WartaExpress

Terungkap! Mpok Alpa Tunaikan Nazar Beli Ambulans Sebelum Wafat, Netizen Terharu!

Perjuangan Nazar Mpok Alpa sebelum Tutup Usia

Pada 15 Agustus 2025, dunia hiburan Indonesia berduka dengan kepergian komedian legendaris Nina Carolina, akrab disapa Mpok Alpa. Di balik tawa dan canda yang selalu ia hadirkan, tersimpan niat tulus untuk berbagi kebaikan. Sebelum meninggal, Mpok Alpa sempat melaksanakan nazar mulia: membeli sebuah ambulans bagi masjid Al-Istiqomah yang terletak di Ciganjur, dekat kediamannya. Kisah ini menjadi bukti ketulusan hati dan kepedulian sosial sang seniman, sekaligus menjadi kenangan abadi bagi warga setempat.

Doa dan Niat Mulia di Setiap Perjalanan

Pernyataan tersebut diungkapkan langsung oleh sang suami, Ajie Darmaji, yang menuturkan bahwa keinginan membeli ambulans telah lama terpendam dalam benak Mpok Alpa. “Setiap kali kami melewati masjid, dia selalu melantunkan doa: ‘Ya Allah, berilah kami rezeki untuk membeli ambulans bagi masjid ini.’” ujar Ajie, menirukan doa istrinya. Doa itu diungkapkan dengan harapan besar agar kelak warga sekitar dapat memanfaatkan ambulans untuk berbagai keperluan darurat.

Hidayah dari Rezeki Iklan

Dalam waktu yang tak terlalu lama setelah doa tersebut terucap, Mpok Alpa menerima tawaran iklan televisi yang memberikan pendapatan tak terduga. Ajie mengaku heran sekaligus bersyukur atas keberkahan tersebut. “Saat Mpok mendapat honor iklan, saya langsung teringat nazar itu. Saya katakan, ‘Uang itu jangan digunakan untuk keperluan pribadi, beli ambulans dulu. Sisanya kalau ada, belikan karpet mushola.’” kenang Ajie.

Hidayah berupa rezeki cepat itu menjadi momentum penting. Berkat pemasukan dari iklan, Mpok Alpa segera mewujudkan niatnya tanpa menunda lebih lama lagi. Proses pengadaan ambulans berlangsung kurang dari sebulan, menunjukkan keseriusan dan komitmen sang komedian terhadap nazar yang diucapkannya.

Serah Terima Ambulans dan Perbaikan Fasilitas Mushola

Pada hari penyerahan, Mpok Alpa dan Ajie mengundang pengurus masjid serta tokoh masyarakat setempat. Mpok sempat melontarkan canda khasnya: “Ini mobil ambulans khusus buat orang sakit, ibu melahirkan, jenazah, bahkan boleh dipakai kondangan, asal tidak malu!” ungkapnya sambil tertawa. Momen tersebut disambut gelak tawa dan tepuk tangan hadirin.

Tak hanya ambulans, Mpok Alpa juga membelikan karpet baru serta membantu pemasangan kubah kecil di mushola, menambah kenyamanan ibadah bagi jamaah. Hal ini menunjukkan bahwa perhatian Mpok tidak hanya sebatas kendaraan darurat, tetapi juga aspek kesakralan dan kenyamanan tempat ibadah.

Makna Sindiran Terakhir dan Kenangan Tak Terlupakan

Di balik candaan, Mpok sempat berujar kalimat yang kini terasa seperti firasat: “Suatu saat nanti saya juga akan pakai ambulans ini.” Kata-kata itu menyentuh hati banyak orang setelah Mpok Alpa benar-benar dipulangkan ke peristirahatan terakhir menggunakan ambulans yang telah ia sumbangkan. Saat proses pemakaman, ambulans itu melaju dengan ridho keluarga dan kerabat, menandai penuntasan nazar dalam kisah hidup sang seniman.

Manfaat dan Dampak di Tengah Masyarakat

Kisah Inspiratif bagi Generasi Mendatang

Kisah Mpok Alpa mengajarkan bahwa niat baik dan doa yang tulus dapat menjadi penuntun rezeki. Kepedulian terhadap sesama, meski sederhana, membawa dampak besar bagi komunitas. Bagi generasi muda, teladan ini menegaskan pentingnya memadukan bakat dan kepopuleran dengan aksi sosial nyata. Semoga jejak kebaikan Mpok Alpa terus dikenang dan menjadi pemacu semangat bagi siapa saja untuk berbuat positif di lingkungan masing-masing.

Exit mobile version