Persebaya Surabaya menunjukkan performa tandang yang impresif saat menekuk Bali United 3-1 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, pada pekan ke-20 BRI Super League 2025/2026. Kemenangan ini bukan sekadar hasil — melainkan sinyal bahwa Bajul Ijo datang ke pertandingan dengan rencana permainan jelas dan keberanian menekan sejak menit‑menit awal.
Strategi menekan sejak awal yang membuahkan hasil
Dibawah arahan pelatih Bernardo Tavares, Persebaya tidak bertahan seperti tim tamu pada umumnya. Mereka memilih untuk mengambil inisiatif, menekan lini belakang Bali United, dan memaksa lawan bermain dalam ritme yang bukan keunggulan tuan rumah. Kecepatan transisi dari bertahan ke menyerang dan pergerakan tanpa bola membuat Bali United kesulitan membangun serangan dari belakang.
Tekanan intens akhirnya membuahkan gol pada menit ke‑26 melalui Mihailo Perovic yang melepaskan tembakan kaki kanan tak terduga bagi kiper lawan. Gol ini tidak hanya membuka skor, tapi juga menaikkan kepercayaan diri tim tamu sehingga mereka mampu mempertahankan kontrol permainan hingga turun minum.
Babak kedua: penguatan dan pemanfaatan peluang
Memasuki babak kedua, Persebaya justru meningkatkan intensitas serangan. Rachmat Irianto dan rekan‑rekan bekerja keras menutup ruang dan mempercepat pertukaran bola di area tengah, memaksa Bali United untuk lebih sering berada dalam posisi bertahan. Gol kedua lahir pada menit ke‑68 ketika Alfan Suaib memanfaatkan umpan dari Francisco Israel—contoh sempurna dari pola permainan tim yang rapi dan terstruktur.
Tujuh menit kemudian, Risto Mitrevski mengunci keunggulan setelah menerima umpan Gali Freitas, membuat skor menjauh menjadi 3-0. Saat itu pertandingan tampak hampir terkunci bagi Persebaya, yang menunjukkan efektivitas dalam mengonversi peluang menjadi gol—kunci kemenangan tandang di stadion dengan atmosfer kuat seperti Dipta.
Faktor cuaca dan respons tim
Drama bertambah ketika hujan deras turun di Stadion Dipta. Kondisi licin biasanya bisa meredam intensitas, namun Persebaya mampu menyesuaikan permainan—mempertahankan ketenangan dalam passing dan kontrol bola. Bali United sempat mendapat momen ketika Diego Campos mencetak gol pada menit ke‑82, namun wasit menganulirnya karena offside, sehingga momentum tak berubah.
Gol hiburan Bali United baru hadir pada menit ke‑88 lewat Jordy Bruijn yang memaksimalkan umpan Jens Raven, menutup laga dengan skor akhir 3-1. Waktu yang tersisa tidak cukup bagi Serdadu Tridatu untuk membalikkan keadaan.
Implikasi klasemen dan evaluasi performa
Kemenangan ini mengangkat Persebaya ke posisi kelima klasemen sementara dengan koleksi 35 poin—posisi yang sangat berharga menjelang fase berikutnya musim ini. Sedangkan Bali United tertahan di posisi kedelapan dengan 28 poin, sebuah tanda bahwa serangkaian hasil kurang konsisten mulai memengaruhi posisi mereka di tabel.
Dari segi permainan, Persebaya menampilkan beberapa aspek positif yang patut dicatat :
Catatan teknis dan rekomendasi
Untuk Persebaya, mempertahankan disiplin taktik dan intensitas pressing menjadi tugas utama agar performa ini berlanjut. Mereka juga perlu menjaga kebugaran agar mampu mempertahankan level fisik saat jadwal semakin padat.
Bali United harus mengevaluasi lini pertahanan dari sudut organisasi serta komunikasi antar‑bek. Kerap kehilangan posisi saat ditekan menunjukkan perlunya perbaikan dalam build‑up dari belakang dan peran gelandang pertahanan untuk menyediakan opsi passing yang aman. Selain itu, pemanfaatan peluang harus ditingkatkan; beberapa peluang tercipta namun penyelesaian akhir sering kurang tajam.
Relevansi bagi masa depan liga
Hasil ini menambah dinamika persaingan papan atas BRI Super League musim ini. Persebaya menunjukkan bahwa mereka bukan hanya mampu meraih poin di kandang sendiri, tetapi juga menaklukkan lawan kuat di luar Surabaya. Sementara Bali United perlu segera menstabilkan permainan agar tidak terperosok lebih jauh di klasemen.
Bagi suporter dan pengamat, pertandingan ini menjadi contoh bagaimana persiapan taktis, disiplin permainan, dan mentalitas juang bisa mengubah lanskap laga—termasuk dalam menghadapi badai di stadion yang penuh tekanan. Persebaya pulang ke Surabaya dengan tiga poin dan keyakinan bahwa tim ini bisa menjadi kandidat kuat musim ini jika konsistensi dijaga.
