Detik‑detik Pembobolan Pegadaian Lenteng Agung: Modus Plafon Dijebol dan Kerugian Rp88,2 Juta
Jakarta — Aksi pembobolan yang menimpa salah satu kantor Pegadaian di Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan, mengungkap modus operandi yang terencana dan eksekusi yang cukup rapi. Kejadian yang berlangsung dini hari 15 Desember 2025 itu terekam jelas oleh kamera CCTV dan baru terkuak setelah penyelidikan intensif pihak kepolisian. Dalam peristiwa ini, pelaku berhasil meloloskan beberapa barang berharga, terutama unit ponsel, sehingga kerugian ditaksir mencapai Rp88,2 juta.
Bagaimana aksi berlangsung: peran dan pembagian tugas pelaku
Dari rekaman yang beredar, terlihat bahwa pelaku menjalankan tugasnya dengan pembagian peran yang jelas. Satu orang bertugas sebagai “penjaga luar” dengan posisi mondar‑mandir di sekitar lokasi untuk memantau situasi dan memastikan tidak ada warga atau patroli yang mendekat. Sementara itu, minimal satu pelaku lain masuk ke ruang kios dengan menjebol plafon sebagai akses masuk.
Metode plafon dijebol ini memungkinkan pelaku menghindari pintu dan jalur masuk utama yang lebih mudah terpantau, sehingga meminimalkan risiko terlihat oleh warga atau kamera di area depan.
Barang bukti dan penangkapan
Setelah melakukan penyelidikan dan tracking terhadap rekaman CCTV, Tim Subdit 3 Tahbang/Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya berhasil mengamankan dua tersangka berinisial M.N. (sebagai eksekutor) dan R.A.J. (penjaga luar) pada 20 Januari 2026 di wilayah Bojonggede. Dari tangan mereka, penyidik menyita dua unit ponsel yang diduga hasil curian.
Namun kasus belum rampung: satu pelaku lain yang berinisial A masih masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Penyidik masih mendalami kemungkinan keterlibatan kelompok ini dalam kasus serupa di wilayah lain.
Kerugian dan jenis barang yang raib
Kerugian material yang dilaporkan mencapai sekitar Rp88,2 juta. Dari keterangan sementara dan pemeriksaan lokasi, yang hilang terutama sejumlah unit iPhone serta beberapa barang berharga lain yang mudah dipindahkan dan bernilai jual tinggi.
Analisis modus: mengapa plafon jadi sasaran?
Modus masuk lewat plafon menunjukkan perencanaan sebelumnya: pelaku kemungkinan sudah melakukan observasi lokasi, mengetahui pola keamanan, dan menilai peluang akses lewat atap atau ruang plafon yang kurang terawasi. Beberapa alasan plafon dipilih:
Metode ini juga menunjukkan tingkat keberanian dan kesiapan teknis pelaku, sekaligus kelemahan pengamanan pada bagian bangunan yang sering luput dari pengawasan.
Tanggapan polisi dan langkah penyidikan lanjutan
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto, menyatakan penangkapan kedua pelaku sebagai hasil kerja cepat dan koordinasi antarunit. Polisi kini fokus pada:
Penyidik juga terus menggali peran masing‑masing tersangka serta mengumpulkan bukti tambahan dari CCTV dan saksi sekitar.
Imbas bagi fasilitas pelayanan publik dan rekomendasi keamanan
Kasus ini membuka perhatian pada kerentanan keamanan di kios dan kantor pelayanan publik yang menyimpan barang bernilai. Beberapa rekomendasi praktis yang perlu dipertimbangkan oleh pengelola lokasi serupa:
Pesan bagi publik dan langkah pencegahan
Bagi warga lingkungan dan pelaku usaha kecil, waspada adalah kunci. Laporkan gerak mencurigakan, dukung pemasangan lampu dan sistem pengawasan di area komersial, dan tingkatkan koordinasi antara pemilik kios dengan petugas keamanan setempat. Buatlah catatan inventaris yang teratur agar bila terjadi kehilangan, proses pelaporan dan klaim asuransi (jika ada) menjadi lebih cepat dan akurat.
Arah penyelidikan ke depan
Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait kasus ini untuk segera melapor agar pihak kepolisian dapat menutup celah kejahatan serupa dan menghadirkan rasa aman di lingkungan komersial Jakarta Selatan.
