Sebaiknya Kita Tahu

Di internet tiap harinya minimal ada 4,2 juta artikel baru yang diterbitkan.

(Source: Worldometers)

 

Bagaimana agar artikel/berita yang kita tulis dapat dibaca orang?

Untuk mencari informasi, hiburan, orang banyak sudah tahu harus pergi ke Detik, Kompas, Liputan6, Tribun, Suara, Merdeka, Tempo, Okezone dan masih banyak lagi portal berita besar lainnya.

Bagaimana dengan Warta Express yang baru saja mulai?

Kita bisa!

Karena mereka pun mulai seperti WE, dari kecil.

Di tulisan ini kita akan belajar sama-sama caranya.

Peran Penting Mesin Pencari

Google menggunakan perilaku manusia untuk menentukan peringkat di hasil pencarian.
Ketika kita (manusia) membaca artikel, kita tahu jelas bedanya antara yang bagus dan jelek.

Artikel yang bagus biasanya dibaca dalam waktu lama, sering direkomendasikan kepada orang lain, dan pembaca tidak perlu mencari artikel yang lain lagi.

Google bisa menerjemahkan perilaku ini menjadi data.

Data perilaku inilah yang digunakan untuk menentukan peringkat.

Peringkat inilah yang akan membuat tulisan kita mudah dibaca orang.

 

Mesin Pencari (Google, Bing, Yahoo,etc)
1. Volume pengunjung dari mesin pencari merupakan yang terbanyak.
2. Kualitas pengunjung dari mesin pencari merupakan yang terbaik nomor 2

Perlu anda ketahui juga kalau Google secara terang-terangan menyatakan bahwa mereka menentang konten yang:

• Kurus (thin), dengan kata lain tidak berbobot
• Tidak memberikan nilai tambah bagi pembaca
• Tidak original (copy-paste)
• Membuat pembaca frustrasi (karena kualitasnya rendah)

Kalau konten anda masuk ke dalam salah satu kategori di atas, maka akan sangat sulit mendapatkan peringkat yang tinggi.

Parahnya, konten seperti itu beresiko penalti oleh mesin pencari!

Google dan mesin pencari lain secara aktif memperbaharui algoritma-nya. Semakin ke depan, mereka akan semakin memahami kualitas dari sebuah konten.

Lalu Bagaimana?

Pentingnya mengangkat Topik yang sedang populer.

Topik yg Populer sangat Penting untuk mendatangkan visitor ke website.
Semakin banyak pengunjung di website, website akan semakin sukses.

Sayangnya, banyak pemilik website yang mengeluhkan bahwa traffic webnya tidak kunjung bertambah walaupun sudah memposting websitenya setiap hari.

Topik populer bisa seperti:

• Bahasan populer di suatu kalangan
• Ada acara, event, atau kejadian baru
• Suatu masalah besar yang belum ada panduan penyelesaiannya

Meskipun dibilang Topiknya pasaran, sebaiknya Kita mengasah kreativitas sendiri untuk membuat judul dan pembahasan yang lebih menarik. Jangan sekedar copy-paste.

Cara melihat Topik popular bisa dilihat dari trend yang diangkat oleh media besar, atau cek di link : https://www.google.co.id/trends/ untuk melihat topik dan konten yang sedang ramai/trending di Indonesia.

Tidak ada salahnya membuat berita yang sedang trend, yang penting ada nilai lebih yang kita suguhkan.

Dengan “pancingan” trend topic tadi, setidak-tidaknya visitor dapat melihat apa yang sebenarnya kita tawarkan di WE.

Berita-berita yang tidak kalah penting dan berbobot, informasi dari berbagai daerah dan kalangan, yang sepatutnya mereka perlu dan senang untuk tahu.

Andai mereka puas dengan apa yang mereka baca, mereka melihat sesuatu yang lain, artikel dengan informasi baru, bermanfaat, mereka pasti “share” dan balik lagi untuk berita-berita lainnya, dan mesin pencari “merekam” itu.

Dari sini, tidak menutup kemungkinan apa yang WE tulis akan menjadi Trend Topic, Viral.

Jenis artikel/konten yang umum di internet ada 2:

Informasi dan panduan.

Kalau artikel berupa panduan, isinya harus benar-benar bisa menjadi panduan, bukan sekedar bacaan.

Kalau informasi, isinya sesuai fakta, bermanfaat, netral.

Meskipun sudah paham bahwa kualitas konten merupakan yang nomor 1, tapi dalam prakteknya, hanya sebagian menerbitkan artikel/konten berkualitas.

