Pemilihan sepatu futsal sering diremehkan, padahal berpengaruh besar terhadap performa dan risiko cedera pemain. Fachri Reza, mantan pemain Timnas Futsal Indonesia periode 2012–2014 yang kini membela NZ Laksamana, menegaskan hal ini saat hadir pada peluncuran koleksi sepatu futsal Jogosala Spring 2027 di Tangerang. Dari pengalamannya sebagai kapten Cosmo JNE dan pemain profesional, Fachri membagikan wawasan praktis yang penting bagi pemain amatir hingga profesional.
Mengapa sepatu futsal itu krusial?
Fachri menjelaskan bahwa sepatu bukan sekadar pelindung kaki: sepatu adalah perpanjangan dari tubuh pemain di lapangan. Pilihan yang tepat mendukung pergerakan eksplosif, stabilitas pada perubahan arah, dan meredam benturan yang bisa menyebabkan cedera berulang. Menurutnya, kenyamanan menjadi awal sebelum menilai aspek teknis lain seperti cengkraman sol, penopang lateral, dan cushioning.
Kriteria sepatu yang baik menurut Fachri
Fachri menekankan bahwa pemain harus “telaten” dalam memilih sepatu, mencoba beberapa model dan menilai performa secara personal, bukan hanya mengikuti tren atau merek populer.
Pengalaman Fachri dengan seri Jogosala
Dalam acara peluncuran, Fachri membagikan pengalamannya menggunakan lini Jogosala sejak kemunculannya. Dia memberi catatan positif khususnya pada model Jogosala Volta V3 yang menurutnya memiliki pijakan lebih lembut dibanding generasi sebelumnya. Peningkatan ini, kata Fachri, terasa nyata saat melakukan manuver cepat: pijakan yang lebih “soft” membantu menyerap benturan sekaligus menjaga kenyamanan selama pertandingan panjang.
Peran pengembang dalam merespons kebutuhan pemain
Perwakilan Ortuseight, Octrisany D. Putra, menjelaskan bahwa pengembangan Jogosala tidak hanya terfokus pada aspek teknis olahraga, tetapi juga memperhatikan identitas street futsal—menggabungkan performa dan gaya. Untuk koleksi Spring 2027, terdapat enam lini baru: Volta, Vanquish, Avalanche, Rampage, Crusher, dan Strive. Pengembangan ini mengakomodasi masukan dari pemain profesional di berbagai negara, menjadikan produk lebih sesuai kebutuhan kompetitif sekaligus nyaman untuk penggunaan sehari‑hari.
Pemilihan sepatu sesuai posisi dan gaya permainan
Fachri menyarankan pemain untuk menyesuaikan pilihan model dengan peran di lapangan. Sepatu terbaik adalah yang mendukung kekuatan individu tanpa memaksa adaptasi gerakan yang berisiko pada cedera.
Cara mencoba dan merawat sepatu futsal
Implikasi bagi pengembangan industri dan pemain lokal
Peningkatan produk lokal seperti Jogosala menunjukkan bahwa industri perlengkapan olahraga Indonesia semakin matang. Melibatkan pemain profesional dalam proses pengembangan menciptakan siklus umpan balik yang memperbaiki desain produk berdasarkan kebutuhan lapangan riil. Bagi pemain muda dan klub amatir, akses ke sepatu berkualitas yang dikembangkan domestik berarti peluang untuk tampil lebih kompetitif tanpa harus mengandalkan produk impor semata.
Pesan penting untuk pemain dan pelatih
Fachri menutup sambutannya dengan pesan bahwa merawat karier berarti memerhatikan hal‑hal kecil seperti sepatu. Pilihan peralatan yang tepat dapat berdampak panjang pada performa dan kesehatan pemain. Bagi komunitas futsal Indonesia, perhatian terhadap detail semacam ini membantu membentuk atlet yang lebih tahan banting dan siap menghadapi kompetisi regional maupun internasional.
