WartaExpress

Paul Pogba Resmi Tinggalkan Monaco: 12 Klub Berebut, MLS Terdepan — Akankah Dia Main Bareng Messi di Inter Miami?

Paul Pogba Tinggalkan Monaco: 12 Klub Berebut, MLS Jadi Tujuan Utama

Paul Pogba kembali menganggur di bursa transfer setelah AS Monaco memutus kontraknya lebih awal, hanya satu musim setelah kedatangannya. Keputusan klub untuk mengakhiri kerja sama ini disebabkan kombinasi cedera yang berulang dan minimnya kontribusi di lapangan: Pogba hanya mencatatkan enam penampilan sepanjang musim 2025/2026 akibat empat cedera berbeda. Situasi itu memaksa klub dan pemain mengambil jalan berpisah demi kepentingan bersama.

Rangkaian cedera yang mengganggu karier

Pogba sempat menunjukkan niat untuk bangkit saat menandatangani kontrak berdurasi dua tahun dengan Monaco musim panas lalu, namun kenyataan di lapangan jauh dari harapan. Cedera hamstring yang dialami beberapa pekan sebelum musim baru dimulai menjadi titik kritis terakhir yang mempercepat pemutusan kontrak. Bagi pemain berusia 33 tahun yang pernah meraih gelar Piala Dunia bersama Prancis, periode ini merupakan ujian besar terhadap kemampuan untuk kembali ke performa puncak.

Reaksi Pogba dan pesan perpisahan

Dalam pesan perpisahan yang diunggah ke media sosial, Pogba menyampaikan terima kasihnya kepada presiden klub, staf, rekan-rekan tim, dan para suporter. Ia mengakui bahwa perjalanan di Monaco bukanlah seperti yang dibayangkan, tetapi tetap menyatakan rasa syukur karena menemukan jalan untuk kembali berlatih dan berusaha pulih. Pernyataan ini menunjukkan profesionalisme Pogba sekaligus membuka babak baru dalam kariernya.

Spekulasi transfer: 12 klub dikaitkan dengan Pogba

Setelah resmi tanpa klub, nama Pogba langsung menjadi incaran berbagai tim. Menurut daftar favorit yang dirilis oleh SkyBet, tujuan paling mungkin untuk Pogba adalah Major League Soccer (MLS) di Amerika Serikat. Dari 12 klub yang disebut, mayoritas berasal dari MLS, menandakan bahwa liga Amerika masih dianggap pasar potensial bagi pemain bintang yang tengah menata ulang kariernya.

  • D.C. United muncul sebagai kandidat terkuat dengan odds 9/4, didukung kabar bahwa klub itu pernah bernegosiasi dengan Pogba sebelumnya dan diduga memiliki discovery rights atas sang pemain di MLS.
  • New York City FC dan Los Angeles FC berada di urutan berikutnya (3/1), klub-klub yang memiliki ambisi besar dan sumber daya untuk membiayai transfer pemain kelas dunia.
  • CF Montréal dan Inter Miami juga disebut-sebut, dengan peluang masing-masing yang tetap realistis mengingat kapasitas finansial dan target pemasaran mereka.
  • Mengapa MLS menarik untuk Pogba?

    MLS menawarkan kombinasi beberapa faktor yang menggiurkan untuk pemain di posisi Pogba saat ini:

  • Gaya hidup dan eksposur media yang tinggi di pasar AS;
  • Kompetisi yang kompetitif namun cenderung kurang menuntut dari sisi frekuensi pertandingan dibanding beberapa liga Eropa teratas, memberi ruang bagi pemain untuk mengelola kondisi fisik;
  • Peluang komersial dan branding pribadi yang kuat di pasar Amerika Utara;
  • Sistem roster MLS yang memungkinkan klub memiliki hak nego khusus (discovery rights), yang bisa mempercepat proses transfer jika kesepakatan tercapai.
  • Inter Miami dan iming-iming bermain bersama Messi

    Salah satu skenario yang menarik perhatian publik adalah kemungkinan Pogba bergabung dengan Inter Miami, yang sudah memiliki nama besar seperti Lionel Messi di skuadnya. Bergabung dengan Inter Miami tak hanya menawarkan pengalaman bermain bersama pemain papan atas, tetapi juga daya tarik komersial dan atmosfer kompetisi yang berbeda dari Eropa. Jika bergabung, Pogba bahkan berpeluang menjadi rekan setim beberapa superstar lain, menambah daya pikat liga bagi penonton global.

    Alternatif lain: tetap di Eropa atau pilihan kejutan

    Meskipun MLS menjadi favorit, pintu di Eropa belum tertutup sepenuhnya. Klub-klub yang membutuhkan pengalaman, kreativitas lini tengah, dan profil internasional bisa melihat Pogba sebagai investasi jangka pendek dengan potensi besar jika kondisi fisiknya pulih. Ada pula kemungkinan klub dari negara lain menawarkan kontrak berbasis kinerja atau peran yang lebih fleksibel.

    Dampak bagi Pogba dan skuad yang merekrut

  • Bagi Pogba: langkah berikutnya harus dipertimbangkan matang—memilih lingkungan yang mendukung pemulihan fisik, memberi jam bermain terukur, dan menyediakan dukungan medis berkualitas.
  • Bagi klub perekrut: merekrut Pogba berarti bertaruh pada kualitas dan daya tarik komersial sekaligus harus siap mengelola risiko cedera. Kontrak kemungkinan akan mengandung klausul berbasis penampilan dan pemulihan fisik.
  • Apa yang harus diperhatikan penggemar dan klub

  • Pastikan ada kejelasan soal kondisi medis Pogba: level kebugaran dan kesiapan kompetitif harus transparan sebelum penandatanganan.
  • Perhatikan durasi kontrak: kontrak jangka pendek dengan opsi perpanjangan sesuai performa mungkin jadi solusi terbaik.
  • Evaluasi peran di lapangan: Pogba idealnya ditawarkan peran yang memaksimalkan pengaruh kreatifnya tanpa memaksakan jam bermain berlebih yang berisiko.
  • Kesimpulan sementara

    Kepergian Paul Pogba dari Monaco membuka babak baru yang penuh spekulasi. Dengan MLS di posisi terdepan sebagai destinasi potensial, pilihan Pogba ke depan akan menjadi salah satu cerita transfer menarik musim ini. Semua pihak — penggemar, klub, dan tentu Pogba sendiri — kini menunggu langkah selanjutnya yang akan menentukan arah akhir dari momen penting dalam karier sang gelandang.

    Exit mobile version