Kementerian Luar Negeri RI melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran menyampaikan kabar terbaru terkait kondisi warga negara Indonesia (WNI) di Iran yang tengah dilanda gelombang protes. Hingga laporan terakhir, KBRI menilai WNI yang ada di beberapa wilayah, terutama Qom dan Isfahan, dalam kondisi aman dan belum diperlukan evakuasi. Namun, situasi tetap dipantau intensif mengingat dinamika demonstrasi yang bisa berubah cepat.
Siapa WNI di Iran dan di mana mereka berada?
Mayoritas WNI yang tinggal di Iran adalah pelajar dan mahasiswa yang menempuh studi di berbagai lembaga pendidikan, terutama di kota religius seperti Qom. Selain itu terdapat juga warga yang bekerja atau tinggal untuk urusan keluarga. Informasi awal dari perwakilan KBRI menyebutkan bahwa laporan gangguan keamanan terhadap WNI sejauh ini belum signifikan, tetapi protokol kewaspadaan terus diberlakukan.
Apa langkah yang dilakukan KBRI dan Kemlu?
Kedutaan besar RI di Teheran terus melakukan pemantauan situasi dan menjaga komunikasi aktif dengan WNI. KBRI telah menyusun langkah antisipatif dalam rencana kontingensi untuk menghadapi potensi eskalasi. Walaupun evakuasi belum diperlukan, KBRI menegaskan kesiapan prosedur darurat, termasuk koordinasi logistik dan kanal komunikasi darurat agar bila keadaan berubah, respons bisa cepat.
Apa imbauan bagi WNI di Iran?
Kontak darurat yang disediakan
Untuk kondisi darurat, KBRI Teheran telah membuka jalur komunikasi khusus yang dapat dihubungi oleh WNI: +98 9914668845 dan +98 902 466 8889. Selain itu, Direktorat Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri di Jakarta juga menyediakan nomor +62 812‑9007‑0027 sebagai alternatif pengaduan dan koordinasi.
Apa yang dipantau oleh pihak perwakilan RI?
KBRI memantau perkembangan demonstrasi dari aspek lokasi mobilisasi massa, intensitas aksi, potensi gangguan terhadap fasilitas publik dan akses transportasi, serta laporan keamanan dari WNI. Selain itu, perwakilan juga mengamati kebijakan otoritas setempat terkait penggunaan kekuatan keamanan, pembatasan mobilitas, maupun kebijakan darurat lain yang dapat mempengaruhi keselamatan warga asing.
Potensi skenario dan respons
Meski saat ini evakuasi belum diperlukan, ada beberapa skenario yang menjadi perhatian KBRI dan Kemlu:
Peran masyarakat dan keluarga di Indonesia
Keluarga WNI yang tinggal di Indonesia diimbau tetap tenang namun waspada. Jangan mudah terpancing rumor di media sosial. Jika menerima informasi dari kerabat di Iran, verifikasi melalui kontak KBRI agar tindakan yang diambil tepat. Selain itu, keluarga dapat membantu dengan menyediakan informasi lengkap tentang identitas dan lokasi anggota keluarga yang berada di Iran untuk mempercepat bantuan jika diperlukan.
Dampak pada mahasiswa dan studi
Bagi mahasiswa Indonesia di Iran, situasi yang bergejolak dapat mengganggu aktivitas akademik, ujian, dan layanan kampus. Penting bagi mereka untuk berkoordinasi dengan pihak kampus dan KBRI mengenai jadwal dan prosedur keselamatan. Beberapa perguruan tinggi mungkin menunda kegiatan akademis atau mengimbau mahasiswa untuk mengikuti pembelajaran jarak jauh jika situasi tidak kondusif.
Poin pengawasan ke depan
Situasi di lapangan dapat berubah dengan cepat. KBRI dan Kemlu menegaskan komitmen untuk terus memantau dan memberikan update kepada WNI serta publik di Indonesia. Warga yang berada di Iran atau berkaitan dengan keberadaan WNI di sana disarankan untuk selalu mengikuti arahan resmi dan menjaga komunikasi agar langkah perlindungan dapat diambil secara tepat dan cepat.
