Bank Central Asia (BCA) mengeluarkan imbauan tegas kepada nasabah agar selalu waspada terhadap modus penipuan yang kini semakin canggih, terutama phishing lewat situs web palsu yang meniru tampilan layanan perbankan resmi. Peringatan ini muncul menyusul laporan sejumlah nasabah bisnis yang mengalami kehilangan dana setelah terjebak di halaman web tiruan yang tampak nyaris identik dengan KlikBCA Bisnis.
Kronologi kasus dan pola serangan
Kasus yang ramai dibicarakan di media sosial melibatkan nasabah yang mencoba mengakses layanan KlikBCA Bisnis melalui tautan yang ditemukan lewat mesin pencari atau tautan palsu yang menyerupai alamat resmi. Dalam beberapa peristiwa, alamat situs berawalan karakter atau subdomain yang mirip—misalnya diawali “vpk”—membuat pengguna tidak menyadari perbedaan. Setelah memasukkan kredensial, transaksi yang seharusnya ditujukan ke rekening resmi justru dialihkan ke rekening penipu.
Selain itu, ada juga laporan bahwa korban diminta menggunakan alamat tertentu seperti vpn.klikbca.com, yang pada kenyataannya merupakan jebakan. Pelaku memanfaatkan teknik rekayasa sosial (social engineering) untuk mengelabui korban dan memancing mereka memasukkan data sensitif.
Imbauan resmi BCA
Hera F. Haryn, Executive Vice President Corporate Communication & Social Responsibility BCA, menegaskan bahwa bank telah melakukan investigasi awal bersama nasabah yang terdampak dan memastikan sistem BCA tetap aman. Namun, ia mengingatkan pentingnya kewaspadaan personal dari nasabah.
Beberapa poin penting yang disampaikan BCA kepada nasabah antara lain:
Modus teknis dan rekayasa sosial yang sering dipakai
Phishing lewat website palsu biasanya melibatkan beberapa unsur teknis dan psikologis:
Kombinasi unsur di atas membuat korban relatif mudah terperdaya, terutama ketika dilakukan pada akun bisnis yang rutin melakukan transaksi besar sehingga kebiasaan akses cepat rentan dimanfaatkan.
Tindakan yang harus dilakukan korban dan nasabah pada umumnya
Jika menduga menjadi korban phishing atau menemukan aktivitas mencurigakan, nasabah disarankan mengambil langkah segera:
Peran edukasi dan langkah preventif organisasi
Kasus ini juga menyoroti pentingnya edukasi keamanan siber, terlebih untuk nasabah korporasi yang sering berurusan dengan transfer besar. Perusahaan perlu menerapkan kebijakan internal yang ketat, misalnya:
Implikasi reputasi dan kepercayaan
Bagi perbankan, insiden phishing meski bukan bukti adanya celah teknis internal, tetap dapat merusak kepercayaan nasabah. Oleh karena itu, transparansi komunikasi dan langkah mitigasi yang cepat menjadi kunci. BCA telah menyatakan sistemnya aman, namun perbaikan berkelanjutan dalam komunikasi kepada nasabah dan fitur keamanan akan memperkecil risiko kejadian serupa di masa depan.
Kiat praktis agar tidak menjadi korban
Keamanan perbankan digital adalah tanggung jawab bersama: lembaga finansial harus menyediakan sistem dan edukasi, sementara nasabah harus menjaga disiplin keamanan digital. Kasus phishing terhadap nasabah bisnis ini menjadi pengingat bahwa kewaspadaan tetap menjadi garis pertahanan pertama dalam melindungi aset dan data finansial.
