WartaExpress

Tragedi di Tapin: Kompol Edwin Tertimpa Pohon Tumbang saat Inspeksi—Apa yang Salah di Lapangan?

Peristiwa tragis menimpa anggota Direktorat Lalu Lintas Polda Kalimantan Selatan, Komisaris Polisi Edwin Widya Dirotsaha Putra, yang tewas setelah tertimpa pohon besar tumbang saat berkendara bersama rombongan tim Safety Driving Center (SDC) di Jalan by pass Rantau, Kabupaten Tapin. Insiden terjadi Rabu siang saat rombongan melakukan pengecekan jalur untuk Operasi Kepolisian Kewilayahan Keselamatan Intan 2026. Berikut kronologi, faktor penyebab yang perlu dicermati, dan implikasi keselamatan jalan yang harus menjadi perhatian bersama.

Kronologi kejadian

Menurut keterangan resmi Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Pol Adam Erwindi, Kompol Edwin mengendarai sepeda motor dalam rangka kegiatan pengecekan jalur bersama tim Dirlantas Polda Kalsel yang dipimpin langsung oleh Dirlantas Kombes Pol Fahri Siregar. Saat melintas di Jalan by pass Rantau, persis di depan Perumahan Haur Kuning menuju arah Banjarmasin, sebuah pohon besar tiba‑tiba tumbang menimpa korban.

Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Datu Sanggul Rantau, namun mengalami pendarahan hebat di bagian kepala dan dinyatakan meninggal dunia. Saat ini pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait penyebab tumbangnya pohon tersebut, apakah karena kondisi cuaca, usia pohon, akar yang tergerus, atau faktor lain seperti perambahan dan penebangan di sekitar lokasi.

Aktivitas Safety Driving Center dan tujuan pengecekan jalur

Rombongan yang melakukan pengecekan merupakan bagian dari rangkaian Operasi Keselamatan Intan 2026, yang dilaksanakan oleh Korps Lalu Lintas selama 14 hari mulai 2 sampai 15 Februari 2026. Kegiatan tersebut mencakup pengecekan jalur arus lalu lintas di 13 wilayah kabupaten dan kota serta kampanye safety riding untuk mengedukasi masyarakat tentang perilaku berkendara aman.

Faktor risiko di ruas jalan yang harus diwaspadai

  • Pohon tua dan berpotensi tumbang yang berada dekat badan jalan tanpa pemeliharaan rutin.
  • Kondisi drainase dan erosi tanah di tepian jalan yang dapat melemahkan perakaran pohon.
  • Kondisi cuaca ekstrem atau angin kencang yang dapat memicu tumbangnya vegetasi besar.
  • Kurangnya peninjauan teknis vegetasi oleh dinas terkait pada jalur yang ramai dilalui.
  • Tindakan cepat dan penanganan pasca insiden

    Setelah kejadian, petugas melakukan evakuasi dan membawa korban ke rumah sakit terdekat. Kepolisian juga perlu segera mengamankan lokasi untuk mencegah kejadian susulan, melakukan olah TKP, dan koordinasi dengan dinas kehutanan atau dinas pekerjaan umum setempat untuk menilai kondisi pohon‑pohon di sepanjang ruas jalan tersebut.

    Dampak terhadap kegiatan operasi dan keselamatan publik

    Insiden ini menyoroti bahwa pemeriksaan jalur yang bertujuan meningkatkan keselamatan justru membawa risiko jika kondisi infrastruktur dan lingkungan sebelah jalan belum aman. Kejadian menimpa petugas yang sedang melakukan tugas preventif menuntut evaluasi prosedur keselamatan kerja lapangan, antara lain pemeriksaan kondisi lingkungan sebelum mobilitas rombongan, penggunaan rute alternatif, serta dukungan tim pemantau kondisi vegetasi.

  • Pelaksanaan survei vegetasi rutin di sepanjang ruas jalan utama oleh dinas teknis (PU/Dishub/Perumahan dan Pemukiman) untuk mengidentifikasi pohon berisiko tumbang.
  • Penyusunan standar operasional prosedur (SOP) bagi rombongan inspeksi jalan yang mencakup penilaian risiko lingkungan, jalur evakuasi, dan komunikasi darurat.
  • Peningkatan koordinasi lintas sektor antara kepolisian, dinas lingkungan hidup, dan dinas kebakaran untuk penanganan cepat pohon tumbang dan pengamanan jalur.
  • Penyuluhan dan sosialisasi kepada masyarakat tentang pelaporan pohon berbahaya di pinggir jalan melalui aplikasi atau hotline daerah.
  • Pelajaran bagi keselamatan publik

    Kejadian tragis ini mengingatkan kita bahwa keselamatan lalu lintas bukan hanya soal perilaku berkendara, tetapi juga tentang manajemen lingkungan di sekitar infrastruktur transportasi. Keberlanjutan program kampanye keselamatan harus diimbangi dengan upaya preventif terhadap faktor fisik jalan dan kondisi pohon di tepi jalan yang dapat mengancam pengguna dan petugas.

    Polda Kalsel bersama instansi terkait perlu mempercepat tindakan preventif untuk mengidentifikasi titik‑titik rawan dan memastikan jalur yang sering dilintasi mendapatkan prioritas pemangkasan atau penanganan vegetasi. Kematian Kompol Edwin adalah peringatan keras: perlindungan terhadap petugas dan warga haruslah menyeluruh—meliputi aspek teknis, lingkungan, dan prosedural.

    Exit mobile version