajari susunan verse–chorus dan bridge cetakan Adjie sebagai rujukan dasar songwriting.
- Standar Produksi Studio: Teknologi rekaman analog akhir 80-an yang digunakan Adjie sekarang menjadi bahan studi di sekolah musik dan lembaga kursus audio engineering.
- Revitalisasi Lagu Klasik: “Hip Hip Hura” dan “Aku Cinta Dia” kerap di-remake oleh band-band muda, menandakan relevansinya lintas generasi.
Melalui platform digital streaming, karya Adjie kembali dihadirkan untuk penikmat musik baru, sekaligus mengukuhkan statusnya sebagai pionir composition pop Indonesia.
Reaksi duka dan penghormatan kolega
Begitu kabar duka disebarkan, sejumlah musisi dan tokoh hiburan memberikan penghormatan:
- Chrisye Family – Menyampaikan belasungkawa lewat keterangan resmi, memuji dedikasi Adjie dalam membangun karya legendaris.
- Penyanyi Vina Panduwinata – Mengunggah foto bersama Adjie dan menulis, “Kau akan selalu hidup dalam tiap nada lagu ‘Cinta’.”
- Musikus Muda – Melakukan live session cover lagu Adjie di media sosial untuk mengenang jasa dan semangat berkaryanya.
Duka juga dirasakan oleh penggemar yang menuliskan kenangan masa kecil mereka bersama musik era 80-an di kolom komentar streaming platform maupun media sosial resmi musisi.
Detail prosesi pemakaman dan doa bersama
Pihak keluarga mengumumkan rencana pemakaman sebagai berikut:
- Waktu: Sabtu, 23 Agustus 2025 pukul 10.00 WIB.
- Lokasi: TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan.
- Acara: Solat jenazah di Masjid Al-Azhar, dipimpin oleh ustaz terkemuka, diikuti pemakaman langsung.
- Doa bersama: Jamaah diundang membaca Al-Fatihah dan tahlil secara khusyuk, mengenang jasa almarhum.
Selain keluarga inti, kolega musik dan sahabat lama diperkirakan hadir memberi penghormatan terakhir.
Harapan untuk generasi mendatang
Kehilangan Adjie Soetama meninggalkan ruang besar bagi industri musik Indonesia. Namun, semangatnya dalam menulis lagu dan mengeksplorasi aransemen mutakhir di masanya dapat menjadi inspirasi bagi komposer masa kini. Upaya digitalisasi katalog lagu-lagu Adjie diharapkan memastikan generasi muda terus mengenal nilainya, sehingga karyanya tidak sekadar menjadi nostalgia, tetapi fondasi bagi penciptaan musik modern.