Konten berkualitas TIDAK hanya:
1. Original, bukan copas
2. Panjangnya __ kata
3. Tata bahasanya tidak salah

Originalitas dan tata bahasa itu baru hanya standar minimum sebuah artikel yang diterbitkan.
Bukan penentu berkualitas atau tidaknya.

Inilah konten berkualitas:
• Bobotnya paling tinggi dibandingkan konten lain
• Kredibel, ada link kutipan menuju data atau fakta yang terpercaya
• Penyajiannya tidak membosankan
• Bernilai bagi pembacanya

‘Bernilai’ yang dimaksud di sini artinya konten kita memberikan informasi baru yang bermanfaat, atau memberikan panduan yang bisa menyelesaikan permasalahannya. Itulah konten berkualitas.

Itulah artikel yang akan bisa jadi viral, dibaca banyak orang, dan mendapatkan peringkat tinggi di mesin pencari.

Repot amat sih..

Memang repot.

Tapi, begini:
Konten itu aset bagi sebuah website.
Kalau konten Kita murahan, maka website Kita juga murahan.

Bagaimana caranya membuat Artikel yang berkualitas dan dibaca banyak orang?

1. Pelajari karakter calon pembaca

Beda topik, peminatnya juga beda. Anak muda, dewasa, mayoritas pria, mayoritas wanita, dan lain-lain.
Misalnya artikel tentang “keuangan” mungkin pembacanya usia 25 ke atas, ya kan? Lalu artikel mengenai game peminatnya lebih muda. Jadi cara nulisnya juga beda.

Repot ya?…

Untuk apa sih kita mesti mempelajari karakter?
Tujuannya supaya kita bisa menyesuaikan isi artikel terutama gaya penulisan dengan karakter pembaca kita.

Dengan kata lain:
Supaya artikel kita enak dibaca.
Supaya pembaca tidak bosan.

Contohnya:
Kalau pembaca kita mayoritas anak muda, kita gunakan bahasa yang lebih santai.
Kalau kaku, maka mereka bakal merasa aneh.

Menggunakan suatu kata secara berlebihan malah akan membuat pembaca terganggu.

Akibatnya, mereka tidak jadi baca.
Kalau sudah begitu, mereka akan pergi.

Sudah capek-capek bikin artikel…
Tidak ada yang baca sampai selesai…
Lalu tidak ada yang berkunjung ke websitenya…

2. Pancing pembaca dengan judul yang menarik.

Tahukah anda, kalau ada 100 orang yang mampir ke website, 80 orang akan membaca judul artikelnya. Tapi hanya 20 orang yang lanjut baca isinya.

Parah ya..

Artinya anda kehilangan potensi pembaca yang sangat besar.
Coba kita ingat kembali ketika melakukan pencarian di Google. Apa yang membuat kita memilih salah satu website? Judulnya…ya kan?

Jadi pertempuran kita dimulai dari judul. Teknik pembuatan judul sangat penting.
Kalau artikelnya bagus, sebagus apapun, kalau judulnya jelek maka tidak akan ada yang membaca.

Lihat gambar berikut untuk memahami logikanya:

Google mengikuti perilaku manusia…
Manusia akan mengeklik judul yang lebih menarik…

Maka kalau manusia menganggap artikel kedua lebih baik, maka Google akan menaikkan peringkat artikel tersebut jadi ke peringkat satu. Itu logikanya, sekarang kita lihat caranya.

Misalkan:
Kalau anda search di Google dengan kata kunci “cara mengusir lalat”,
kemudian di peringkat 1-3 ada artikel berjudul seperti ini:

1. 5 Cara Mengusir Lalat
2. 5 Cara Praktis untuk Mengusir Lalat dari Rumah dalam 30 Menit
3. Tutorial Tips Cara Mengusir Lalat Secara Alami Terbaru Terlengkap

Judul artikel pertama…Biasa.
Format penulisan judul seperti nomor 1 terlalu standar,
tidak ada faktor X yang membuat orang lain tertarik untuk membaca.

Sekarang kita lihat judul kedua.
Ada kata-kata seperti “praktis” dan “dalam 30 menit”.
Dari judulnya kita bisa membayangkan bahwa artikel kedua punya nilai lebih dari artikel pertama.
Kalau saya cuma boleh baca 1 artikel, saya akan pilih yang kedua.

Judul pertama itu ibarat makan tahu. Judul kedua ibarat makan tahu + kecap.

Manusia yang melakukan pencarian di Google selalu ingin solusi terbaik dan termudah dari permasalahan mereka. Inilah yang harus kita tawarkan.
Karena itu, di judul harus ada “kecapnya”.
TAPI bukan hanya judulnya saja, artikel anda juga harus ada kecapnya.

