Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengeluarkan imbauan penting menjelang arus balik Idulfitri 1447 H yang diprediksi padat beberapa hari ke depan. Berdasarkan pemantauan di Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC), puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 24 Maret 2026 dengan volume kendaraan yang lebih besar daripada puncak mudik. Sebagai jurnalis Warta Express, saya merangkum langkah operasional, rekomendasi waktu pulang, serta implikasi bagi pengguna jalan dan operator agar arus balik berjalan lebih lancar dan aman.
Proyeksi puncak arus balik dan rekomendasi waktu
Dari data JMTC, puncak arus balik diperkirakan mencapai lebih dari 285.000 kendaraan pada 24 Maret 2026, melampaui angka puncak mudik 18 Maret yang tercatat 270.315 kendaraan. Menhub mengimbau agar masyarakat mempertimbangkan waktu kepulangan alternatif untuk meratakan distribusi lalu lintas:
Koordinasi lintas instansi dan evaluasi titik kritis
Kemenhub telah melakukan rapat koordinasi di kantor PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Merak bersama otoritas pelabuhan, operator, Korlantas Polri dan pihak terkait lainnya. Rapat tersebut menindaklanjuti evaluasi titik‑titik krusial yang mengganggu arus mudik, untuk kemudian menyusun skenario antisipatif pada arus balik.
Fokus evaluasi mencakup dermaga, proses tiba‑bongkar‑berangkat (TBB), rest area, buffer zone di hulu jalan menuju pelabuhan, serta titik‑titik komersial yang sering menimbulkan hambatan lalu lintas.
Strategi operasional di dermaga dan jalur penyeberangan
Optimalisasi sisi hulu: buffer zone dan delaying system
Upaya menahan antrean di luar area dermaga atau jalan utama adalah kunci untuk mencegah kemacetan berjejaring. Kemenhub bersama Korlantas Polri dan operator tol mengoptimalkan penggunaan buffer zone dan rest area untuk menerapkan mekanisme delaying system yang menahan kendaraan sebelum memasuki titik kritis.
Pemanfaatan teknologi untuk pemantauan real‑time
Penggunaan drone sebagai alat pantau real‑time menjadi salah satu pendekatan teknis yang dikuatkan, terutama di area Bakauheni. Data dari drone mempercepat identifikasi titik antrean sehingga posko dapat mengirimkan instruksi taktis untuk membuka jalur alternatif atau menambah kapasitas layanan dermaga.
Penyiagaan layanan tol dan petugas lapangan
PT Jasa Marga menegaskan kesiapan layanan untuk mendukung arus balik. Langkah yang dilakukan meliputi penguatan operasional gardu tol, penyiagaan armada layanan jalan tol, pengaturan lalu lintas situasional serta kesiapsiagaan petugas selama 24 jam. Selain itu, Jasa Marga menyampaikan dukungan kebijakan berupa diskon tarif tol 30% pada periode arus balik 26–27 Maret 2026 di sembilan ruas tol Grup Jasa Marga untuk perjalanan menerus.
Titik rawan yang perlu diantisipasi
Imbauan langsung dari aparat keselamatan
Korlantas Polri memperkirakan ada tiga puncak arus balik yang harus dihindari: 24, 28, dan 29 Maret 2026. Irjen Pol Agus Suryonugroho menegaskan imbauan agar pemudik menghindari hari‑hari tersebut demi kelancaran layanan dan keselamatan perjalanan. Koordinasi antara petugas lalu lintas dan posko lapangan menjadi krusial untuk mengatur arus secara real‑time.
Saran praktis untuk pemudik
Peran masyarakat dan pentingnya disiplin
Keberhasilan pengelolaan arus balik bukan hanya tugas pemerintah dan operator, tetapi juga bergantung pada kedisiplinan masyarakat. Mematuhi arahan petugas, tidak berhenti sembarangan di area rawan, dan memanfaatkan rest area secara tertib adalah kontribusi sederhana yang berdampak besar pada kelancaran arus lalu lintas.
Dengan sinergi yang baik antara Kemenhub, Korlantas, operator pelabuhan dan jalan tol, serta kepatuhan masyarakat terhadap anjuran waktu kepulangan, diharapkan gelombang balik Lebaran tahun ini dapat ditangani lebih terkendali. Tetap ikuti informasi terbaru dari posko resmi dan rencanakan perjalanan Anda demi pengalaman pulang yang lebih aman dan nyaman.
