WartaExpress

Tragedi di Kampung Adat Kasepuhan: 51 Rumah dan 49 Leuit Ludes Terbakar — Warga Terpaksa Mengungsi, Butuh Bantuan Mendesak

Kebakaran Dahsyat di Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya: 51 Rumah dan 49 Leuit Ludes, Warga Mengungsi

Satu peristiwa memilukan menimpa Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya di Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi. Pada Sabtu siang (25/7/2026) sekitar pukul 13.00 WIB, kebakaran hebat menghanguskan puluhan bangunan tradisional dan rumah penduduk. Data sementara yang disampaikan oleh Ketua Adat Kasepuhan Ciptamulya, Abah E. Suhendri Wijaya, mencatat 51 rumah dan 49 leuit (lumbung padi tradisional) terbakar habis.

Kronologi dan dugaan penyebab

Menurut keterangan yang beredar dan pernyataan Ketua Adat, api diduga berasal dari korsleting listrik yang terjadi di salah satu fasilitas MCK (mandi/cuci/kakus) rumah warga. Rekaman video amatir yang beredar menunjukkan ada percikan dan asap dari area kamar mandi sebelum api merembet cepat ke bangunan lain, termasuk Imah Gede — rumah adat utama di kampung tersebut.

Karena sebagian besar warga sedang bekerja di sawah atau beraktivitas di luar desa pada saat kejadian, api mendapat kesempatan untuk berkembang pesat tanpa cepatnya respons lokal. Kondisi ini diperparah oleh akses jalan yang sulit untuk kendaraan pemadam kebakaran sehingga upaya pemadaman memakan waktu lebih lama dan volume air yang bisa dijangkau tidak mencukupi untuk mengatasi kobaran besar.

Kesulitan pemadaman dan dampak medan

Medan yang terpencil dan jarak tempuh yang jauh menjadi faktor krusial dalam kegagalan menahan laju kebakaran. Petugas damkar yang datang harus berhadapan dengan medan sempit dan kapasitas tangki air yang terbatas. Ketua Adat menyatakan bahwa upaya pemadaman “nggak ketulungan” karena aliran air dari bak tandon tidak mampu menghasilkan tekanan dan volume yang memadai untuk menjinakkan api yang melahap struktur kayu dan atap tradisional.

Kerusakan material dan dampak sosial

Sebanyak 51 rumah warga yang hangus dan 49 leuit yang ludes membawa konsekuensi material dan sosial yang besar. Leuit berfungsi sebagai penyimpanan padi — aset penting bagi ketahanan pangan dan ekonomi keluarga adat. Kehilangan leuit berarti hilangnya cadangan pangan dan sumber penghidupan bagi ratusan penduduk.

Saat berita ini ditulis, ratusan orang diperkirakan terdampak dan sebagian besar telah mengungsi ke rumah kerabat terdekat. Beberapa keluarga mendirikan tenda darurat di lokasi sekitar kampung sementara bantuan mulai didatangkan oleh instansi lokal dan relawan.

Tanggapan pihak adat dan kebutuhan mendesak

Ketua Adat Abah Hendrik (Abah E. Suhendri Wijaya) menyampaikan duka dan keprihatinan mendalam atas peristiwa ini. Ia menegaskan bahwa tidak seluruh rumah di kampung tersebut terbakar—masih ada beberapa keluarga yang unit rumahnya selamat—namun skala kerusakan tetap sangat besar.

Pihak adat dan warga setempat saat ini sangat membutuhkan bantuan mendesak berupa:

  • Tempat penampungan sementara (tenda, matras, selimut).
  • Bantuan logistik pangan dan air minum.
  • Pakaian dan kebutuhan bayi/ibu.
  • Bantuan rekonstruksi untuk rumah dan leuit yang rusak.
  • Langkah tanggap darurat dan peran instansi

    BPBD, Dinas Sosial, dan tim pemadam kebakaran Kabupaten Sukabumi harus segera mengerahkan upaya penanganan darurat. Langkah prioritas meliputi evakuasi korban, penyediaan kebutuhan dasar bagi para pengungsi, penilaian struktur yang masih berdiri, dan koordinasi untuk rekonstruksi jangka menengah. Karena lokasi yang sulit dijangkau, diperlukan juga logistik khusus untuk mengirimkan bantuan bahan bangunan dan peralatan pemulihan.

    Pelajaran keselamatan dan pencegahan kebakaran

    Peristiwa di Kasepuhan Ciptamulya menggarisbawahi beberapa pelajaran penting:

  • Pentingnya pemeriksaan dan pemeliharaan instalasi listrik rumah tangga, khususnya pada fasilitas MCK yang sering berada di area terpisah.
  • Perlunya jalur evakuasi yang jelas dan peralatan pemadam sederhana di kampung-kampung adat yang aksesnya terbatas.
  • Program mitigasi bencana lokal yang melibatkan pelatihan warga untuk respon awal kebakaran dan penyediaan tangki air cadangan dengan kapasitas memadai.
  • Situasi saat ini dan tindak lanjut

    Saat malam pertama pasca-kebakaran, warga mengungsi dan menunggu bantuan lebih lanjut. Dokumentasi awal telah mengidentifikasi besaran kerugian material, namun estimasi lengkap kerugian ekonomi dan budaya—terutama terkait leuit sebagai simbol adat dan penyimpanan pangan—masih melakukan pendataan. Proses verifikasi data korban dan dampak menyeluruh sedang dilakukan oleh pihak berwenang bersama adat setempat.

    Warta Express terus memantau perkembangan kondisi di Kasepuhan Ciptamulya dan akan melaporkan update mengenai kebutuhan bantuan, respon pemerintah daerah, serta perkembangan penyelidikan penyebab kebakaran. Bagi masyarakat yang ingin membantu, koordinasi melalui posko bantuan setempat atau Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi adalah jalur yang disarankan untuk menyalurkan donasi dan logistik secara terkoordinasi.

    Exit mobile version