Oh ya, kita belum bahas judul ketiga. Intinya sih jangan buat judul seperti nomor tiga.
Judul ketiga adalah korban dari optimasi berlebihan dengan memasukkan kata-kata yang terlihat heboh, padahal justru jadi aneh dibaca. Ini tren konyol yang sering dilakukan blogger Indonesia.

Jangan pernah gunakan judul ke-3. Untuk cara ngeceknya, coba ucapkan judul tersebut. Kalau tidak lazim diucapkan, berarti judulnya aneh, jangan digunakan.

Kalau anda menelantarkan judul, satu-satunya bagian dari konten yang mampu menarik perhatian jadi tidak punya kekuatan.

Bahkan menurut Garrett Moon dari CoSchedule, konten yang judulnya dioptimasi dengan tepat akan mendapatkan jumlah share di social media hingga 10 kali lipat.

Tips lainnya tentang memberi judul

Di dalam sebuah judul pasti ada topik.
Ada posisi yang strategis untuk menempatkan topik dalam judul

Misalnya topiknya ‘tips menurunkan berat badan’,
judulnya akan mengandung kata-kata tersebut…ditambah hiasan.
Nah, tapi dimana kita menempatkan topiknya?
Depan? Tengah? Belakang?
Sebisa mungkin, hindari bagian tengah.
Ini karena kita, manusia, hanya fokus pada bagian depan dan belakang saja. Bagian tengahnya “kabur”.

Kalau ada kata-kata yang kuat (power words), yang mampu menarik perhatian lebih daripada topik,
letakkan kata tersebut di awal atau akhir.

Yang lebih penting lagi, strukturnya harus bisa dibaca dengan enak.
Percuma memanfaatkan tips ini kalau pada akhirnya judul anda jadi tidak bisa dibaca.

 

Tulis judul yang spesifik untuk 1 target pembaca

Karena apabila saya memasang lebih dari 1 target, isinya tidak bisa detail.
Informasi yang spesifik jauh lebih menarik daripada yang umum.

Contoh:
Kita akan membuat artikel kumpulan smartphone terbaik. Inilah beberapa judul yang spesifik untuk target pembaca tertentu.

• 10 Smartphone terbaik dengan harga di bawah 5 jutaan
• 10 Smartphone terbaik untuk anda yang suka selfie
• 10 Smartphone terbaik dengan daya tahan baterai terlama

Satu lagi. Artikel rekomendasi tempat wisata.

• Bukan warga Indonesia sejati kalau kamu belum pernah ke 10 tujuan wisata ini
• Panduan traveling ke Singapura dengan budget di bawah 2 juta
• 10 Tujuan wisata romantis di Eropa untuk kamu dan dia

3. Artikel kita tidak akan dibaca kata-per-kata, lakukan ini untuk mengakali.

Artikel di website beda dengan buku.
Saat baca buku atau koran atau majalah, kita memang sedang ingin fokus membaca.
Di internet tidak demikian.

Di internet, orang-orang ingin bergerak dengan cepat dari website A ke website B. Maka mereka tidak akan membaca artikel kata per kata.

“Anda pun juga pasti sudah melewati sebagian besar tulisan di atas.”

Ini wajar.

Pola pembaca ini diberi nama F-shaped pattern, karena seperti huruf F.
Jadi mereka melakukan scanning secara vertikal, kemudian ketika menemukan kalimat yang menarik barulah mereka membaca secara horizontal.

Gambar berikut ini didapatkan dari penelitian menggunakan alat pelacak gerakan mata ketika membaca konten di website.

Seperti huruf F kan?
Kita ingin meminimalisir yang seperti ini.
Kita ingin supaya mereka membaca selama mungkin.

Alasannya penting:
Semakin lama mereka menghabiskan waktu di website anda, maka akan tercipta “ikatan” yang kuat antara penulis dengan pembaca.

Pembaca akan semakin “cinta” dengan anda dan tulisan anda.

Satu hal lagi yang perlu anda ingat:

Artikel berbobot biasanya lebih panjang, tapi artikel yang lebih panjang belum tentu berbobot.

Ada kesalahan fatal yang sering dilakukan oleh penulis konten, yaitu menulis terlalu banyak basa-basi karena ingin mendapatkan jumlah kata tertentu.

Ini gara-gara orang bilang artikel panjang = bagus untuk SEO.
Tapi yang penting sebetulnya bukan panjangnya, tapi bobotnya.
Berikut 2 contoh komposisi artikel:

Artikel A hanya dibuat untuk sekedar mencapai jumlah kata tertentu tanpa memberikan manfaat.

