PLN Percepat Ekosistem Kendaraan Listrik: SPKLU >5.000 dan Aplikasi PLN Mobile Jadi Pusat Layanan EV
PT PLN (Persero) semakin menegaskan posisinya sebagai tulang punggung transisi energi nasional. Di ajang IIMS 2026, PLN mendapat dua penghargaan bergengsi—Most Attractive Booth dan Most Attractive Program Activity—sebagai pengakuan atas upaya mereka membangun ekosistem kendaraan listrik (EV) yang terintegrasi dan mudah diakses masyarakat. Langkah ini bukan hanya soal infrastruktur fisik, tetapi juga soal pengalaman pengguna yang didukung oleh layanan digital terpadu.
Angka yang menunjukkan laju adopsi
Berdasarkan paparan yang dikutip dalam acara tersebut, jumlah kendaraan listrik di Indonesia sudah menembus sekitar 103 ribu unit, meningkat sekitar 150% dibandingkan periode sebelumnya. Lonjakan ini menuntut kesiapan infrastruktur, terutama Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), layanan darurat, serta sistem digital yang memudahkan pengguna menemukan dan menggunakan fasilitas pengisian daya.
SPKLU: jaring nasional yang makin padat
Salah satu capaian nyata PLN adalah perkembangan jumlah SPKLU yang telah beroperasi, yang dikabarkan telah melampaui 5.000 unit di berbagai lokasi strategis. Jaringan titik pengisian yang lebih luas penting untuk mengurangi kekhawatiran pengguna terkait jarak tempuh dan ketersediaan isi ulang—dua faktor utama yang sering menjadi hambatan adopsi EV secara massal. Distribusi SPKLU yang merata juga krusial untuk mendukung mobilitas lintas daerah, termasuk periode puncak perjalanan seperti mudik atau libur panjang.
PLN Mobile: dari informasi ke transaksi
Gagasan PLN untuk menghadirkan ekosistem EV tidak hanya terpaku pada infrastruktur statis. Aplikasi PLN Mobile, yang mengusung slogan “PLN Mobile, Your EV Partner”, dirancang sebagai hub digital bagi pengguna EV. Melalui aplikasi ini, pengguna dapat:
Integrasi layanan digital ini membantu menurunkan friction point yang selama ini menjadi penghalang—misalnya waktu pencarian SPKLU, ketidakpastian soal ketersediaan, serta kerumitan proses pembayaran di lokasi.
Inovasi layanan: PLN EV Charger Mobile
Selain SPKLU tetap, PLN juga memperkenalkan solusi layanan bergerak, PLN EV Charger Mobile, sebagai respons terhadap situasi darurat pengguna EV yang kehabisan daya saat di perjalanan. Layanan ini menawarkan pengisian daya di lokasi lewat unit pengisian mobile, memberikan rasa aman yang lebih besar bagi pemilik EV yang melakukan perjalanan jauh atau berkendara di wilayah dengan ketersediaan SPKLU terbatas.
Dukungan terhadap rantai nilai EV nasional
Peran PLN tidak berhenti pada penyediaan infrastruktur dan layanan digital. PLN juga terlibat dalam rangka memperkuat ekosistem yang lebih luas: kolaborasi dengan penyedia infrastruktur, pengembang stasiun pengisian swasta, pelaku industri otomotif, hingga pengembang solusi energi terbarukan untuk memasok listrik hijau. Integrasi ini penting agar pengisian kendaraan listrik benar‑benar berdampak pada penurunan emisi secara keseluruhan.
Tantangan yang harus diatasi
Meskipun kemajuan terlihat signifikan, terdapat beberapa tantangan operasional dan kebijakan yang perlu diatasi agar ekosistem EV menjadi matang:
Peran PLN dalam mendorong kepercayaan publik
Keberhasilan adopsi EV bergantung pada seberapa besar publik percaya bahwa infrastruktur tersedia, biaya operasional terjangkau, dan layanan pendukung siap bila terjadi masalah. Dengan menghadirkan aplikasi yang informatif dan fitur layanan darurat, serta memperluas titik pengisian, PLN menempatkan diri sebagai fasilitator utama kepercayaan tersebut.
Dampak ekonomi dan peluang usaha
Perluasan ekosistem EV membuka peluang ekonomi baru: pemasangan dan pemeliharaan SPKLU, layanan mobilitas listrik, penyediaan solusi manajemen energi, hingga sektor manufaktur komponen EV dan penyediaan baterai. Bagi UMKM lokal, peluang muncul dalam bentuk layanan pendukung—misalnya instalasi home charger, servis kendaraan listrik, hingga solusi lisensi dan manajemen pembayaran di SPKLU.
Rekomendasi praktis untuk pemangku kepentingan
Masa depan elektrifikasi transportasi di Indonesia
Transformasi mobilitas menuju elektrifikasi adalah proses multi‑dimensi. Keberhasilan PLN membangun infrastruktur dan layanan digital bukan sekadar target teknis, melainkan langkah strategis untuk menciptakan ekosistem yang berkelanjutan. Jika pengembangan ini terus dilanjutkan dengan kolaborasi pemerintah, pelaku industri, serta dukungan finansial yang memadai, Indonesia berpeluang menjadi pasar EV utama di kawasan—baik dari sisi jumlah unit maupun ekosistem layanan pendukung.
Warta Express akan terus memantau perkembangan implementasi SPKLU, inovasi layanan PLN Mobile, serta kebijakan pendukung yang muncul. Kami mendorong pembaca untuk mengikuti update resmi dan mempertimbangkan langkah transisi ke kendaraan listrik sebagai bagian dari gaya hidup yang lebih ramah lingkungan dan lebih ekonomis dalam jangka panjang.
