WartaExpress

Samsung Menggebrak Industri AI: Mulai Produksi Massal HBM4 yang Bisa Melonjakkan Performa Chip hingga 3x

Samsung Mulai Produksi Massal HBM4: Lompatan Besar untuk Chip AI Generasi Mendatang

Samsung Electronics resmi memulai produksi massal memori HBM4, menandai langkah strategis perusahaan dalam mengamankan posisi di pasar memori bandwidth tinggi untuk kebutuhan kecerdasan buatan (AI). Produksi ini dilakukan di fasilitas Samsung di Cheonan, Provinsi Chungcheong Selatan, dan menjadi titik balik penting mengingat permintaan HBM yang diperkirakan akan melonjak drastis pada 2026—terutama dari pelanggan besar seperti perusahaan pembuat akselerator AI.

Teknologi kunci: Hybrid Copper Bonding (HCB)

Salah satu unsur teknis paling menonjol adalah adopsi Hybrid Copper Bonding (HCB) untuk proses pengemasan. HCB memungkinkan ikatan tembaga yang lebih rapat antar lapisan chip, sehingga mengurangi resistansi termal hingga 20% dan memperbaiki efisiensi distribusi daya. Peralatan lini HCB diperkirakan tiba pada bulan Maret untuk pengaturan proses manufaktur, pengujian, dan verifikasi kualitas sebelum produksi penuh dimulai.

Spesifikasi performa: kecepatan dan bandwidth yang menjanjikan

Samsung melaporkan bahwa HBM4 yang diproduksinya menawarkan kecepatan pemrosesan awal sebesar 11,7 Gbps, dengan potensi peningkatan sampai 13 Gbps. Dengan konfigurasi stacking 16 lapis, kapasitas per tumpukan dapat mencapai 48 GB, sementara total bandwidth maksimum yang disebutkan mencapai 3,3 TB/s. Angka‑angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan generasi sebelumnya dan dirancang untuk mengatasi bottleneck akses memori pada model AI yang semakin besar.

Efisiensi daya dan keuntungan arsitektural

HBM4 diklaim menghadirkan efisiensi daya lebih baik hingga 40% dibandingkan HBM3E berkat integrasi teknik TSV (Through Silicon Via) yang dioptimalkan dan distribusi daya yang diperbaiki. Efisiensi ini sangat penting bagi pusat data dan platform AI yang membutuhkan output komputasi tinggi namun juga mengawasi konsumsi energi dan manajemen panas.

Dorongan permintaan dari pelanggan besar

Permintaan HBM4 dilaporkan datang terutama dari perusahaan yang mengembangkan akselerator AI—Nvidia disebut sebagai salah satu klien utama yang mendorong percepatan jadwal produksi. Samsung menargetkan peningkatan kapasitas secara agresif, termasuk rencana memperluas produksi HBM4 dan memulai pengambilan sampel untuk HBM4E pada paruh kedua 2026. Selain itu, sampel HBM kustom yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan diperkirakan mulai diterima pada 2027.

Tantangan produksi massal dan risiko transisi

Meski hasil laboratorium menunjukkan peningkatan kinerja, para pengamat industri mengingatkan bahwa mentransformasi hasil tersebut ke produksi massal bukan tugas mudah. Faktor biaya, yield produksi, dan kontrol kualitas pada lini HCB akan menjadi penentu utama keberhasilan komersial. Efek skala dan stabilitas proses produksi harus dijaga agar HBM4 dapat diproduksi dalam volume besar tanpa menimbulkan lonjakan biaya yang menggerus margin pelanggan dan vendor.

Implikasi bagi ekosistem AI dan semikonduktor global

Langkah Samsung ini dipandang sebagai respons strategis terhadap pertumbuhan ekosistem AI yang membutuhkan memori berbandwidth tinggi untuk mengolah model dengan milyaran hingga trilyunan parameter. Ketersediaan HBM4 dengan bandwidth dan kapasitas lebih besar akan mempercepat penerapan model AI skala besar, memperpendek waktu inferensi, dan memungkinkan pelatihan model yang lebih kompleks. Bagi pemain seperti Nvidia dan AMD, akses ke HBM4 berkualitas tinggi menjadi elemen kunci untuk mempertahankan keunggulan kompetitif akselerator mereka.

Proyeksi pasar dan rencana ekspansi Samsung

Samsung memproyeksikan penjualan HBM dapat meningkat hingga tiga kali lipat pada 2026, memperkuat alasan perusahaan untuk memperluas kapasitas produksi HBM4. Selain itu, Samsung terus menyiapkan jalur pengembangan HBM4E dan variasi kustom sesuai permintaan pelanggan. Kecepatan implementasi HCB dan efektivitas integrasi HBM4 ke dalam solusi akselerator akan menjadi indikator utama bagi bagaimana pasar bereaksi terhadap penawaran baru ini.

Dampak ke pemain lokal dan peluang bagi industri teknologi Indonesia

Bagi Indonesia, percepatan produksi HBM4 oleh Samsung menandai peluang dan tantangan. Di satu sisi, hadirnya teknologi memori mutakhir membuka peluang bagi perusahaan yang bergerak di layanan AI, pusat data, dan integrator sistem untuk mengakses komponen yang mempercepat inovasi. Di sisi lain, pengaruh pada rantai pasok global dapat menuntut penyesuaian strategi pengadaan dan investasi infrastruktur TI untuk menyerap teknologi generasi berikutnya.

Poin teknis yang perlu diikuti ke depan

  • Perkembangan yield dan biaya produksi HCB di fasilitas Cheonan.
  • Kinerja HBM4 saat dipasangkan dengan akselerator AI komersial—pengujian nyata di lingkungan data center.
  • Waktu ketersediaan sampel HBM4E dan opsi custom bagi para pelanggan.
  • Respons pemasok lain (mis. SK Hynix) dan dinamika persaingan di pasar HBM.
  • Produksi massal HBM4 oleh Samsung merupakan langkah strategis yang mempertegas perlombaan teknologi memori di era AI. Kecepatan eksekusi dan kualitas manufaktur akan menentukan seberapa besar dampak teknis dan komersial yang dirasakan oleh industri semikonduktor dan para pemangku kepentingan AI di tahun‑tahun mendatang.

    Exit mobile version