Artikel B dibuat untuk mengedukasi. Melalui proses riset dan perencanaan yang mendetail sehingga hasilnya “berdaging”.

Sadar atau tidak, banyak penulis yang membuat Artikel A.
Karena mudah…
Tinggal basa-basi.
Untuk membuat artikel B, anda mau-tidak-mau harus paham tentang topiknya.
Kalau tidak, maka artikel anda tidak akan bisa “mengajarkan” sesuatu kepada orang lain.

Tapi bagaimana kalau topiknya cuma bisa dibahas singkat?
Gampang,
Jangan dipanjang-panjangkan.
Topik sangat berpengaruh dengan panjang artikel.
Kalau topik yang anda pilih memang sempit, maka artikelnya memang akan jadi pendek.
Tapi ini berlaku sebaliknya juga:
Kalau topiknya besar, jangan buat artikel yang pendek (karena malas). Ini jadinya artikel yang tidak berbobot.

4. Lakukan pemeriksaan tata bahasa dan ejaan

Kedengarannya sangat sepele, tapi sebetulnya sangat penting. Apalagi karena di Indonesia kita sangat jarang menggunakan bahasa baku dalam kehidupan sehari-hari.

Akibatnya, bahkan di situs-situs berita pun banyak terjadi kesalahan.

Sepele memang, tapi ketika terjadi kesalahan penulisan maka artikel anda langsung mendapatkan kesan tidak profesional. Ini berbahaya.

Bayangkan kalau anda mengunjungi sebuah website yang menjual produk seharga Rp 10juta, tapi ternyata di kontennya banyak terdapat kesalahan penulisan.

“Gimana mau dianggap serius, nulis aja nggak becus.”

Masalahnya lagi:

Untuk artikel berbahasa Indonesia kita belum punya software yang mampu memeriksa kesalahan tata bahasa (grammar). Hanya ejaan yang bisa kita periksa.

Jadi satu-satunya solusi yaitu memeriksa secara manual.

Lakukan tahapan seperti berikut:

1. Tulis artikel anda sampai selesai tanpa melakukan pemeriksaan
2. Baca artikel anda dengan suara (bukan dalam hati)
3. Perbaiki setiap kalimat yang terdengar janggal ketika diucapkan

Poin terpenting di nomor 2.

Ada 2 alasannya…
Pertama, karena kalau anda membaca dalam hati maka kesalahan-kesalahan kecil akan terlewatkan.
Kedua, saya yakin ini pasti terjadi, di artikel anda akan muncul BANYAK kalimat-kalimat yang terdengar aneh ketika diucapkan. Keanehan ini baru akan muncul kalau artikelnya dibaca dengan suara.
Ketika membaca, bayangkan anda sedang presentasi di depan umum atau sedang bercerita dengan teman anda (tergantung jenis artikelnya).

5. Sekarang saatnya mencari pembaca

Banyak penulis artikel website yang merasa setelah menekan tombol ‘publish’ maka tugasnya selesai.

Belum, tantangan sebetulnya baru akan dimulai.

Di hari yang sama ketika anda menerbitkan artikel, ada jutaan artikel lain yang juga diterbitkan.
Artikel anda tidak akan ditemukan kalau tidak dipromosikan.

Kalau tidak ada manusia yang membaca, maka Google tidak akan tahu kualitasnya sehingga artikel anda tidak akan mendapatkan peringkat tinggi.

Jadi jangan puas dulu setelah menerbitkan artikel.
Tidak cukup membuat konten yang berkualitas kemudian ditinggalkan begitu saja. Anda harus mendistribusikan artikel yang sudah anda tulis barusan.

Bahkan website yang sudah sukses pun secara konsisten mempromosikan kontennya.
Distribusi yang tepat akan meningkatkan jumlah pengunjung anda hingga berkali-kali lipat.

Ada beberapa tips mendasar yang bisa anda lakukan untuk memasarkan konten:
1. Beritahukan orang lain di jejaring sosial dan situs komunitas (forum). Jangan spam, lakukan hanya kalau ada yang membutuhkan info terkait.
2. Beritahukan ke akun Twitter yang membahas topik serupa.

Kedua tips di atas hanya yang paling dasar.
Artikel anda hanya seekor ikan di samudra yang luas. Kalau seperti itu, lantas bagaimana bisa sebuah Website News baru — yang belum dikenal — bisa mendapatkan perhatian dari orang banyak?
Jawabannya: promosi konten,share.

Selamat Berkreatifitas!