Ratusan Polisi Kerahkan Diri: Jalan Rusak Ditambal Kilat demi Kenyamanan Jutaan Pemudik

Ratusan anggota Polda Sumsel gelar operasi bersih-bersih jelang mudik: detail aksi dan titik prioritas

Polda Sumatera Selatan mengerahkan ratusan personel untuk melaksanakan Program Bersih Lingkungan dan Asri (BELIDA) secara serentak di tiga wilayah provinsi hari Sabtu, 14 Maret 2026. Kegiatan ini bagian dari Gerakan Indonesia Asri dan bertujuan memastikan jalur mudik Idul Fitri 1447 H aman, nyaman, dan layak dilalui pemudik. Aksi gabungan melibatkan personel dari berbagai satuan dan instansi terkait, dengan fokus perbaikan jalan berlubang, pembersihan bahu jalan, serta penataan titik-titik rawan keselamatan.

Skala dan komposisi personel

Di Kota Palembang, kegiatan dipusatkan di Jalan Nurdin Panji, sebuah ruas provinsi yang kerap dilalui kendaraan mudik. Sebanyak 106 personel gabungan dari tujuh satuan Polda Sumsel dikerahkan, mencakup Satbrimob, Ditsamapta, Ditpolairud, Ditpamobvit, Ditbinmas, Ditreskrimsus, serta Bidang Humas dan Kayanma. Langkah ini menunjukkan sinergi internal Polda untuk menyukseskan program nasional dan menyiapkan jalur arus mudik.

Tindakan konkret di lapangan

Aksi yang dilakukan bukan sekadar simbolis. Di lokasi berbeda, kegiatan berwujud perbaikan lubang jalan menggunakan material setempat dan kegiatan korve (kerja gotong royong) untuk membersihkan bahu jalan dan area publik:

  • Di Jalan Nurdin Panji (Palembang): pembersihan saluran air, penebangan ranting berbahaya, dan pembersihan sampah pada bahu jalan.
  • Di Simpang Tiga Akses Tol Kayuagung (Kabupaten Ogan Komering Ilir): perbaikan jalan dilakukan oleh 65 personel gabungan dari Polres OKI, Kodim 0402/OI‑OKI, Satpol PP, Dinas PUPR dan Senkom — pekerjaan fokus menambal lubang dengan campuran batu koral, pasir, dan semen.
  • Di Musi Rawas Utara (Muratara): perbaikan jalan desa di Desa Sumber Makmur dan Desa Karang Anyar serta pembersihan akses yang menjadi jalur utama mobilitas warga di daerah terluar.
  • Sinergi lintas sektor sebagai motor pelaksanaan

    Perbaikan jalan dan pembersihan lingkungan ini bukanlah kerja tunggal kepolisian. Keterlibatan Dinas PUPR, Satpol PP, Kodim setempat, dan organisasi masyarakat menegaskan pendekatan kolaboratif. Kolaborasi tersebut bertujuan mempercepat tindakan perbaikan sebelum puncak arus mudik sehingga potensi kecelakaan akibat kondisi jalan buruk dapat diminimalkan.

    Pernyataan pimpinan dan pesan keselamatan

    Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Sandi Nugroho, menyatakan bahwa program BELIDA merupakan wujud nyata kehadiran polisi untuk membantu masyarakat. “Jika ada jalan berlubang atau lingkungan yang perlu diperbaiki, kami hadir bersama instansi terkait untuk menanganinya,” ujar Kapolda. Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Nandang Mu’min Wijaya menegaskan komitmen layanan untuk mendukung keselamatan perjalanan selama Lebaran.

    Manfaat langsung bagi pemudik

    Langkah-langkah praktis yang dilakukan memiliki dampak langsung pada pengalaman mudik:

  • Pengurangan risiko kecelakaan akibat lubang dan kondisi jalan buruk.
  • Peningkatan kenyamanan di titik istirahat dan bahu jalan yang bersih dari sampah dan vegetasi mengganggu.
  • Percepatan waktu tempuh karena jalur kritis diperbaiki sebelum puncak arus kendaraan.
  • Area prioritas dan strategi antisipasi

    Fokus dipilih pada ruas yang menjadi akses masuk‑keluar pintu tol dan jalan provinsi strategis, karena di titik inilah kepadatan lalu lintas cenderung meningkat saat musim mudik. Strategi antisipasi juga mencakup identifikasi titik rawan kecelakaan dan koordinasi pos pengamanan terpadu (pospam) agar penanganan insiden bisa cepat dan terkoordinasi.

    Peran masyarakat dan instansi lokal

    Keberhasilan program ini bergantung pula pada partisipasi warga dan dukungan pemerintah daerah. Beberapa langkah praktis yang diminta petugas kepada masyarakat antara lain:

  • Melaporkan lubang besar atau hambatan lalu lintas melalui kontak pos polisi terdekat.
  • Menjaga kebersihan bahu jalan dan fasilitas umum di sekitar jalur mudik.
  • Mengikuti arahan lalu lintas dan himbauan keselamatan yang dikeluarkan aparat.
  • Catatan teknis: material dan teknik perbaikan sementara

    Untuk pekerjaan sementara sebelum perbaikan permanen oleh dinas teknis, tim gabungan menggunakan campuran batu koral, pasir dan semen untuk menambal lubang, metode cepat yang efektif menahan kerusakan bertambah saat dilalui kendaraan berat. Langkah ini sifatnya temporer namun krusial untuk mengurangi risiko hingga perbaikan struktural dilakukan.

    Kontinuitas tindakan pasca-BELIDA

    Program massal seperti BELIDA diharapkan menjadi pemantik agar pemerintah daerah mempercepat perbaikan permanen, sekaligus memperkuat pemeliharaan rutin. Dokumen temuan lapangan yang dikumpulkan petugas saat kegiatan akan menjadi bahan rekomendasi untuk perbaikan lebih menyeluruh oleh dinas teknis terkait.

    Dengan pendekatan kolaboratif, tindakan preventif dan partisipasi publik, Polda Sumsel berharap jalur mudik Lebaran tahun ini akan lebih aman dan nyaman. Kesiapan infrastruktur jalan yang baik bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga menyangkut keselamatan ribuan pemudik yang akan menempuh perjalanan panjang ke kampung halaman.